
Kimmy yang terjatuh sangat mengharapkan uluran tangan Dokter Alex untuk membantunya bangun, namun tak disangka Dokter Alex hanya melihatnya saja dan tak menolong Kimmy.
"Dokter aku jatuh Dokter ga akan mengulurkan tangan Dokter untuk membantu aku berdiri?" tanya Kimmy.
"Saya rasa kamu bisa bangun sendiri, lagipula saya tidak mau kamu semakin menyalah artikan kebaikan saya, saya datang kerumah kamu untuk memberikan pertolongan pada Pak Sam jadi tolong jangan aneh-aneh lagi" jawab Dokter Alex.
"Ya ya ya, ga apa-apa nanti aku akan coba lagi" ucap Kimmy sambil tersenyum lalu bangkit berdiri.
Sampai dirumah Kimmy, Dokter Alex dan Kimmy pun masuk kedalam kamar tempat Sam berbaring, muka Sam sangat pucat akibat menahan dinginnya angin malam dan juga sakit dikepalanya.
Dokter Alex pun segera memeriksanya, menyuntikan beberapa cairan obat agar mengurangi sakit dikepalanya, tak lama Sam pun siuman, Dokter Alex segera menelpon ambulans dari Rumah sakit tempatnya bekerja.
"Bu dan Kimmy saya rasa tidak ada waktu lagi, ambulans akan segera datang untuk membawa Pak Sam operasi dirumah sakit besar, Pak Sam harus segera ditangani tidak bisa ditunda lagi bisa fatal nantinya" ucap Dokter Alex.
"Apa bisa kami memakai ambulans dari rumah sakit tempat Dokter Alex praktek malam-malam begini Dok?" tanya Ibunya Kimmy.
"Ya bisa Bu, sebentar lagi ambulans akan tiba sebaiknya Ibu dan Kimmy bersiap untuk berangkat kekota malam ini juga" jawab Dokter Alex.
"Yasudah Kim kita bayar biaya rumah sakit dengan uang seadanya dulu lagi pula yang dari kantor nya Sam kan sebentar lagi juga cair, yang penting Sam harus dioperasi dulu" ucap Ibunya Kimmy.
"Iya Mah, ya udah Kimmy siapkan dulu baju ganti untuk dirumah sakit nanti ya Mah" jawab Kimmy.
Setelah hampir satu jam ambulans pun sampai Sam yang sudah siuman namun tak berbicara sepatah katapun seolah dia benar-benar sedang sekarat saat ini segera digotong masuk kedalam ambulans, Kimmy dan Ibunya pun ikut serta didalam ambulans itu.
Dokter Alex pun lega akhirnya Sam bisa segera mendapatkan pertolongan, dia pun pulang kembali kerumahnya disana Melodi sedang menunggunya diruang tamu.
"Sayang kamu kok ga tidur lagi?" tanya Alex.
"Aku khawatir sama Sam sebenarnya, meskipun dia dulu pernah menyakiti Meira tapi mengetahui dia sakit serius begitu aku jadi engga tega sayang gitu-gitu kan Sam sahabat aku juga" jawab Melodi.
"Ya mudah-mudahan setelah operasi pengangkatan tumor diselaput pembuluh darah diotaknya Sam bisa segera pulih Mel" ucap Dokter Alex.
"Iya amin, apa Meira tau ya Sam sekarat tadi?" tanya Melodi.
"Udah engga usah kasih tau Meira, ga enak sama Dokter Gewa nanti dia cemburu lagi secara Dokter Gewa kan sayang banget sama Meira" ucap Dokter Alex.
"Iya si, yasudah deh ehh kamu jangan lupa loh pulang nya jangan kesorean besok, kita kan diundang sama Meira untuk ngasih pesta kejutan ulang tahun Dokter Gewa" ucap Melodi.
"Iya isteri ku sayang yang paling bawel wel wel" jawab Dokter Alex.
Dokter Alex dan Melodi pun kembali tidur, keesokan harinya Dokter Gewa sudah berangkat keklinik tempat dia praktek, Meira pun menghiasi seluruh ruangan tamu dirumahnya untuk memberikan kejutan ulang tahun suaminya itu.
Dibantu oleh Melodi, Susan, Adeline, Gio, dan Neneng. Terlihat Gio sangat canggung kembali bertemu dengan Adeline begitupula Adeline yang terkadang masih curi-curi pandang terhadap Gio mau Negor duluan gengsi mau engga negor tapi pengen banget ngobrol dilema banget Adeline.
"Gi, kamu peka sedikit apa itu dari tadi Adeline udah larak-lirik kamu terus samperin gih ajak ngobrol lah sebentar" ucap Meira.
"Engga deh Ci Mei, Gio lagi ga mau ngobrol apa-apa sama dia" jawab Gio.
"Untuk masalah ini Gio engga bisa bilang sama Ci Mei maaf ya Ci Mei" jawab Gio.
"Jangan sampai nanti kamu menyesal Gi" ucap Meira.
Gio pun hanya terdiam tak menjawab lagi perkataan Meira, Adeline yang melihat Meira sudah berusaha membujuk Gio untuk mau berbicara dengannya namun Gio sepertinya menolak hanya bisa pasrah dan bersedih.
Melodi pun menghampiri Meira untuk memberitahukan kejadian semalem tentang Sam.
"Mei" panggil Melodi.
"Hmm" jawab Meira.
"Aku mau ngomong nih tentang semalem" jawab Melodi.
Tiba-tiba dari arah belakang si jendes ratu bin biang gosip menguping kepo untuk berita yang akan disampaikan Melodi.
"Mel ati-ati tuh sekarang tembok aja punya kuping ya" ledek Meira.
"Ih Ci Mei teh parah pisan ngatain Neneng tembok, tembok mah rata nih coba lihat kalau Neneng mah menonjol gede gini" ucap Neneng.
"Lagian kepo banget si Neng" ucap Melodi.
"Ishh udah atuh buruan gak usah perdulikan Neneng Mba Mel teh cepetan ngomong aja Neneng mah dengerin aja moal komen ini da" jawab Neneng.
"Tau ah, Mei semalem si Sam sekarat kamu tau engga?" tanya Melodi.
Dalam hati Meira, aduhhh jangan-jangan gara-gara aku ngerjain Sam malem-malem suruh nungguin aku diujung jalan pantai jadi penyakit nya kambuh jadi ga enak nih kok sampe Sam sekarat gitu ya.
"Mei dih malah ngelamun, kamu tau engga?" tanya Melodi.
"Ah eng eng engga Mel, emang kenapa kok bisa?" tanya Meira.
"Tau tuh malem-malem abis ngapain tau si Sam diujung jalan pantai pingsan untung aja ada dua pemuda yang nemuin terus si Kimmy itu gedor-gedor rumah aku buat minta tolong sama Alex" jawab Melodi.
"Terus sekarang Sam gimana Mel?" tanya Meira sedikit khawatir.
"Udah dibawa kekota besar semalem pake ambulans dari rumah sakit sini, soalnya udah harus dioperasi tuh si Sam" jawab Melodi.
"Eleuh eleuh karma hugan nya ini teh, tapi untung saja nya karma nya teh masih masuk diakal coba disinetron azab ikan terbang nya beuhh azab untuk peselingkuh teh jenazah nya jatuh kecomberan ehh terus pas dikubur, kuburannya teh meleduggg darrrr Ampe keluar Asep ihhh mani serem" ucap Neneng.
"Kamu mah Neng, korban sinetron dasar" ucap Melodi.
Meira merasa sedikit menyesal sudah mengerjai Sam, dia tak menyangka Sam bisa sampai kritis begitu sementara semalem dia enak-enakan bobo nyenyak dipelukan Dokter Gewa.