
Merasa sudah tidak ada lagi yang harus dicurigai dari suaminya Meira pun memutuskan untuk pulang kembali kekedai bakmi karena tidak enak sudah meninggalkan Susan dan Adeline saat kedai tengah ramai.
"Baiklah aku sudah seribu persen percaya sama kamu Ge, kalau begitu aku pamit ya mau kembali ke kedai bakmi" ucap Meira.
Meira pun hendak turun dari meja Dokter Gewa tapi ditahan oleh Dokter Gewa malah Dokter Gewa memegang pinggang Meira dan mendekatkan dengan tubuhnya.
"Ge ih lepasin ga enak tau ini diklinik entar kalau ada pasien yang masuk malu" ucap Meira.
"Kamu pikir kamu bisa lolos Mei dari aku setelah kamu menguntit aku didepan Suster kemudian membuat aku harus mengundur jadwal pemeriksaan pasien, lalu kamu akan pergi begitu saja?" tanya Dokter Gewa.
"Lalu aku harus apa Ge, aku kan sudah minta maaf sama kamu" jawab Meira.
"Permintaan maaf tidak cukup Mei, harus ada imbalan lebih" jawab Dokter Gewa.
Meira hanya bengong menatap wajah Dokter dan tanpa menunggu lama Dokter Gewa pun ******* bibir imut Meira dengan penuh kelembutan Dokter Gewa menggigit tipis bibir imut itu secara bergantian Dokter Gewa ******* bibir bawah dan bibir atas Meira hingga Meira pun terlena dan membalas lum*tan demi lum*tan itu dibibir Dokter Gewa.
Setelah hampir lima belas menit mereka pun mengakhiri cium*n itu, dengan wajah memerah Meira pun langsung buru-buru pergi dari ruangan Dokter Gewa disepanjang jalan Meira tak henti-hentinya tersenyum manis kala mengingat betapa manisnya perlakuan Dokter Gewa padanya.
Sesampainya dikedai Susan dan Adeline memutari Meira mereka melihat pipi merah diwajah Meira layaknya ABG lagi kasmaran setelah menerima pesan dari pacar yang berisi "chayang udah maem lom"? jaman dulu kan begitu ya readers kalau disms pacar se alay itu senang nya bukan main hahahha.
Sementara diklinik Dokter Gewa selesai memeriksa pasien lalu pasien lain pun masuk, seorang wanita memakai kaos super ketat dengan dilengkapi kancing serta mengenakan rok mini berwarna hitam diatas lutut membuat wanita itu terlihat sangat sexy dan menggairahkan bagi kaum Adam siapapun yang melihatnya.
Ya siapa lagi kalau bukan Kimmy, dengan santainya Kimmy masuk keruangan Dokter Gewa sebagai pasien untuk memeriksakan giginya, namun bukan itu yang jadi tujuan utamanya datang keklinik ini melainkan untuk tebar pesona dan menggoda Dokter Gewa.
"Permisi Dok" sapa Kimmy.
Dokter Gewa pun mengangkat kepalanya yang tadinya tengah memeriksa data pasien, melihat Kimmy datang sebagai pasien.
"Ada apa Dok kenapa hanya melihat saja tanpa mempersilahkan saya duduk" ucap Kimmy.
"Silahkan duduk" jawab Dokter dengan singkat.
"Senang rasanya bisa bertemu secara langsung dengan Dokter muda tampan yang ahli seperti Dokter Gewa ini" ucap Kimmy sambil tersenyum nakal.
"Oh ya saya pun banyak mendengar tentang kamu, tapi baru ini saya bertemu kamu langsung" jawab Dokter Gewa.
"Amm apa Dokter Gewa senang bertemu aku?" tanya Kimmy mulai melancarkan pancingannya.
"Ya tentu saya senang bertemu dengan semua pasien saya tentunya" jawab Dokter Gewa.
"Aku kira hanya senang melihat pasien seperti aku saja" ucap Kimmy.
"Apa keluhan kamu?" tanya Dokter Gewa.
"Baik saya akan periksa, silahkan duduk disebelah saya" ucap Dokter Gewa
"Tunggu Dok disini AC nya tidak terlalu dingin ya saya jadi gerah" ucap Kimmy sambil membuka kancing pertama dan kedua bajunya.
Kimmy pun mulai mendekatkan dirinya pada Dokter Gewa dalam hati Kimmy sepertinya Dokter Gewa bukan laki-laki yang sulit hanya butuh beberapa menit saja pasti Dokter Gewa akan jatuh kepelukannya.
Kimmy mulai melancarkan aksinya dengan menyentuh dada Dokter Gewa memberikan sentuhan-sentuhan nakal di dada Dokter Gewa tiba-tiba tangan Dokter Gewa pun memegangi lembut tangan Kimmy dan tiba-tiba.
Trekkkkkkkk....
Aaaaaaaaaaaa sakit Dok sakit
Kimmy berteriak karena Dokter Gewa ternyata memelintir tangan Kimmy yang dia pakai untuk meraba-raba dadanya, Dokter Gewa sangat marah dan kesal atas tindakan murahan Kimmy sampai-sampai memelintir tangan Kimmy sampai kebelakang.
"Dok ampun sakit lepas" ucap Kimmy dengan ekspresi kesakitan.
"Saya kira penyebab utama gigi kamu linu adalah tangan kamu ini mungkin jika saya lebih pelintir lagi tangan kamu maka gigi linu kamu akan sembuh" jawab Dokter Gewa.
"Apa yang Dokter lakukan, cepat lepasin aku minta maaf Dok maaf" ucap Kimmy.
"Saya peringatkan sama kamu, sekali lagi tangan kamu menyentuh saya, saya gak akan segan-segan untuk plintir tangan kamu sampai tangan kamu ini gak akan lagi bisa kamu gunakan untuk meraba-raba orang" ucap Dokter Gewa.
Lalu dengan kasar Dokter Gewa membanting tangan Kimmy hingga Kimmy tersungkur kelantai.
Bughhhhtttttt....
Awwwwww....
"Hanya tangan kamu yang saya buat cidera, jadi kamu bisa bangun sendiri kan dengan kedua kaki kamu untuk pergi dari ruangan saya" ucap Dokter Gewa.
"Kamu benar-benar menggairahkan Dokter Gewa" celetuk Kimmy sambil tersenyum senang.
Kimmy yang menyadari Dokter Gewa bukan laki-laki yang mudah untuk dia taklukkan Dokter Gewa bahkan sama sekali tidak tergoda oleh tubuh sexy Kimmy, saat ini Kimmy semakin terpacu untuk mendapatkan Dokter Gewa rasa penasarannya terhadap sosok Dokter Gewa semakin membuat nya mabuk kepayang.
Kimmy pun pergi meninggalkan ruangan Dokter Gewa yang saat ini tengah santainya duduk sambil membaca data pasien berikutnya.
"Sial kenapa ada didunia ini laki-laki seperti Dokter Gewa, mana mungkin dia tidak tergoda sekali oleh kecantikan dan sexy nya tubuh ku ini, bahkan kasar sekali dia memperlakukan aku sampai-sampai tangan aku sakit begini.
Tapi tenang semakin menantang aku semakin bergairah sekali melihat kamu Dokter Gewa, aku akan dengan sabarnya menanti kamu jatuh kepelukan aku karena laki-laki seperti kamu yang aku cari sulit diraih dan jual mahal aku suka sekali mendapatkan tantangan seperti ini" ucap Kimmy sambil tertawa sepanjang jalan merasa senang.