Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Kecemasan Meira


Neneng buru-buru pergi kekedai bakmi untuk menyampaikan berita hot hari ini, dengan semangat 45 nya Neneng masuk kedalam kedai yang tengah ramai oleh para pelanggan dan tanpa basa-basi langsung menghampiri Meira dan Susan.


"Sedulur udah atuh entar lagi nya lap-lap mejanya ini teh ada hot news kitu cerita panas tea" ucap Neneng.


"Ih Teh Neneng mah bosen ah palingan juga ngegosipin janda-janda yang mau kawin lagi" jawab Susan.


"Ada apa si Neng?" tanya Meira.


"Eh eh eh ari maneh teh Susan bukan tentang janda kawin lagi atuh gosip hari ini, ini mah benar-benar berita penting" jawab Neneng.


"Buruan Neng apaan?" tanya Meira yang sudah penasaran.


"Tadi teh yah Neneng bertemu si sundel Kimmy diujung jalan sana, busett pisan eta budak teh si Kimmy tuh ya Ci Mei dandan mamake lipstik tea terus teh nya eta make kaos yang ketat pisan edun pisan sampe si kedua gunung kembarnya teh nongol sedikit dari balik kaosnya" jawab Neneng.


"Ya kan emang semenjak udah ga pake seragam sekolah lagi si Kimmy makin berani pakaian nya Neng" ucap Meira.


"Iya kan bukan anak SMA lagi Teh Neng si Kimmy semenjak di DO jadi bebas pake baju apa saja dia tuh" jawab Susan.


"Eleuh eleuh nya beda Ci Mei ini mah sesuatu fenomena alam atuh ih Neneng teh ngeliat si Kimmy nenteng rantang makanan, sok geura dipikirkan buat siapa makanan itu dan kemana si Kimmy nganterin rantang makanan nya?" ucap Neneng.


"Iya juga si Teh Neng, jangan-jangan si Kimmy berselingkuh dari Pak Sam dan sekarang nganterin bekel untuk selingkuhannya" ucap Susan.


"Tag eta tea Dan pinter kamu teh" ucap Neneng.


Mendengar perkataan Neneng dan Susan, seketika Meira dihinggapi rasa cemas terlintas dalam pikiran Meira apakah Kimmy mengantar rantang makanan itu untuk Gewa?


"San kamu bisa handle bakmi sendiri engga?" tanya Meira dengan panik.


"Bisa kok Ci Mei, kan ada Teh Neneng yang akan bantuin Susan mumpung dia cuti kapan lagi ya kan" jawab Susan.


"Ih mani ngarep kamu teh saya bantuin San, tapi ya sudah atuh kalau Ci Mei teh ada keperluan ya tidak apa-apa sok mangga" ucap Neneng.


"Iya saya lupa Neng tadi pagi Gewa minta saya antarkan bakmi keklinik nya, saya tinggal ya San" jawab Meira dengan terburu-buru membungkus satu bakmi dan segera berlalu pergi.


Krekkkk......


Didalam ruangan praktek Dokter Gewa tengah memeriksa seorang pasien laki-laki, mereka pun kaget dengan Meira yang tiba-tiba menerobos masuk kedalam ruangan praktek Dokter Gewa.


Meira pun terdiam dan meminta maaf lalu kembali menutup pintu ruangan itu, Meira berdiri didekat ruangan Dokter Gewa sambil memikirkan tindakannya kali ini.


Setelah selesai memeriksa pasien dan pasien itupun sudah keluar dari ruangan Dokter Gewa, Dokter Gewa pun keluar menemui Meira yang tengah berdiri mematung bersandar pada tembok.


"Mei ada apa? apa ada yang membuat pikiran kamu terganggu?" tanya Dokter Gewa.


"Engga Ge maafkan aku" jawab Meira.


"Mei kamu masih berpikiran aku sama seperti Sam?" tanya Dokter Gewa.


"Engga gitu maksudnya Ge aku hanya takut kamu akan tergoda oleh Kimmy" jawab Meira.


Dokter Gewa pun tertawa karena tidak habis pikir Meira takut akan hal yang Dokter Gewa sendiri saja tidak pernah merasa tertarik dengan wanita lain selain Meira apalagi tertarik dengan wanita macam Kimmy yang tidak ada bedanya dengan psk pinggir jalan.


"Mei tidak pernah sedikitpun aku ada pikiran untuk berpaling dari kamu apalag sampai berpaling pada wanita yang sudah jelas-jelas kelakuannya macam psk lima ribuan" jawab Dokter Gewa.


Meira pun tersenyum dan memeluk Dokter Gewa kini hatinya sudah disebutkan oleh kata-kata yang terlontar dari mulut suaminya itu.


"Baiklah sebagai permintaan maaf aku, nih aku kasih kamu bakmi paling enak dikota ini" jawab Meira.


"Kalau begitu kebetulan sekali aku sudah lapar, sekarang isteri aku tersayang ini mau engga menemani aku makan siang?" tanya Dokter Gewa.


"Sayangnya isteri tersayang kamu ini pemilik kedai bakmi yang sangat ramai sekali jadi engga bisa sayangku" jawab Meira.


"Yasudah kalau begitu sebagai gantinya nanti malam saja" ucap Dokter Gewa sambil mengedipkan matanya.


Meira pun paham apa yang dimaksud oleh suaminya itu, tagihan rutin setiap malam.