Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Menunggu Hasil


Membuat Sam kembali naik pitam dan memukuli Dokter Alex yang sudah babak belur itu sementara Dokter Gewa baru tiba dan langsung menahan Sam bersama Abian.


Situasi saat ini benar-benar kacau.


"Berhenti.....!!!!" teriak Alice yang sudah menaruh cutter didekat denyut nadinya.


"Alice," teriak Alice membuat semuanya berhenti berkelahi dan Melodi langsung histeris hendak mendekati Alice.


"Jangan mendekat Mah!" lirih Alice.


"Alice apa yang kamu lakukan, nak? Taruh lagi cutter itu. Itu berbahaya!" kata Dokter Alex yang panik melihat anaknya sampai seperti ini.


Sementara Alexa hanya menangis menatap wajah Alice yang sepertinya ikut terluka karena masalah ini.


"Kalau Papah tidak melakukan tes DNA. Lebih baik Alice mati Pah. Alice malu mempunyai Papah seperti Papah. Alice sampai mati tidak ingin memiliki Papah seperti Papah," teriak Alice.


Prakkkkkk....


Melodi menampar Dokter Alex.


"Pergi sekarang lakukan tes DNA itu! Kalau sampai Alice ikut terluka kamu tidak lebih dari seekor binatang yang akan sembelih nantinya," ancam Melodi yang sudah sangat geram dengan Dokter Alex.


"Baik, baik Alice Papah mohon letakan cutter itu. Papah akan ikut ke rumah sakit sekarang untuk tes DNA. Papah janji, nak!" kata Dokter Alex.


"Lex cepat bangun! Kita pakai mobil ku saja," ungkap Dokter Gewa.


Akhirnya Dokter Alex menyerah dan mau untuk dilakukan tes DNA. Bersama Sam, Alexa, Meira dan Neneng mereka menuju rumah sakit besar di kota ini agar hasilnya akurat dan pasti.


Sementara Melodi segera memeluk Alice dan menenangkannya duduk di sofa bersama Abian. Abian yang memang tabiatnya laki-laki yang tidak suka banyak bicara hanya diam saja duduk disamping Alice dan selalu ragu jika ingin bicara dengan Alice.


"Bian kamu kok sama calon isteri sendiri kaku begitu si, hibur dong Alice nya!" kata Melodi.


"Iya Tante," kata Abian.


"Bian apa kamu berguna sebagai calon suamiku?" tanya Alice.


"Hem? Maksud kamu?" tanya Abian.


Rupanya Alice meminta Abian mengantarnya ke rumah sakit untuk ikut mendampingi Dokter Alex dan Alexa. Akhirnya Abian, Alice dan Melodi pergi bersama menyusul Dokter Alex.


Sesampainya di rumah sakit Dokter Alex masuk terlebih dahulu ke ruangan dengan Dokter di rumah sakit untuk diambil DNA nya disusul dengan Alexa yang juga diambil sample DNAnya.


Alice, Melodi, dan Abian sudah sampai dan menyaksikan raut wajah Dokter Alex yang menyimpan sejuta rasa kepanikan dan Alexa yang ketakutan untuk menghadapi kenyataan yang sebenarnya nanti.


Akhirnya Dokter menjelaskan bahwa hasil akan keluar satu kali dua puluh empat untuk mengetahui hasilnya, jadi salah seorang diminta hadir kembali besok untuk mengambil hasil tes DNAnya.


Alice kemudian menghampiri Alexa dengan langsung menggandeng tangannya.


"Hei kamu tinggal dirumah ku saja malam ini. Kamu kan saudara kandung aku," kata Alice.


"Jangan bicara ngawur! Aku belum tentu anak dari laki-laki breng* sek itu," kata Alexa dengan sinisnya.


"Apa kamu bilang? Aku brengsek? Lihat kalian dengar sendiri kan anak ini memanggil aku dengan sebutan breng* sek. Jelas dia bukan anak kandungku. Anak kandungku tidak mungkin berbicara kasar seperti itu," teriak Dokter Alex.


"Kita lihat saja Dokter Alex. Kalau sampai kamu benar ayah kandung dari Alexa. Aku akan mencabik-cabik tubuh kamu dengan tanganku sendiri," ancam Sam.


"Alice sayang, nak. Papah pulang dirumah ya sekarang," pinta Dokter Alex.


"Lexa kamu mau menginap di rumah kami, Alice pasti akan senang bila ada temannya," ungkap Melodi.


"Nah iya sebaiknya Pak Sam dan Alexa menginap saja di rumah saya dan Meira atau di rumah Melodi dan Alice. Agar besok kita bisa bersama-sama kesini mengambil hasil tesnya," saran Dokter Gewa.


Alice pun langsung menarik-narik tangan Alexa dan mengajaknya pulang ke rumahnya begitu juga dengan Sam yang ikut menginap di rumah Melodi. Sedangkan Abian, Meira dan Dokter Gewa pulang ke rumahnya.


Dokter Alex dengan kesal kembali ke kontrakan kecilnya.


"Sial! Melodi itu isteri durhaka bisa-bisanya dia mengizinkan laki-laki lain dan juga anak gadis itu tinggal di rumahnya sementara aku diabaikannya begitu saja. Sudah peot, tua keriput bikin kesal saja. Pokoknya besok aku akan minta Alice transfer uang untukku membeli rumah dan mobil baru. Aku tidak terima hidupku jadi seperti ini." Kata Dokter Alex.


Lalu tiba-tiba Dokter Alex merasakan sakit kepala hebat hingga dirinya nyaris terjatuh bila tangannya tidak menopang memegangi tembok. Lalu tak lama untuk beberapa saat penglihatan Dokter Alex semakin buram, gelap dan tidak bisa melihat apapun.


"Gelap,,,,, kenapa ini kenapa aku tidak bisa melihat to-tolong," teriak Dokter Alex.


Karena syok kehilangan penglihatannya Dokter Alex pun tak sadarkan diri untuk beberapa saat. Hampir satu jam Dokter Alex tak sadarkan diri dengan tubuh bersandar pada tembok tak lama dirinya mulai siuman dan bisa melihat lagi.


"Kenapa,,, kenapa akhir-akhir ini aku sering kehilangan penglihatan ku, apa ini karena gula darah ku naik? Lebih baik besok aku periksakan saja ke rumah sakit sekalian mengambil hasil tes DNA itu. Aku sangat yakin gadis itu bukan anakku kalaupun benar dia anakku sampai mati aku tidak akan pernah mengakuinya." Ungkap Dokter Alex.


Sementara itu di rumah Melodi, Alice tak henti-hentinya memandangi wajah Alexa yang tengah duduk diranjang kamarnya. Sedangkan Sam tengah membantu Melodi memasak untuk makan malam.


"Berhenti menatap ku seperti itu," sinis Alexa.


"Memangnya kenapa? Mamah bilang aku lebih tua dari mu beberapa bulan. Panggil aku kakak!" ungkap Alice.


"Cih,,, untuk apa aku memanggil mu kakak. Aku bahkan tidak mengenalmu," ketus Alexa.


Alice pun memeluk Alexa dengan erat dan menci* um pipi Alexa dengan gemasnya.


"Apa kau tidak normal?" teriak Alexa.


"Kenapa? Aku menci* um adikku sendiri apa itu salah? Lexa aku sangat senang sekali akhirnya aku mempunyai saudara perempuan yang cantik dan jagoan seperti kamu," ungkap Alice.


"Sebaiknya kamu segera menikah agar tidak terus mendekati aku," ungkap Alexa.


Melodi pun memanggil Alice dan Alexa untuk makan malam di meja makan.


"Wah Om Sam ternyata pinter masak juga ya," ujar Alice.


"Lexa kamu suka makan apa?" tanya Melodi.


"Biar Alice saja Mah yang ambilkan lauk untuk Alexa," kata Alice yang semangat memilihkan lauk pauk ke piring Alexa.


Alice mengambilkan ayam goreng, udang goreng dan tumis brokoli.


"Kamu... ? Bagaimana bisa kamu tau makanan kesukaan aku?" tanya Alexa.


"Tidak, aku tidak tau makanan kesukaan mu. Aku hanya ambilkan menu favorit ku saja," ungkap Alice.


Alexa pun terus memandangi wajah Alice yang tengah menyiapkan nasi dan lauk pauk untuk dirinya.


"Mah lihat Alexa menatapku terus, dia bisa-bisa jatuh cinta padaku," ledek Alice.


Sam dan Melodi pun tertawa mendengar candaan Alice, begitu juga Alice yang berusaha tersenyum agar Alexa bisa sejenak melupakan kesedihannya.