
Dua bulan Kemudian...
Akhirnya surat keputusan dari pengadilan negeri agama sudah diterima oleh Meira dan Sam yang menyatakan keduanya sudah resmi bercerai dengan harta gono-gini yang jatuh ketangan Meira, Sam pun sudah menerimanya dengan lapang dada walaupun hatinya masih berharap Meira akan kembali padanya suatu hari nanti.
Sam saat ini masih menumpang di rumah Andrew, dia juga bekerja disalah satu perusahaan kecil di kota besar sebagai karyawan biasa dengan gaji 3 juta perbulan, Sam pun pulang kekota kecil ini hanya dihari Sabtu Minggu saja, sedangkan Kimmy setelah melamar pekerjaan kesana kemari dia ditolak karena gosip yang sudah menyebar keseluruh penjuru kota kecil ini.
Tapi beruntung Kimmy akhirnya diterima bekerja disalah satu tempat karoke dikota kecil ini, ya hanya tempat karoke lah yang mau menerimanya bekerja dengan ijazah yang dia punya saat ini dan juga image buruk yang ia sandang saat ini.
Kimmy yang selalu uring-uringan untuk segera dinikahi oleh Sam, membuat Sam akhirnya menyerah dan mau menikahinya tanggal pernikahan pun sudah disiapkan hanya tinggal menghitung hari saja, namun Sam yang tidak memiliki uang hanya bisa menikahi Kimmy dengan sederhana saja.
Berbanding terbalik dengan pesta pernikahan hari ini, kini tiba saatnya hari ini hari yang ditunggu-tunggu oleh Melodi dan tunangannya yang bernama Alex. Alex dia adalah seorang Dokter umum di salah satu rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Melodi, mereka berdua akhirnya akan melangsungkan pernikahan nya hari ini.
Meira datang dengan mengenakan gaun berwarna silver dan riasan wajah yang simpel namun membuat nya terlihat cantik, muda dan anggun Meira juga menggandeng seseorang pria siapa lagi kalau bukan Dokter Gewa hubungan keduanya semakin hari semakin lengket doakan ya readers supaya Meira dan Dokter Gewa segera menyusul naik ke pelaminan.
Neneng datang dengan pacar barunya, Susan pun tidak kalah dia datang dengan salah satu pria dari pelanggan setianya dikedai cinlok gitu ya bahasa kerennya, dan yang mengejutkan adalah Adeline yang datang bersama Gio cie pacaran ni yeeee.
Melodi memakai kebaya putih dengan hiasan dirambutnya dan untaian bunga melati yang menambah keanggunan nya saat ini, Alex yang sudah sangat gagah dengan stelan kemeja berwarna putih sudah siap untuk menikahi Melodi.
"Eleuh-eleuh mani geulis pisan eta Mba Mel teh nya, jadi kepengen deh Neneng juga" ucap Neneng sembari menyolek pacar barunya.
"Susan dulu aja atuh Teh Neneng, kan Teh Neneng mah udah pernah" jawab Susan.
"Lebih setuju si kalau Ci Mei dulu, iya engga beb" ucap Adeline.
"Iya dong Beb Ci Mei sama Dokter Gewa udah paling the best" jawab Gio.
"Ih kalian nih" jawab Meira dengan malu-malu.
"Tenang tidak akan lama lagi" ucap Dokter Gewa.
"Cie cie gaskeun Dok, jangan sampai lepas" ucap Neneng.
Mereka pun tertawa bersama, tak lama Sam datang dengan didampingi Kimmy membuat suasana pesta pernikahan Melodi yang tadinya asik dan penuh kebahagiaan seketika menjadi seperti wahana rumah hantu menakutkan dan menegangkan.
"Heh sundel bolong ari kamu teh ngapain kesini, ini lagi Pak Sam perasaan Mba Mel ga ngundang kalian deh" ucap Neneng.
Kimmy tersenyum dan melirik kearah Meira.
"Iya Neng tapi bagaimana pun aku mengenal baik Melodi dia sahabat aku dan juga Meira jadi aku datang" jawab Sam dengan menundukkan kepalanya.
Melihat Meira menggandeng lengan Dokter Gewa seketika membuat Sam merasakan kehancuran dihatinya, ingin rasanya Sam meraih tangan Meira seperti dulu saat mereka masih bersama.
"Bu Neneng kami datang kesini selain ingin menghadiri pesta pernikahan Mba Melodi juga kami ingin mengundang kalian ke pernikahan kami yang akan dilaksanakan dua hari lagi, datang ya terutama untuk Ci Mei" ucap Kimmy dengan tersenyum.
"Sepertinya kami sangat sibuk lusa, jadi tidak akan punya waktu untuk acara yang tidak penting seperti itu" jawab Meira.
"Iya ih mendingan teh Susan ngangon kebo saja disawah daripada harus datang ke acara sampah kaya begitu" celetuk Susan.
"Lagian aneh ya kamu tuh Kimmy, ga punya malu apa masih berani nongol di keramaian begini" ucap Adeline.
"Ah Adeline aku hampir lupa menyapa kamu sahabat aku, selamat ya karena sudah memungut barang yang sudah aku buang" ucap Kimmy.
"Ih beb dia ngeselin banget" Adeline merengek kepada Gio.
"Cukup Kimmy pergilah" ucap Gio.
Kimmy pun tersenyum dan pergi meninggalkan mereka lalu duduk dibangku tamu, acara ijab kabul pun dimulai, Kimmy menatap tajam Dokter Alex.
"Jadi ini calon suami kamu Melodi, lumayan juga" ucap Kimmy dalam hatinya.
Acar ijab kabul pun berjalan lancar, semua tamu undangan mengucapkan "SAH".
Melodi pun melemparkan bunga kearah penonton, namun Melodi sudah ancang-ancang agar bunga itu sampai ketangan Meira, Bunga pun dilempar dan happppp benar saja Meira menangkap bunga itu, seketika semua orang bertepuk tangan dan secara tiba-tiba Dokter Gewa berlutut dihadapan Meira dengan kotak cincin ditangannya dilihatnya oleh Meira sebuah cincin berlian yang sangat cantik dan berkilau.
"Dokter Gewa ini apa maksudnya?" tanya Meira yang speechless dengan perlakuan Dokter Gewa.
Sam yang melihat adegan Meira dilamar oleh Dokter Gewa didepan semua orang, tidak mampu menyembunyikan sakit hatinya perasan marah pada dirinya sendiri, perasaan menyesal dan perasaan kecemburuan yang teramat dalam semua bercampur aduk menjadi satu saat ini, Sam pun bergegas meninggalkan Kimmy dan pesta itu dan berjalan sambil meneteskan air matanya.
"Bodoh bodoh bodoh kamu Sam, aku sudah melakukan kesalahan besar dengan menduakan Meira, wanita yang benar-benar terbaik untuk aku, sekarang Meira akan segera dinikahi oleh laki-laki lain aku benar-benar tidak sanggup melihat Meira dengan laki-laki lain" ucap Sam yang kesal terhadap dirinya sendiri.
Sementara itu Dokter Gewa masih berlutut dihadapan Meira.
"Mau kah kamu menikah dengan ku Meira" tanya Dokter Gewa.
Meira pun mengangguk dan meneteskan air mata bahagianya.
Terima....terima...terima...
Teriakan para tamu undangan Melodi tak henti-hentinya menyuarakan untuk Meira menerima lamaran dari Dokter Gewa.
"Ya aku mau" jawab Meira.
Dokter Gewa pun segera berdiri dihadapan Meira dan memasangkan cincin berlian itu dijari manis Meira, lalu langsung memeluk Meira.
Semua tamu undangan pun bertepuk tangan dan ikut merasakan kebahagiaan untuk pernikahan Melodi dan Dokter Alex serta lamaran yang tiba-tiba dari Dokter Gewa kepada Meira.
Kimmy yang melihat Meira dilamar dengan begitu romantis oleh Dokter Gewa, seketika tersenyum tidak hentinya.
"Dokter Gewa kamu sangat sangat lebih menarik dibanding Dokter Alex aku jadi bingung harus bagaimana" ucap Kimmy tertawa renyah sambil terus bertepuk tangan.