Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Meira beraksi lagi


Malam harinya Dokter Gewa baru sampai dirumah Meira menyambut kedatangan suaminya itu dengan mengenakan lingerie tembus pandang berwarna merah muda serta rambutnya yang dibiarkan panjang terurai menjadi pemandangan segar dimalam hari bagi Dokter Gewa yang sedari pagi sudah lelah bergelut menangani pasien-pasiennya.


Dokter Gewa pun masuk rumah dan tersenyum pada Meira, apa lagi malam ini Meira memakai riasan tipis diwajahnya dan juga memakai parfum dengan tingkat keharuman layaknya kuburan baru, ettt bukan layaknya kuburan baru ya readers maksudnya wangi parfum Meira yang sangat harum semerbak mampu membuat Dokter Gewa yang menghirup wangi tubuh Meira malam ini seperti sedang dikelilingi oleh kebun bunga wangi dan menyegarkan.


Dokter Gewa pun segera membersihkan diri agar bisa secepatnya bermesraan dengan isterinya itu, setelah selesai mandi Meira yang sudah sedari tadi menunggu Dokter Gewa diatas ranjang dengan posisi sexy nya tersenyum manis kearah Dokter Gewa.


Tak tinggal diam bak kucing dikasih ikan langsung lah diterkamnya, dengan penuh gair*h Dokter Gewa melum* at bibir tipis Meira dengan lahapnya tak tinggal diam kedua tangan Dokter Gewa mulai bermain ditubuh mulus Meira dengan mengelus kedua paha Meira diusapnya dengan sentuhan-sentuhan nakal segera jari jemari Dokter Gewa semakin menyelusup kebagian sensitif Meira hingga membuat Meira mengeluarkan lenguhan-lenguhannya.


"Ahhh.."


Semakin tertantang Dokter Gewa terus mengusap-usap area sensitif Meira lalu jari jemari itu semakin liar bermain-main diarea itu dirasakan Meira jari jemari Dokter Gewa sudah menembus are sensitifnya membuat Meira seketika menjerit pelan.


"Ahh sayang"..


Dokter Gewa memainkan jemarinya dengan sangat lihai semakin menggila hingga Meira meremas apapun yang tangannya raih, setelah puas bermain dengan jemarinya Dokter Gewa berbisik pada telinga Meira.


"Aku akan puaskan kamu sayang" bisik Dokter Gewa.


Meira pun tersenyum seakan memberikan isyarat bahwa Meira sangat menginginkan nya malam ini.


Dokter Gewa mulai melucuti helai demi helai benang yang dipakai oleh Meira seketika lingerie tembus pandang itu pun terhempas entah kemana Dokter Gewa kembali mendaratkan bibirnya di bibir mungil Meira mulai memainkan lidahnya didalam mulut Meira tak ingin terlalu lama Dokter Gewa segera menurunkan ci*m an nya itu keleher Meira dan mendarat tepat di kedua gunung kembarnya.


Tanpa ragu Dokter Gewa memainkan kedua gunung itu hingga membuat Meira meracau dan menekankan kepala Dokter Gewa agar semakin terbenam digunungnya itu.


Setelah puas bermain digunung kedua Meira, Dokter Gewa melepaskan handuk yang sedari tadi ia kenakan saat keluar dari kamar mandi, dengan penuh gai*ah Dokter Gewa membenamkan senjatanya ke area sensitif Meira dengan penuh semangat pantang mundur sebelum masuk.


Dokter Gewa memainkan tempo permainan itu dengan santai meskipun sedikit santai namun cukup untuk membuat Miera mengeluarkan lenguhan-lenguhannya.


"Owww Ge,,, aku ingin lebih cepat" ucap Meira.


"Baiklah sayang, aku akan memberikan apa yang kamu inginkan malam ini" jawab Dokter Gewa.


Dokter Gewa yang sudah mendapatkan tantangan permainan dari Meira untuk lebih cepat, seketika langsung memacu senjatanya agar lebih cepat lagi memainkan tempo, dengan sangat cepat Dokter Gewa memberikan apa yang Meira inginkan semakin cepat dan terus cepat Dokter Gewa memainkan nya hingga tak terasa membuat keringatnya bercucuran tanda betapa dahsyatnya permainannya.


"Geeee emmmm...."


Meira terus meracau menggigit bibir bagian bawahnya, meremas sprei dan terkadang meremas dada Dokter Gewa, hingga akhirnya Dokter Gewa dan Meira sampai memenangkan permainan malam ini secara bersamaan.


Karena kelelahan Dokter Gewa pun langsung tertidur pulas, sedangkan Meira meski dia pun kelelahan namun tak membuatnya menghentikan niat balas dendamnya pada Kimmy.


Isi pesan Meira, Sam aku ingin kita bertemu diujung jalan pantai aku merindukan mu dari yang masih mencintai mu.


Sam yang sedang memikirkan Meira diatas ranjangnya menerima pesan masuk di handphone miliknya setelah dilihat betapa senang bukan kepalang Sam menerima pesan yang sudah pasti ini dari Meira.


Dilihatnya Kimmy sedang bermain handphone disampingnya, Sam pun berbicara pada Kimmy untuk niatnya pergi keluar.


"Kim aku mau keluar dulu, mau beli rokok" ucap Sam dengan wajah berseri-seri.


"Rokok? rokok kamu aku lihat masih banyak dimeja rias" jawab Kimmy.


"Ya tapi aku rasa aku akan begadang dan butuh lebih banyak lagi" ucap Sam dengan terbata-bata.


"Yasudah aku akan belikan untuk kamu, Sam kamu akan segera dioperasi jadi berhentilah keluyuran malam" jawab Kimmy.


"Kamu tidak berhak ikut campur Kim, aku yang akan keluar sendiri membeli rokok itu" jawab Sam.


"Kenapa? kamu mau menemui mantan isteri kamu yang bodoh itu iya Sam?" bentak Kimmy.


"Sekali lagi kamu bilang Meira wanita bodoh aku akan tampar mulut kamu itu" jawab Sam.


"Kamu pikir aku akan membiarkan kamu menemui wanita itu Sam, tidak kamu tidak boleh menemuinya kamu sudah menjadi milikku Sam" teriak Kimmy.


"Aku tidak peduli, aku akan menemui Meira kalau perlu aku akan bercinta dengannya malam ini" jawab Sam yang langsung bangkit dari ranjangnya.


Kimmy pun tak tinggal diam, dia menghalangi Sam untuk tidak keluar dari kamar, Kimmy dan Sam terlibat tarik menarik hingga akhirnya Sam mendorong tubuh Kimmy hingga jatuh keatas kasur.


Awww.... rintih Kimmy.


"Sam kamu tidak boleh menemui nya" teriak Kimmy.


Tanpa menggubris teriakan isterinya itu Sam bergegas pergi menggunakan motor matic milik Kimmy.


Kimmy pun menangis meraung-raung melihat Sam pergi dari hadapannya memilih menemui Meira dibandingkan bersama nya malam ini.


"Badjing*n kamu Sam, kamu bahkan menemui Meira menggunakan motor matic ku, kurang ajar, brengs*k kami Meira wanita sialan aku akan membalas kamu wanita bodoh" teriak Kimmy sambil menangis sejadi-jadinya.