
Begitu saldo sampai kerekening Alexa tak butuh waktu lama Om perkasa bangkit dari kursi dan mendorong tubuh telan* Jang Alexa keatas kasur Om perkasa tersenyum nakal melihat tubuh mulus Alexa yang sudah seperti hidangan lezat diatas meja yang siap untuk disantapnya.
Tubuh Om perkasa langsung menindih tubuh sexy Alexa membuat Alexa sedikit kaget karena ini adalah hal pertama baginya tapi Alexa mencoba rilex.
"Tenang baby aku sudah terbiasa menangani perawan seperti kamu" bisik Om perkasa.
Alexa hanya bisa pasrah saat ini secara kasar dan brutal Om perkasa mulai melum* at bibir ranum Alexa memainkan lidahnya hingga membasahi area bibir Alexa tak tinggal diam kedua tangan Om perkasa juga ikut bermain dikedua gunung Alexa yang besar itu, sampai beberapa saat Om perkasa terus memagut bibir.
"Emm,,, ahh" Alexa mulai mengeluarkan lenguhannya kedua tangannya mencengkram kuat bahu Om perkasa.
"Ohh aku benar-benar sudah tidak tahan" celetuk Om perkasa.
Lenguhan Alexa membuat Om perkasa semakin bergai* rah dan mulai meng* hisap, menggigit tipis gundukan Alexa tangan kirinya ikut serta memainkan area sensitif Alexa yang membuat Alexa merasakan sensasi tak biasa.
"Ohh,,,, Om emmm Ahhh" Alexa semakin tak mengerti lagi dengan yang didalamnya saat ini.
"Apa kamu sudah menikmatinya sayang?" ucap Om perkasa itu dengan senangnya.
Lenguhan-lenguhan itu semakin membuat Om perkasa tak sabaran dan langsung membuka seluruh pakaiannya bersiap untuk menjebol gawang yang masih tersegel itu.
Dengan kasar dan tak mau lemah lembut sedikitpun pada gadis yang belum pernah melakukannya Om perkasa langsung mendorong masuk dengan kasarnya.
"Ohhh,,,,,, sakit Om, hentikan aku mohon" Alexa berteriak-riak sembari kedua tangannya meremas sprei dan bantal meracau tak karuan.
Tapi semakin Alexa berteriak-riak semakin membuat Om perkasa malah bertambah adrenalin untuk bertindak lebih brutal lagi menghujamkan senjata nya memborbardir are sensitif Alexa dengan memb*bi-buta hingga darah ting-ting Alexa sudah mulai mengalir dan tumpah disprei yang saat ini sudah berantakan.
"Oh yess sayang kamu harus bisa menahannya" ucap Om perkasa yang terus tak menghiraukan Alexa yang meraung-raung kesakitan.
"Ahhhh hentikan,,,, sakit" rintih Alexa yang akhirnya meneteskan air matanya akibat kekasaran Om perkasa.
Tapi bukannya iba On perkasa malah semakin mengerang menikmati Alexa.
"Ahhhh so good baby,, kamu luaral bisa" ucap Om perkasa.
Semakin lama Alexa semakin terbiasa menerima perlakuan ini kini rintihan kesakitan pun berubah menjadi era* ngan-era*Ngan penuh kenik* matan.
"Emm,,, ahhhh Om" lenguhan Alexa.
"Kamu suka sayang?" tanya Om perkasa.
"Ahhh,,, iya Om" jawab Alexa yang kini sudah bisa ikut memainkan tempo permainan.
Setelah hampir satu jam permainan itu berlangsung dan Om perkasa akhirnya mengakhirinya dengan bangga.
Keesokan harinya Alexa terbangun setelah tidur kelelahan akibat semalam dia dibombardir Om perkasa tak dilihatnya Om perkasa itu di dalam kamar, mungkin dia sudah pulang setelah puas.
Alexa segera bangkit dari ranjang dengan masih kesakitan diarea sensitifnya Alexa tetap mencoba berjalan perlahan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dari noda darah dan keringat Om Om itu.
Setelah selesai mandi Alexa melangkahkan kakinya keluar dari hotel dengan percaya diri kini dia menjadi banyak uang secara mendadak belum pernah dia memiliki uang sebanyak ini direkeningnya, Alexa pun memutuskan untuk pergi kesuatu tempat.
Alexa pergi ke rumah sakit jiwa menemui Kimmy Ibu kandungnya sendiri yang tak pernah dia tengok selama bertahun-tahun, Alexa mengurus izin dibagian admin dan diantar masuk keruangan tempat Kimmy berada dilihatnya Kimmy tengah duduk menutupi wajahnya sendiri.
"Apa kabar wanita gila yang tidak berguna" ucap Alexa.
Kimmy yang mendengar suara itu langsung menengok kearah suara itu.
"Kenapa liat-liat? ya ini aku anak kamu walaupun aku tidak memerlukan wanita gila seperti kamu lihat aku bisa tumbuh dengan baik tanpa kamu bahkan sekarang aku bisa menghidupi diriku sendiri, lalu kenapa kamu tidak mati saja!!!! hidup gila seperti ini bukankah melelahkan? maka matilah cepat!" teriak Alexa.
Kimmy tertawa mendengar Alexa marah-marah padanya.
"Kenapa kamu tertawa? aku dan Papa tidak membutuhkan kamu wanita si* al" ucap Alexa dengan tatapan penuh kebencian.
"Heuhh, kalau aku mati sekarang kamu tidak akan pernah tau siapa ayah kandung kamu" jawab Kimmy.
Hahahhahahha..... Kimmy kembali tertawa.
"Apa? ayah kandung?" Alice langsung emosi dan memegang kerah baju Kimmy.
Dengan penuh kemarahan Alexa merasa sangat bodoh saat ini karena tak mengetahui bahwa Sam bukanlah ayah kandungnya.
"Katakan padaku apa maksud kamu dengan ayah kandungku? apa Papa Sam bukan Papa kandungku?" teriak Alexa.
Hahhahhahahah..... Kimmy terus tertawa meski Alexa sudah sangat emosi.
"Cepat katakan siapa ayahku, kalau tidak aku yang akan membunuhmu sekarang juga!" ancam Alexa yang hendak mencekik Ibunya itu.
Kimmy pun berhenti tertawa dan berbisik pada Alexa.
"Pergilah kekota kecil disana kamu akan temukan ayah kandung kamu" bisik Kimmy yang kejiwaannya kadang kembali kadang hilang dan mengamuk lagi.
"Sebutkan namanya, cepat!!" teriak Alexa.
Hahhahhaa......
"Aku tidak tau pasti karena aku tidur dengan banyak pria" jawab Kimmy dengan wajah ngeselinnya.
Mendengar perkataan itu Alexa langsung melepaskan tangannya dari kerah baju Kimmy dan melamun tak bisa menerima kenyataan pahit ini, Alexa segera pergi dari rumah sakit jiwa itu.
"Kenapa,, kenapa takdir begitu jahat padaku aku yang mengira Papa Sam adalah Papa ku ternyata dia bukan Papa kandungku lalu siapa? kenapa aku harus lahir dari perempuan gila yang bahkan dia tidak tau pasti siapa yang telah menghamilinya hingga lahir lah aku" Alexa meneteskan air matanya.
Alexa segera pulang kerumahnya dan bertanya pada Sam secara langsung sesampainya dirumah, Sam terlihat tengah membuat sup ayam kesukaan Alexa.
"Pa, kenapa Papa bohong sama Alexa?" tanya Alexa yang menangis.
"Lexa kenapa kamu menangis nak?" gimana apa pekerjaannya sulit?" tanya Sam.
"Papa bukan Papa kandungku kan?" ucap Alexa.
"Darimana kamu tau itu Lexa?" Sam tercengang.
"Orang gila itu yang memberitahu Lexa, kanapa Papa tega bohongin Lexa si Pa? terus Lexa anak siapa Pa? kenapa ayah kandung Lexa engga mau merawat Lexa? kenapa Pa?" Alexa menangis tak terima ditelantarkan oleh ayah kandungnya.
"Lexa Papa bisa jelasin semuanya sama kamu nak" Sam berusaha menenangkan Alexa.
Namun Alexa berlari masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.
"Lexa Papa tulus menyayangi kamu sebagai anak Papa nak, Papa tidak peduli kamu anak siapa pun Papa bahagia memiliki anak seperti kamu nak buanglah kesedihan kamu dan Papa akan selamanya jadi Papa kamu" ucap Sam sembari menggedor-gedor pintu kamar Alexa.
"Engga Pa, Papa emang udah baik sama Lexa tapi mulai besok Lexa akan cari ayah kandung Lexa kekota kecil Pa, aku berhak tau siapa ayah kandungku yang sudah berani menelantarkan aku hingga hidupku hancur seperti ini" ucap Alexa dalam hatinya.
Visual Alexa