Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Godaan maut Kimmy


Hari-hari kini terasa damai kembali dikota kecil ini, Meira seperti biasa membuka kedai bakmi miliknya bersama Susan sedangkan Dokter Gewa sudah sejak pagi berangkat keklinik nya, saat tengah mempersiapkan bakmi untuk pelanggan yang sudah ramai duduk dikursi pelanggan tiba-tiba Melodi datang kekedai dengan wajah yang berseri-seri.


"Mel kamu ceria banget hari ini ada apa?" tanya Meira.


"Iya Mba Mel bahagia banget kayanya" ucap Susan.


"Mei aku hamil" jawab Melodi.


"Oh ya selamat ya Mel, kamu udah cek ke Dokter juga?" tanya Meira yang ikut berbahagia.


"Belum Mei, aku lagi nunggu Alex jemput nih, baru pake test pack aja dan garis dua" jawab Melodi.


"Wah Susan mau punya ponakan baru nih selamat ya Mba Mel" ucap Susan.


"Makasih San" jawab Melodi.


"Pokoknya mulai sekarang kalau kamu libur kamu ga perlu lagi bantuin aku dikedai" ucap Meira.


"Ish lebay deh ga apa-apa lah kan harus banyak gerak juga Mei" jawab Melodi.


"Ye bumil harus nurut lah" ucap Meira.


"Iya-iya siap" jawab Melodi.


Tak lama Adeline datang kekedai dengan wajah muram.


"Pagi semuanya" sapa Adeline dengan lesu.


"Idih ini calon mahasiswi mukanya asem banget" ucap Susan.


"Adel smile dong ih jangan ditekuk gitu" ucap Melodi.


"Kenap si Del? cerita dong sama kita" tanya Meira.


"Tau nih padahal Ujian Nasional kan udahan bentar lagi kelulusan harusnya seneng Del" ucap Susan.


"Adel ga ngerti deh sama sikap Gio akhir-akhir ini" jawab Adeline.


"Hah kenapa emang sama sikap Gio?" tanya Melodi.


"Dia tuh suka tiba-tiba marah ga jelas, terus bales pesan aku lama kadang juga seharian ga ada kabar" jawab Adeline.


"Mungkin Gio lagi serius nyari kampus yang bagus dulu kali Del dikota besar, kan dia mau kuliah disana" jawab Meira.


"Ih engga jadi kuliah dikota besar Ci Mei, tiba-tiba dia memutuskan untuk kuliah disini padahal ya daridulu tuh Gio kan pengen nya kuliah dikota besar" jawab Adeline.


"Ko bisa gitu ya Del" tanya Melodi.


"Adel juga gak ngerti sekarang malah kaya susah banget dihubungin nya" jawab Adeline.


"Ya udah kamu sabar dulu Del nanti pelan-pelan tanyain ke Gio nya langsung pas kalian ketemu" ucap Meira.


"Iya Ci Mei" jawab Adeline.


Sementara itu di Rumah sakit besar tempat Dokter Alex bekerja, Dokter Alex buru-buru untuk pulang kerumah menemui Melodi karena mendengar kabar kehamilannya dan memerintahkan kepada suster disana agar mengalihkan pasien nya yang datang ke Dokter lain di Rumah sakit itu.


Tiba-tiba Kimmy datang meminta kepada salah satu suster disana untuk memeriksa kan dirinya di Dokter Alex, namun suster sudah menjelaskan bahwa Dokter Alex sudah tidak bisa menerima pasien lagi dikarenakan mau pulang kerumahnya, tapi Kimmy tetap ngotot akhirnya suster pun menyampaikan nya pada Dokter Alex.


"Permisi Dok" ucap suster.


"Ada apa sus?" tanya Dokter Alex yang sudah bersiap hendak pulang.


"Ada pasien yang ngotot ingin diperiksa oleh Dokter" jawab suster.


"Yasudah biarkan masuk" ucap Dokter Alex.


Tak lama Kimmy dipersembahkan masuk, sebelumnya Kimmy sudah berpakaian sangat sexy sehingga bentuk lekuk tubuhnya sangat terlihat jelas, Kimmy juga memakai riasan diwajahnya dengan sedikit tebal bukan seperti pasien sakit pada umumnya melainkan seperti hendak berpesta.


Kimmy mengetuk pintu ruangan Dokter Alex.


"Ya masuk" ucap Dokter Alex.


Kimmy akhirnya masuk kedalam ruang Dokter Alex, seketika Dokter Alex menatap wajah cantik Kimmy dan tubuh sexy Kimmy yang saat ini tepat berada didepannya namun Dokter Alex berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaan nya.


"Kamu?" ucap Dokter Alex.


"Iya Dok, kenapa apa pelakor seperti saya ini tidak berhak mendapatkan pengobatan, lalu begitu saya permisi" jawab Kimmy dan segera bergegas untuk keluar ruangan.


"Tunggu, saya tidak pernah bilang seperti itu semua orang layak menerima pengobatan medis silahkan duduk" ucap Dokter Alex.


"Terimakasih Dok" ucap Kimmy sambil segera duduk dikursi pasien.


"Ada keluhan apa?" tanya Dokter Alex.


"Sebelumya aku mau tanya apa Dokter mengenal aku?" tanya Kimmy.


"Saya gak begitu mengenal kamu hanya pernah sekilas melihat dari kejauhan saja, bahkan bertemu secara langsung dengan kamu pun saya baru kali ini si, saya hanya dengar kamu dari Melodi dan orang-orang sekitar" jawab Dokter Alex.


"Jadi ini pertemuan pertama kita ya" ucap Kimmy melebarkan senyum nakal nya.


"Ya begitu, jadi apa keluhan yang kamu rasakan?" jawab Dokter Alex.


"Perut saya sakit sekali Dok" jawab Kimmy sambil menggigit-gigit bibir bawahnya.


"Kamu telat makan kemarin? atau kamu makan apa saja kemarin?" tanya Dokter Alex.


"Em, saya sering telat makan Dok, kemarin saya hanya makan nasi dan ayam goreng saja" jawab Kimmy.


Lalu dengan sengaja Kimmy mulai menyibakan rambut yang sedari tadi menutupi bagian dadanya dan membuat bagian dada Kimmy sedikit terlihat, membuat Dokter Alex akhirnya sedikit menundukkan kepalanya.


"Apa kamu ada makan pedas?" tanya Dokter Alex.


"Engga si Dok" jawab Kimmy.


Baiklah coba berbaring disana" ucap Dokter Alex.


Kimmy pun berbaring dikasur khusus pasien, Dokter Alex segera menghampiri dengan membawa stetoskop nya.


"Maaf ya" ucap Dokter Alex yang membuka sedikit baju Kimmy agar tangannya bisa memeriksa bagian perut Kimmy.


Kimmy pun tiba-tiba mengangkat bajunya lebih tinggi hingga nyaris hampir terlihat bagian dadanya.


"Maaf tidak perlu diangkat setinggi itu bajunya" ucap Dokter Alex yang mulai keringetan.


"Oh kirain saya Dokter kesulitan memeriksa perut saya kalau bajunya tidak dinaikan" jawab Kimmy yang tersenyum menatap Dokter Alex.


"Dokter Alex memalingkan pandangannya dari Kimmy berusaha untuk tetap Fokus dengan pemeriksaan.


"Apa dibagian ini sakit?" tanya Dokter Alex sambil menekan perut bagian tengah atas Kimmy.


"Aduhhh" Kimmy berteriak.


Tiba-tiba bangun dari tidurnya dan bersandar ketubuh tegap Dokter Alex.


"Sakit Dok, yang tadi Dokter pegang" ucap Kimmy.


"Yasudah kamu tenang, tarik nafas dulu" ucap Dokter Alex sambil menepuk-nepuk bahu Kimmy.


Kimmy enggan lepas dari dekapan Dokter Alex malah dengan sengaja dia menempelkan bagian dadanya ke tubuh Dokter Alex, seketika Dokter Alex mulai terangsang hingga menimbulkan sesuatu yang tengah tertidur jadi bangun.


Tak ingin terlena Dokter Alex buru-buru melepaskan Kimmy dan menyuruh nya kembali tiduran, Kimmy pun dengan puasnya tersenyum.


Setelah selesai diperiksa dan diberikan resep Kimmy pun meninggalkan Dokter Alex diruanganya.