
Sementara dirumah sakit Dokter Alex tersadar ditemani oleh kedua orangtuanya yang baru saja tiba dirumah sakit karena Ayah nya Dokter Alex pun baru keluar dari rumah sakit dikota besar akibat serangan jantung ketika mendengar Dokter Alex mengalami peristiwa itu, Dokter Alex pun menanyakan keberadaan Melodi.
"Mah apa Melodi sudah dikebumikan?" tanya Dokter Alex dengan sedih.
"Lex sadar kamu kenapa bisa seperti ini, isteri sama anak kamu itu selamat kamu tuh ada-ada aja si Lex" ucap Ibunya.
"Papa udah pusing dan tidak tau lagi Lex harus bicara apa sama kamu, sudahlah Ma kita tinggalkan dia lebih baik kita melihat cucu kita dan Melodi daripada Papa jantungnya kumat lagi melihat anak kita kaya gini" ucap Ayahnya Dokter Alex.
"Iya yaudah Pa, mama juga males lihat Alex masalah dia yang bikin sekarang dia juga yang stres begini" jawab Ibunya.
Orang tua Dokter Alex pun meninggalkan ruangan Dokter Alex dan pergi menemui Melodi karena sudah tak sabar melihat cucu mereka.
"Ma,, Pa jangan tinggalkan Alex sekarang Melodi sudah meninggal kenapa kalian juga pergi meninggalkan aku bagaimana ini" teriak Dokter Alex.
Tak lama Dokter datang membawa psikiater untuk membantu Dokter Alex agar depresi nya bisa sembuh.
Hari demi hari kesehatan Dokter Alex mulai pulih begitu juga dengan ingatannya yang mulai membaik dan sudah tidak lagi halusinasi perlahan Dokter Alex sudah sembuh dari depresi nya kemungkinan besok Dokter Alex sudah bisa pulang kerumahnya.
Dokter Gewa yang sudah menjenguk dan melihat keadaan Dokter Alex dirumah sakit menyampaikan berita baik ini pada Meira.
"Mei sayang aku pulang" ucap Dokter Gewa yang baru sampai dirumah.
"Iya sayang" Meira menghampiri Dokter Gewa dengan jalan secara perlahan karena kehamilan nya sudah semakin besar.
"Kamu pulang telat si Ge abis dari mana?" tanya Meira.
"Ahemm,,,, ahemmmm duhh mau jawab pertanyaan dari isteri aku yang bawel ini tapi baru pulang kerja kok seret ya tenggorokan aku" jawab Dokter Gewa.
"Uhhh dasar iya iya aku ambilin minum dulu" ucap Meira sembari berjalan kearah dapur.
Meira dan Dokter Gewa pun duduk diruangan televisi dan meminum air putih dingin yang disediakan Meira.
"Ahhh segar" ucap Dokter Gewa.
"Udah kan seret nya?" ledek Meira.
"Lagian kamu Mei suami baru pulang masa langsung ditodong pertanyaan kan seret jadinya, hehehe" ucap Dokter Gewa.
"Aku tadi tuh mampir dulu jenguk Alex kasihan kan dia Mei, Melodi sekalipun gak pernah menemui Alex tau engga kasian" ucap Dokter Gewa.
"Aku si engga kasian biarin aja lagian Alex isteri lagi hamil sempat-sempatnya dia tidur sama wanita sundel itu" ketus Meira.
"Iya Mei tapi kan semua sudah terjadi ya sekarang yang bisa dilakukan Alex berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tapi Melodi enggan kasih kesempatan itu kayanya" jawab Dokter Gewa.
"Terus gimana Alex sekarang keadaan nya Ge apa udah ada kemajuan?" tanya Meira.
"Nah ini kabar baiknya kamu nanti besok main gih kerumah Melodi sampein sama dia kalau Alex sudah membaik udah waras dia engga halusinasi lagi besok juga udah boleh pulang" jawab Dokter Gewa.
"Iya sayang nanti aku sampein" ucap Meira.
"Kamu suruh Melodi jemput Alex juga ya sayang dirumah sakit, kasihan kan dia" pinta Dokter Gewa.
"Ih engga ah males banget nyuruh Melodi jemput Alex yang ada aku yang kena semprot Melodi dia denger nama Alex aja udah engga mau sayang" jawab Meira.
"Terus gimana ya sayang aku engga enak juga biarin Alex pulang sendiri apa kita aja yang jemput jadinya?" tanya Dokter Gewa.
"Engga ah udah biarin aja Alex pulang sendiri sayang! lagian dia juga kan kata kamu udah waras" jawab Meira dengan ketusnya.
"Iya iya yaudah sayang" ucap Dokter Gewa yang tak ingin Meira cemberut.
Dirumah Melodi menerima panggilan telepon dari pihak rumah sakit .
Kringg,,, kring....
"Hallo" jawab Melodi.
"Dengan Ibu Melodi? kami dari rumah sakit ingin memberitahukan bahwa Dokter Alex sudah bisa pulang besok pagi" ucap Suster dirumah sakit.
"Oh iya Sus makasih sudah mengabarkan" jawab Melodi yang langsung menutup teleponnya.
Dalam hati Melodi bodo amat Lex kamu mau pulang besok atau ga usah pulang sekalian kesini juga aku udah engga peduli aku jijik setiap kali aku membayangkan kamu tidur dengan wanita gila itu ditambah kamu akan memiliki seorang anak dari wanita gila itu bikin aku eneg kalau inget.