
Mendengar Dokter Alex yang sempat-sempatnya meminta uang pada Alice disaat situasi seperti ini membuat Melodi geram dan menarik tangan Dokter Alex, membawanya keluar rumah sakit.
"Alex atas dasar apa kamu meminta uang pada Alice hah? Aku tau persis tabungan kamu masih banyak kan?" tanya Melodi dengan kesal.
"Mel aku tidak punya uang lagi. Bahkan mobil sudah aku jual," kata Dokter Alex.
"Kemana uang gaji kamu selama ini hah? Bahkan kamu hanya memberikan aku dan Alice nafkah sedikit. Aku membeli mobil itu pun dari gaji aku bekerja di klinik dan tabungan Alice itu dari keuntungan resort kamu tidak berhak meminta itu," kata Melodi.
"Uang aku habis untuk membeli keperawanan Alexa dan perempuan lainnya selama kita menikah Mel. Tapi Mel aku melakukan itu semua karena kamu selalu menolak aku sepanjang kejadian dengan Kimmy itu, bahkan aku dituntut oleh salah seorang bapak dari anaknya yang aku pacari dia minta ganti rugi dua ratus lima puluh juta rupiah. Kamu bayangkan aku stres Mel," ungkap Dokter Alex.
Mendengar hal menjijikkan itu membuat Melodi semakin geleng-geleng kepala dengan kelakuan Dokter Alex.
"Kamu urus, urusan kamu sendiri. Dan mulai saat ini jangan pernah libatkan aku dan Alice atau Alexa, anggap kami tidak pernah ada dihidup kamu. Atau aku akan bertindak brutal sama kamu," kata Melodi yang langsung kembali ke dalam rumah sakit.
Sementara Dokter Alex terus menerus memanggil-manggil nama Melodi.
"Mel!!!!!! Melodi kenapa kamu sekejam ini sama aku Mel." lirih Dokter Alex yang saat ini merasa hidupnya benar-benar hancur.
Dalam pikiran Dokter Alex bertanya-tanya kenapa Kimmy tak henti-hentinya mengganggu hidupnya bahkan sekarang menghadirkan Alexa disini membuat Dokter Alex dibenci oleh semua orang. Dokter Alex akhirnya pergi ke kota untuk menemui Kimmy di rumah sakit jiwa.
Sementara rombongan Melodi, Meira dan yang lainya pulang ke rumah Melodi. Alexa masih tak mau bicara apapun bahkan untuk sekedar makan atau minum pun Alexa selalu menolak dia hanya diam dan menangis tak henti-hentinya.
Melodi yang merasa iba dengan Alexa memutuskan untuk meminta pada Sam agar Alexa tinggal bersamanya Melodi yang seorang perawat optimis bisa membantu pemulihan untuk psikis Alexa.
Sam masih memikirkan langkah apa yang harus ia ambil untuk hidup Alexa kedepannya. Sementara itu Alice terus membujuk Alexa agar mau memakan walaupun itu hanya sesuap nasi. Sejak pagi Alexa belum makan atau minum apapun karena masalah tes DNA ini.
"Lexa aku mungkin tidak bisa merasakan kesedihan yang selama ini kamu alami. Tapi kamu harus tau kamu itu adik aku sekarang kalau kamu mati kelaparan sekarang. Maka aku yang akan jadi tersangkanya karena sudah membiarkan kamu kelaparan. Apa kamu tega menjadikan aku tersangka atas kematian kamu, hah?" ledek Alice.
"Apa kamu tau kenapa aku sampai menjual keperawanan aku?" tanya Alexa yang sudah mau membuka mulutnya.
"Aku tidak tau, aku bahkan tidak perlu tau tapi aku yakin gadis baik seperti kamu pasti memiliki alasan kenapa kamu sampai melakukan itu," ungkap Alice.
"Aku anak yang pintar di sekolah aku ingin bisa kuliah dan lulus lalu bekerja dan membahagiakan Papa Sam, tapi Papa Sam sudah tidak bekerja lagi, bahkan untuk makan sehari-hari kami tidak memiliki uang, mencari kerja sangat sulit sekarang ini di kota aku terpaksa melakukan ini," ungak Alexa sambil terisak tangis.
"Aku berjanji akan menjaga kamu mulai saat ini, aku akan membuat kamu tidak merasa sendiri dan bersedih lagi. Karena itu kamu harus lupakan segalanya kita buka lembaran baru," ujar Alice.
"Menjaga ku? Kamu bahkan hanya gadis bodoh yang tidak bisa menghindari diri dari pencopet," kata Alexa.
Bugghh....
Alice menjitak kepala Alexa dengan keras.
"Apa kamu bilang kakak kamu sendiri ini gadis bodoh? Mulai sekarang panggil aku kakak dan berhenti bilang aku gadis bodoh. Paham!" kata Alice.
Alexa melihat Alice sangat tulus sekali menghiburnya membuat Alexa merasa memiliki kekuatan kembali untuk bangkit memperbaiki hidupnya yang telah rusak. Alexa menangis haru karena saat ini dia merasa memiliki sebuah keluarga yang sangat menyayanginya.
Sesampainya di kota besar Dokter Alex langsung menuju rumah sakit jiwa tempat Kimmy di rawat, ketika sampai di rumah sakit Dokter Alex langsung meminta pada petugas rumah sakit untuk mengantarkannya ke tempat Kimmy.
Akhirnya setelah belasan lama untuk pertama kalinya Dokter Alex kembali bertemu dengan Kimmy, Kimmy yang melihat Dokter Alex dihadapannya langsung menghampirinya.
"Kenapa? Kenapa kamu memiliki anak dari aku?" teriak Dokter Alex.
"Dulu aku sangat menyukai Dokter Gewa tapi aku tidak bisa menjangkaunya dia terlalu sulit tapi kamu terlalu mudah," ungkap Kimmy sembari tersenyum aneh.
"Apa kamu sudah sembuh? Kamu mengenali aku dan kamu ingat Dokter Gewa? Dengar wanita gila anakmu membuat aku menderita sekarang ini," kata Dokter Alex.
"Kamu laki-laki yang pantas hancur Dokter Alex, kamu memberitahu semua orang bahwa kamu hanya melakukannya sekali denganku? Itu lucu Dokter Alex bahkan setiap hari kamu jarang praktek sampai sore hari untuk berkencan denganku, dan kamu tidak mau mengakuinya, kamu breng* sek!" ungkap Kimmy.
"Diam!!!! Kamu itu tidak lebih dari perempuan pemuas nafsuku saja sama persis seperti anakmu yang sama jalangnya dengan mu itu," ungkap Dokter Alex.
"Apa? Apa kamu menghancurkan masa depan Alexa anak kita?" tanya Kimmy dengan mata melotot.
"Ya! Karena bagiku anakku hanya Alice. Kamu dan Alexa sebaiknya mati agar dunia ini tentram," kata Dokter Alex.
"Kita lihat saja aku atau kamu yang akan mati, kamu, Meira, Dokter Gewa dan Melodi serta Sam tidak pantas bahagia sama sekali," bentak Kimmy.
"Tempat ini sangat cocok untuk kamu, kamu dengar sebentar lagi aku akan mengirimkan anak kamu kesini untuk menemani kamu," kata Dokter Alex.
"Kurang ajar kamu Alex," teriak Kimmy yang langsung mengamuk namun tak dipedulikan oleh Dokter Alex.
Dokter Alex langsung pergi meninggalkan rumah sakit jiwa setelah membuat ancaman pada Kimmy karena sudah melahirkan Alexa ke dunia ini.
Sementara itu perawat di rumah sakit jiwa menerima surat dari Dokter yang menangani kejiwaan Kimmy untuk diberikan pada wali dari Kimmy, namun perawat sangat bingung harus diberikan pada siapa karena Sam tak kunjung mengangkat teleponnya begitu juga Dokter Alex yang berkunjung namun sudah meninggalkan rumah sakit jiwa ini.
Tak lama seseorang datang ke rumah sakit jiwa dan menemui perawat agar dirinya bisa menemui Kimmy secara kebetulan akhirnya perawat itu memberikan surat itu pada orang tersebut dan isi surat itu dibaca oleh seseorang tersebut tak lama tersemat senyuman dibibir orang itu setelah mengetahui isi dari surat yang diberikan perawat.
"Baiklah sekarang saya keluarganya, jadi apa boleh sekarang juga?" tanya orang tersebut.
"Iya sudah boleh dari hari ini," kata perawat.
Orang tersebut lalu menuju ke ruangan Kimmy dan tersenyum saat bertemu Kimmy. Orang itu kemudian menunjukkan surat itu kepada Kimmy dengan wajah ceria.