Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Banyak Alasan


Sementara itu orang-orang yang berada dibawah resort melihat Alexa sudah hendak melompat. Sontak mereka langsung berteriak membujuk agar Alexa tidak jadi melompat.


Sam yang mendengar suara gaduh dan orang-orang yang ramai-ramai berkumpul melihat ke arah rooftop segera berlari ke arah resort dan melihat Alexa sudah ditepian hanya tinggal satu langkah lagi saja dia akan terjun bebas kebawah. Sam segera masuk ke dalam resort untuk menuju rooftop agar bisa menyelamatkan Alexa.


Abian yang sangat kebisingan dengan suara orang-orang yang meneriaki Alexa akhirnya bangun dan kembali menghampiri Alexa secara perlahan saat ini pikiran Alexa sedang sangat kacau dan putus asa Alexa tak henti-hentinya menangisi takdir hidupnya yang begitu menyedihkan.


Abian melangkah dengan sangat pelan agar tak disadari oleh Alexa dan tangan Abian segera menarik tangan Alexa hingga membuat Alexa tidak jadi terjun bebas kebawah dan malah jatuh ke lantai rooftop.


Bughhhhtttttt..


"Aw sakit, kamu yang menarik aku dan membiarkan aku terjatuh kelantai seperti ini?" tanya Alexa dengan nada tinggi.


Abian hanya menghembuskan nafas panjangnya gadis yang ia selamatkan fair percobaan bunuh diri malah memarahinya saat ini.


"Sudahlah nona sebaiknya tidak perlu banyak drama, dimana tempat tinggal mu biar ku antar pulang?" kata Abian.


Tak lama Sam sampai dirooftop dan segera berlari menghampiri Alexa, Sam sangat bersyukur Alexa tidak jadi melompat bunuh diri Sam langsung memeluk Alexa penuh haru.


"Lexa Papa mohon nak jangan lakukan hal seperti ini, kita masih bisa memperbaiki semuanya," tangis Sam pecah kala melihat Alexa dihadapannya merasa hancur seperti ini.


"Apanya yang diperbaiki Pa? Apa Papa tau kenapa aku bisa sampai menjual keperawanan aku pada laki-laki itu? Itu semua karena Papa. Papa tidak punya pekerjaan lagi dan juga kita tidak punya uang untuk hidup sehari-hari," teriak Alexa.


Abian yang mendengarkan percakapan Sam dan Alexa akhirnya mengerti kenapa gadis ini sampai nekat ingin mengakhiri hidupnya.


"Lexa iya nak, ini semua salah Papa. Karena itu kamu harus bisa lebih bahagia lagi kedepannya nak," ungkap Sam.


"Kedepannya? Pa, aku menjual keperawanan aku pada ayah kandungku yang selama ini aku cari-cari karena sudah menelantarkan aku. Apa Papa bisa bayangkan ini Pa?" hikzzzzz,,,,, hikzzzzz Alexa menangis histeris.


Sam memeluk Alexa untuk bisa menenangkannya.


"Dengarkan Papa nak. Lexa sekarang ikut Papa! Dokter Alex sudah setuju untuk melakukan tes DNA agar semuanya jelas nak bisa saja dia bukan ayah kandung kamu," ungkap Sam.


"Bilang sama Lexa Pa, kalau laki-laki itu tidak mungkin ayah kandung Lexa," lirih Alexa.


"Tunggu! Maaf Om apa yang Om maksud Dokter Alex adalah suami Tante Melodi?" tanya Abian.


"Jangan ikut campur bodoh!" ujar Alexa.


"Wah gadis ini benar-benar membuat aku kesal saja," ungkap Abian.


"Lexa jaga bicara kamu terhadap orang lain! Iya nak apa kamu kenal?" tanya Sam.


"Ya tentu saja aku kenal Om" kata Abian.


"Bagus kalau begitu, apa kamu punya kendaraan untuk pergi ke rumah Melodi?" tanya Sam.


"Iya aku punya mobil di parkiran," kata Abian.


"Baiklah antar kamu kembali kesana!" kata Sam.


"Baiklah Om!! Hah apa? Aku antar kalian kesana?" tanya Abian yang sedikit bingung.


"Iya tolong lah anak muda," kata Sam.


Akhirnya Abian mengantar Sam dan Alexa kembali ke rumah Melodi disana Meira dan Neneng masih setia menunggu masalah ini beres dan tidak berlarut-larut karena kasihan dengan Alice dan Melodi.


"Loh Mah, Mamah ada disini?" tanya Abian.


"Iya Mei, Abian yang menyelamatkan Alexa dari percobaan bunuh diri," kata Sam.


"Astaga! Alexa kamu tidak apa-apa, nak?" tanya Meira.


Namun Alexa hanya menganggukkan kepalanya dan menempel pada Sam. Mereka semua masuk kedalam rumah Melodi, Melodi pun keluar dari kamar Alice untuk ikut menyelesaikan masalah ini.


Alexa sama sekali tak menatap kearah Dokter Alex dan hanya menundukkan wajahnya dari semua orang. Abian yang tidak melihat Alice berada disini segera menanyakannya pada Melodi.


"Tan, Alice?" tanya Abian secara malu-malu.


"Dia butuh kamu Abian, dia di kamarnya," kata Melodi.


Abian pun langsung buru-buru menuju kamar Alice yang tertutup dengan penuh keberanian Abian langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


"Astaga, kaget aku kira ini toilet," kata Abian yang gengsi mengakui ingin melihat Alice.


Alice hanya duduk diranjangnya tanpa menggubris kehadiran Abian.


"Ehmm,,,, ehmmm" pura-pura batuk Abian.


Alice tetap memasang wajah sedih dan lesu tanpa menoleh kearah Abian.


"Alice, apa begini cara mu ketika calon suami kamu datang?" tanya Abian yang langsung menghampiri Alice dan duduk disamping Alice.


"Lagi pula belum tentu juga kamu calon suamiku," ungkap Alice.


"Wah maksud kamu apa?" tanya Abian.


"Bukankah kamu menolak dijodohkan dengan aku?" sindir Alice.


"Itu,,, emmm anu aku," gerogi Abian.


"Pergilah! Aku ingin sendiri dulu," kata Alice.


Abian pun menghela nafas dan menuruti keinginan Alice untuk keluar kamarnya. Padahal Abian hendak bicara bahwa dia tidak pernah menolak perjodohan itu bahkan Abian ingin menyampaikan rasa cintanya secara langsung tanpa harus dijodohkan pun Abian memang sudah menyukai Alice sejak kecil. Tapi entah kenapa Abian sangat kaku dan tak pandai bicara panjang lebar apalagi menggombali gadis yang disukainya seperti laki-laki lain.


Di ruang tamu rumah Melodi Dokter Alex sedang disidang habis-habisan, bahkan Meira sudah menelepon Dokter Gewa bahwa Dokter Alex akan segera melakukan tes DNa sehingga dia pun dalam perjalanan pulang kesini.


Dalam hati Dokter Alex sudah sangat ketakutan kalau Alexa benar-benar anak kandungnya sendiri yang sudah dia nodai dengan kasar. Dia sangat ketakutan saat ini begitu juga Alexa yang mengalami depresi menerima kenyataan ini.


"Bagaimana Dokter Alex sekarang bisakah ikut bersama saya dan Alexa untuk tes DNA, kita berangkat sekarang!" kata Sam.


"Tu-tunggu dulu Pak Sam! Apa kamu tidak lihat aku begitu luka parah saat ini aku harus berobat dulu," kata Dokter Alex.


"Alex segera ikut ke rumah sakit atau kami semua disini akan menyiram luka kamu dengan air garam!" ancam Melodi.


"Geleuh pisan Dokter Alex teh meni ngulur-ngulur waktu wae tab kasian si Alexa," kata Neneng.


"Tapi anak itu bukan anakku!" teriak Dokter Alex yang kekeh tak mau mengakui Alexa.


Tak disangka Alice keluar dengan air mata yang sudah kembali membasahi pipinya.


"Cukup Pah! Alice mohon jangan membuat orang-orang disekeliling Alice lebih menderita lagi akibat ulah Papah. Kasian gadis itu dia berhak mengetahui kebenarannya Papah sudah terlalu banyak membuat dia menderita. Alice mohon," ungkap Alice yang menangis dan memegang satu cutter ditangannya.


"Pokoknya anak Papah cuma Alice. Gadis hina ini hanya seorang P*S*K," teriak Dokter Alex.