
Sam baru saja tiba dirumah sakit dan langsung mencari tahu ruangan Kimmy dengan langkah kaki sangat cepat Sam berjalan menuju ruangan Kimmy dilihatnya Kimmy tengah melamun sembari tatapan matanya yang kosong.
"Kim syukurlah kamu bisa segera ditemukan, apa ada yang sakit?" tanya Sam sembari melihat-lihat sekujur tubuh Kimmy.
"Kamu siapa? apa kamu suaminya Meira si wanita yang sudah menghancurkan hidup aku?" Kimmy sudah kehilangan kesadarannya.
"Kim ini aku Sam suami kamu, kamu jangan bercanda Kim aku panggilkan dokter ya kamu tunggu disini" ucap Sam yang keanehan dengan sikap Kimmy.
Namun saat Sam hendak mencari dokter tangan Kimmy mencengkram nya dengan kuat lalu tak lama Kimmy mulai histeris.
"Aku benci kamu Meira aku benci kamu Melodi kalian menghancurkan hidup aku, kalian wanita yang tidak pantas bahagia kamu suami dari mereka harus aku bunuh" teriak Kimmy sembari tak henti-hentinya memukul-mukul Sam.
Sam berusaha sekuat tenaga menenangkan Kimmy hingga suster dan Dokter pun berdatangan Kimmy terpaksa disuntikkan obat penenang agar tidak mengamuk lagi lalu Dokter berbicara dengan Sam tentang keadaan Kimmy.
"Pak Sam sepertinya pasien mengalami gangguan kejiwaan PTSD atau yang dikenal dengan gangguan stres pasca trauma sebaiknya pasien segera dibawa ke psikiater agar tidak semakin parah" ucap Dokter.
"Baik Dok secepatnya saya akan membawa isteri saya ke psikiater, terimakasih atas sarannya Dok" jawab Sam.
Sementara itu Meira yang mengetahui tentang penangkapan Gio mengajak Melodi, Susan, Neneng dan Adeline untuk menjenguk nya dikantor polisi, mereka pun tiba dikantor polisi dan menunggu Gio diruang tunggu tak lama Gio muncul sudah mengenakan seragam tahanan dan hanya tertunduk malu.
"Gi kenapa kamu melakukan ini?" tanya Meira.
"Iya Gi kamu tau Kimmy wanita seperti apa kenapa kamu malah malah terjerumus begini?" ujar Melodi.
"Mba Mel, Ci Mei sejak kecil Gio sudah sangat menyukai Kimmy setelah masuk SMA Gio tidak menyangka Kimmy menyambut baik perasaan Gio, Gio ingin memiliki nya" jawab Gio sambil menangis.
"Bodoh kamu Gi, hilang akal sehat mu rasakan sekarang masa depan mu sudah hancur ditangan wanita itu" celetuk Adeline yang kecewa dengan Gio.
"Sabar Del" ucap Susan.
"Intinya teh ya Gio mudah-mudahan kamu teh bisa sadar otak kamu teh bisa bener lagi dengan kamu menginap disel ini atau bahasa kerennya teh dihotel prodeo ini" ucap Susan.
"Gi kamu harus lawan obsesi kamu itu Gi, karena obsesi yang terlalu besar itu bisa menjerumuskan kita kepada hal-hal seperti yang kamu alami sekarang ini" ucap Meira.
"Iya Ci Mei, Gio sadar sudah mengecewakan orang tua Gio, Gio akan berusaha untuk melupakan Kimmy dan merenungi semuanya disini doa kan Gio Ci Mei" jawab Gio sambil terisak tangis.
"Pasti Gi, pokoknya kita semua dan juga warga disini akan menunggu kamu bebas sebagai pribadi yang lebih baik lagi" jawab Meira.
Setelah hampir satu jam Kimmy tertidur dia mulai membuka kedua matanya dilihatnya Sam sedang duduk disampingnya Sam yang melihat Kimmy sedikit takut dia akan mengamuk seperti tadi.
"Sam aku dimana?" tanya Kimmy yang kejiwaan nya mulai pulih.
"Kamu sudah mengenali aku Kim?" tanya Sam yang bingung dengan kejiwaan Kimmy.
"Kamu bicara apa si Sam kamu suamiku mana mungkin aku tidak mengenali kamu, ayo kita pulang Sam" jawab Kimmy.
"Kim kamu yakin sudah tidak apa-apa?" tanya Sam.
"Iya aku tidak apa-apa bahkan aku merasa badan ku sangat bugar hari ini" jawab Kimmy sambil tersenyum aneh.
"Tapi Kim sebaiknya sebelum kita pulang kerumah kita bertemu dengan psikiater dulu ya untuk memeriksakan kondisi kamu" ucap Sam.
"Sam kamu apaan si kamu pikir aku engga waras? yang engga waras itu si Gio dia yang menculik aku kenapa aku ya g harus dibawa ke psikiater" jawab Kimmy sembari tertawa tipis.
"Tapi Kim Dokter tadi yang menyarankan" ucap Sam.
"Sam aku sedang hamil aku harus banyak istirahat ayo kita pulang, dan jangan pernah berpikir untuk membawa aku ke psikiater karena aku tidak gila" jawab Kimmy.
"Kim kamu sudah baik-baik saja kan?" tanya Sam.
"Iya Sam kamu tidak perlu khawatir berlebihan" jawab Kimmy.
"Kim aku akan pergi kekota malam ini agar besok aku bisa pergi kekantor dan mengurus pengunduran diri aku aku akan menggunakan uang sisa penjualan rumah orangtua aku untuk modal membuat usaha dikota ini" ucap Sam.
"Ide bagus itu Sam aku ikut senang mendengarnya, sebaiknya kamu mandi sekarang!" jawab Kimmy sembari tersenyum.
"Tapi apa kamu benar sudah sepenuhnya sembuh kan Kim?" tanya Sam sedikit ragu.
"Iya astaga lihat aku Sam aku sangat baik-baik saja sekarang" jawab Kimmy.
Sam pun memutuskan malam ini juga pergi kekota besar agar besok pagi dirinya bisa mengurus pengunduran dirinya dari kantor, Sam segera mandi untuk bersiap pergi kekota, Kimmy yang melihat Sam sudah masuk kedalam kamar mandi segera mengambil handphone nya dan menggantinya dengan SIM card baru.
Kimmy menelpon laki-laki itu untuk mengajaknya bertemu, handphone laki-laki itu pun berdering.
Kringgg,,,,,Kringggggg
"Hallo siapa ini?" tanya laki-laki itu.
"Hai apa kabar kamu yang selalu memblokir nomor telepon ku setelah menikmati tubuhku malam itu" jawab Kimmy.
"Kimmy mau apa lagi kamu menghubungi aku?" tanya laki-laki itu dengan suara bisik-bisik.
"Ettt jangan marah-marah dong sayang dan jangan coba-coba mematikan telepon aku atau kamu akan menyesal" ucap Kimmy.
"Ada apa aku sudah tidak ada urusan lagi dengan kamu" ucap laki-laki itu.
"Aku yakin kamu sudah mendengar berita kehamilan aku dan berita Sam yang tidak bisa memiliki keturunan" jawab Kimmy.
"Lalu apa hubungannya dengan aku itu urusan kalian" bisik laki-laki itu.
"Temui aku setengah jam lagi diujung jalan pantai kalau kamu tidak datang foto-foto kamu sedang bertelanjang dihotel bersama ku akan sampai ketangan isterimu" ucap Kimmy.
"Apa foto? sial kamu menjebak aku?" tanya laki-laki itu.
Tutttttt....tutttttt.
Kimmy mematikan telepon itu, membuat seketika laki-laki itu dilanda kepanikan yang luar biasa, Sam yang sudah selesai mandi dan siap untuk berangkat kekota besar pamit pada Kimmy dengan senang hati Kimmy melepas kepergian Sam.
Kimmy langsung berdandan cantik dan memakai pakaian yang bagus dirinya melihat diri sendiri di cermin dan tertawa girang.
Hahahahhahha....
"Nak sebentar lagi kita akan bertemu ayah kamu Ibu harus tampil cantik agar ayah mu semakin mencintai Ibu"ucap Kimmy sembari mengelus-elus perutnya dan tak henti-hentinya tertawa.
Sementara itu dirumah Meira tengah menyiapkan makan malam untuk makan bersama Dokter Gewa tetapi Dokter Gewa mendadak berpakaian rapi seperti hendak keluar rumah.
"Ge kamu rapi banget mau kemana?" tanya Meira.
"Iya nih Mei pimpinan klinik gak tau telepon aku suruh buru-buru menemui nya dirumahnya dia gak tau ada apa" jawab Gewa.
"Emm tapi kamu ga pulang terlalu malam kan?" tanya Meira.
"Iya sayang, udah ya aku buru-buru nih nanti aku usahakan pulang ga terlalu malam yah" jawab Dokter Gewa.