Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Operasi Sam


Kimmy yang sedari tadi sudah mondar-mandir layaknya setrikaan tiba-tiba teringat akan handphone Sam, Kimmy pun membongkar barang-barang Sam yang ada didalam tas.


"Pasti ada pesan dari Meira dihandphone Sam sesaat sebelum Sam pingsan mereka pasti sudah ketemuan diujung jalan pantai itu sama ketika dulu waktu Sam dan aku sering bercinta disana, lihat saja kamu Meira aku akan tunjukan bukti-bukti kalau kamu dan Sam masih sering ketemuan sehingga Dokter Gewa akan segera menceraikan kamu" ucap Kimmy dalam hatinya sembari terus mencari-cari handphone milik Sam.


Akhirnya Kimmy menemukan handphone milik Sam disaku disaku jaket yang Sam pakai kemarin malam, Kimmy pun merasa senang sampai-sampai mencium handphone itu, Ibunya yang melihat tingkah aneh Kimmy segera menegurnya.


"Kamu ngapain Kim hp dici* um-ci* um begitu" tanya Ibunya Kimmy.


"Mah ini tuh senjata aku untuk melibas habis Meira si perempuan bodoh itu" jawab Kimmy sambil terus membuka galeri handphone nya Sam.


Ibunya Kimmy yang kesal dengar jawaban putrinya seolah tak kapok berbuat onar segera menarik tangan Kimmy.


"Dengarkan baik-baik Mamah Kim, mamah sudah capek sekali dengan kamu tolong berubah lah nak mamah ingin kamu seperti anak-anak pada umumnya" ucap Ibunya.


"Apa seperti anak-anak pada umumnya? aku memang sudah umum Mah coba mamah bayangkan si Meira itu akan menghancurkan rumah tangga aku dia membuat Sam untuk jatuh cinta lagi sama dia, Sam akan menceraikan aku Mah aku ga bisa tinggal diam" jawab Kimmy.


"Cukup Kimmy, mamah udah ga tau lagi harus bicara apa agar kamu tuh sadar kamu masih bisa tinggal dikota kecil ini itu semua karena kebaikan hati Meira" ucap Ibunya.


"Engga mah itu bukan karena kebaikan dia, si Meira bodoh itu sengaja membiarkan aku dan Sam tetap tinggal disini untuk membalaskan dendam nya sama aku dan Sam, mamah lihat sekarang Sam sekarat itu semua ulah Meira yang mengajak nya ketemuan" jawab Kimmy.


Prakkkkkkk....


Sebuah tamparan dari seorang Ibu yang menyayangi anaknya mendarat tepat dipipi sang anak.


"Mamah tampar aku demi membela wanita bodoh yang tidak bisa menjaga suaminya sendiri tapi dia menyalahkan aku karena kebodohannya?" teriak Kimmy.


"Mamah akan segera mengumpulkan uang untuk bisa membawa kamu berkonsultasi dengan psikolog" jawab Ibunya Kimmy yang sudah putus asa mengahadapi sikap anaknya.


"Engga Mah, aku engga gila yang gila itu si Meira bodoh itu dia yang sengaja membuat aku dan Sam menderita" ucap Kimmy.


Ibunya Kimmy pun menangis atas kelakuan putrinya dia sadar sejak kecil ketika melihat teman-temannya yang lain mempunyai mainan yang bagus-bagus serta mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya sementara Kimmy tidak pernah merasakan itu semua, sehingga dulu Kimmy selalu diam-diam mencuri mainan anak-anak lain lalu membakarnya dihalaman rumah.


Tak lama ruangan operasi terbuka suster-suster yang membantu jalannya operasi terlihat lalu lalang dengan gerakan kepanikan, bahkan berlarian mengambil alat-alat lain untuk keperluan operasi.


Melihat ada yang tidak beres dengan operasi Sam, Ibunya Kimmy dan Kimmy mulai merasakan panik, Ibunya Kimmy pun menangis.


"Ya Tuhan tolong jangan seperti ini selamatkan lah menantuku" ucap Ibunya Kimmy.


"Apa-apaan kamu Sam aku tidak mau jadi janda muda mengikuti jejak si Neneng itu" celetuk Kimmy.


"Meira kamu lihat aku akan segera kembali dan meminta pertanggungjawaban kamu atas apa yang sudah kamu lakukan, aku akan menunjukkan pesan yang kamu kirim pada Sam, aku akan bilang sama Dokter Gewa kalau kalian berdua sering bertemu dan masih saling mencintai sampai-sampai kamu mengadakan penggalangan dana untuk membantu Sam, setelah itu aku yang akan menjadi Nyonya si Dokter gigi hebat dan tampan itu" ucap Kimmy dalam hatinya.


Operasi Sam pun masih terus berlangsung kali ini Suster tak lagi bolak-balik keluar ruangan, setelah menunggu beberapa lama pintu operasi pun dibuka suster dan Dokter keluar dari ruang operasi.


Kimmy dan Ibunya menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruangan.


"Bagaiman Dok?" tanya Kimmy.


"Apa operasinya lancar Dok?" tanya Ibunya.


"Kabar baik nya iya operasi nya berjalan lancar Bu, walaupun tadi sempat ada pendarahan kecil diotak pasien namun kami berhasil menghentikannya, tapi ada kabar buruk yang harus kalian dengar kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik pada pasien namun saat ini pasien belum melewati masa kritisnya, kita hanya bisa menunggu dan berdoa agar pasien bisa kuat dan berhasil melewati masa kritisnya" ucap Dokter.


"Apa itu artinya menantu saya bisa saja sewaktu-waktu meregang nyawa Dok?" tanya Ibunya.


"Kita doa kan saja, kalau begitu saya permisi dulu" jawab Dokter.


Ibunya Kimmy dan Kimmy pun masuk keruangan Sam untuk melihat keadaannya, Sam masih belum sadarkan diri hanya doa yang mampu menyelamatkan nya saat ini.


Kimmy pun terdiam yang ada dalam pikirannya adalah dia tidak mau menjadi janda muda sebelum dia bisa menggaet Dokter Gewa ataupun Dokter Alex, baru kalau dia sudah bisa menggaet salah satu dari Dokter itu dia merasa Sam mati pun tak masalah karena sudah ada yang akan menggantikan posisi Sam.