Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Extra Part


Semenjak kejadian penculikan terhadap Alexa waktu itu, di kota kecil ini sudah tentram, damai tanpa ada hal-hal mengerikan lagi yang terjadi.


Di usia yang sudah rentan ini Meira dan Melodi selalu menghabiskan waktu bersama untuk mengikuti kelas yoga dan arisan bersama dengan wanita-wanita sukses lainnya.


Hanya Dokter Gewa yang masih setia dengan pasien-pasiennya di rumah sakit, meski Abian telah melarangnya dan memintanya untuk pensiun tetapi Dokter Gewa memilih untuk tetap menjadi seorang Dokter gigi selagi fisiknya sehat.


Hari ini memasuki libur semester di kampus Alice, Abian dan Alexa setelah mereka bersusah payah menyelesaikan ujian semester itu dengan baik sampai tidak ada waktu untuk bermain dan hanya belajar DNA belajar terus. Alice berharap liburan semester ini Abian akan mengajaknya untuk honeymoon tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda untuk itu.


Hari pertama libur semester justru Abian getol sekali bekerja di resort, pagi hari Abian dan Alice sudah tiba di resort untuk bekerja.


"Menyebalkan!! Abian apa dia tidak bisa bertindak layaknya laki-laki di drama Korea, romantis, ngajak dinner berdua atau mengajak aku honeymoon gitu." gerutu Alice sembari menyambangi gudang untuk mengambil beberapa stok sprei baru.


Sementara Abian yang sedari tadi berada di ruangan kerjanya terus mondar-mandir layaknya setrikaan.


"Bagaimana ini? Apa aku harus secepat ini mengajak Alice pergi honeymoon, sementara kami bahkan belum lulus kuliah." Pikir Abian didalam hatinya.


Abian kembali duduk dikursinya dan mencoba fokus memeriksa pekerjaannya, tapi bayang-bayang akan honeymoon bersama Alice semakin gencar berterbangan dalam kepalanya.


"Astaga apa sekarang saja aku bicarakan pada Alice. Tapi kalau dia menyangka aku pria mesum yang buru-buru inginkan begituan lagi, bagiamana?" Abian kembali kebingungan.


Sementara di dalam gudang Alice kesal dan terus menggerutu terhadap ketidakpekaan suaminya itu.


"Dasar laki-laki engga peka, dia bahkan belum pernah mengajak aku makan malam romantis yang ada bunga-bunganya, atau lilin-lilinya. Pernah sekali Abian menyalakan lilin untukku tapi itu karena mati lampu. Heuhh isteri yang malang setidaknya aku masih merasa beruntung Abian menyalakan lilin untukku karena mati lampu bukan karena aku disuruh nge*p*t." celetuk Alice.


Alice pun duduk sejenak di dalam gudang bersandar di rak-rak penyimpanan barang-barang. Abian yang tengah mencari Alice untuk membicarakan tentang honeymoon, diberitahu oleh salah seorang karyawan bahwa Alice tengah berada di gudang. Abian pun dengan gugupnya pergi ke gudang untuk menemui Alice.


"Kemana si nih cewek, giliran aku udah siap untuk ngomong ehh orangnya malah ngilang macem jin Tomang." gerutu Abian.


Alice kemudian berdiri dan nongol dari balik rak-rak yang tertutup barang-barang itu.


"Siapa itu jin Tomang?" tanya Alice.


"Kenapa kaget? Abian aku kesal sama kamu!" ujar Alice dengan wajah cemberut.


"Kesal? Memangnya aku kenapa?" tanya Abian.


"Kenapa kamu tidak seperti laki-laki di drama Korea yang aku tonton, mereka selalu mengajak wanitanya untuk liburan bersama, dinner romantis, terus pergi honeymoon dan bermesraan di hotel," kata Alice.


Abian pun menahan senyum mendengar rengekan dan protesan dari isterinya itu.


"Aku bukan laki-laki yang bisa bersikap romantis," singkat Abian.


"Kamu memang dari dulu tidak pernah menyukai aku. Makanya kamu waktu itu tidak langsung menerima perjodohan itu. Sampai kita sudah menikah beberapa bulan ini pun sikap mu masih dingin terhadap ku," sedih Alice yang memalingkan wajahnya menahan mata yang sudah berkaca-kaca.


Abian mendekati Alice lalu mengelus kepala Alice dan memegangi dagu Alice untuk mengangkat wajah cantiknya yang sedari tadi ditekuk.


"Kenapa?" tanya Alice.


Abian kemudian terus mendekati Alice hingga Alice bersandar dan berpegangan pada rak. Dengan lembut Abian menge*cup bibir merah muda Alice keduanya berbagi nafas bersama saat ini.


Kedua tangan Alice semakin mencengkram rak yang berada dibelakangnya, sedangkan kedua tangan Abian fokus memegangi wajah cantik Alice agar leluasa untuk meneruskan ciu*mannya itu.


Kali ini Abian sudah tidak ragu lagi untuk melu*mar bibir Alice dengan lahapnya, memainkan lidahnya didalam rongga mulut Alice hingga membuat Alice beberapa saat kesulitan untuk mengambil nafas.


Abian semakin gemas ketika Alice ikut memainkan ciu*mannya bahkan saat ini Alice sudah berani menggigit tipis bibir Abian, membuat Abian sejenak melepaskan ciu*mannya.


"Kamu nakal!" bisik Abian.


Alice hanya tersenyum lalu Abian kembali menyambar bibir Alice dengan penuh gai*rah.