Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Murka nya Adeline


Kimmy mengayunkan pisau ditangannya, beruntung Sam, datang tepat waktu dan langsung memegangi kedua tangan Kimmy disusul Meira yang segera menghampiri Melodi Neneng yang menghampiri Dokter Alex sudah tak sadarkan diri bersimbah darah.


Sam pun mengikat kedua tangan Kimmy dengan gesper miliknya Kimmy tak henti-hentinya berteriak minta dilepaskan.


"Lepas Sam aku harus membunuh Melodi dan juga Meira agar bisa menikah dengan Dokter Alex dan Dokter Gewa wanita bodoh seperti mereka tak layak dicintai oleh Dokter Alex atau pun Dokter Gewa" teriak Kimmy.


Pakkkkkkkkkkkk........


Sam yang tak pernah kasar dengan wanita pun mengeluarkan tamparannya dipipi Kimmy membuat sejenak Kimmy terdiam, segera Sam menghubungi polisi dan ambulans setempat agar segera datang ke lokasi.


Dokter Alex sama sekali tidak membuka matanya meski Neneng berusaha menyadarkan nya sedangkan Melodi masih bisa tersenyum pada Meira meski darah segar tak henti-hentinya keluar dari daerah sensitif nya akibat Melodi jatuh dengan sangat keras sehingga kandungnya mengalami pendarahan hebat.


"Mel kamu wanita kuat kamu dan bayi ini pasti akan selamat kamu bertahan ya Mel" ucap Meira sambil menangis tak tahan melihat kondisi sahabatnya seperti ini.


Ngiungggggg..............


Suara sirine ambulans dan juga polisi datang dengan cepat Melodi dan Dokter Alex segera dilarikan kerumah sakit sedangkan Kimmy dipakaikan borgol dikedua tangannya dan diseret masuk kedalam mobil polisi.


Sampai dirumah sakit Meira dan Neneng tak henti-hentinya menangis Melodi harus segera dioperasi karena pendarahan hebat mengharuskan nya melahirkan lebih cepat dan Dokter Alex harus menerima sedikitnya belasan jahitan diperutnya.


Sam pun berusaha menenangkan Meira, Neneng segera menelepon Dokter Gewa untuk segera menuju rumah sakit.


"Mei seharusnya aku yang pantas berada diruang operasi itu bukan Melodi, maafkan aku Mei aku sudah berusaha keras untuk melindungi Melodi aku bahkan tidak jadi menceraikan Kimmy setelah aku tau bahwa Alex adalah ayah dari anak yang dikandung Kimmy" ucap Sam sambil terisak tangis.


Hikzzzzs.....hikzzzzzz..


Meira hanya bisa menangis dan bersandar ke tembok karena lemas melihat kondisi Melodi seperti itu, begitu juga Neneng yang hanya bisa menangis dan melamun karena sangat syok untuk pertama kalinya menyaksikan peristiwa yang sangat mengerikan seperti itu.


Tak lama Dokter Gewa datang dan memeluk Meira.


"Mei ada apa kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya Dokter Gewa.


Meira pun pingsan dipelukan Dokter Gewa membuat Sam dan Neneng semakin khawatir saat ini keadaan penuh dengan dramatis dan kesedihan, tak lama beberapa polisi datang untuk meminta Sam menjadi saksi atas peristiwa nahas itu dan membawanya kekantor polisi.


Dikantor polisi dengan tangan yang diborgol Kimmy diintrogasi sebagai tersangka utama dirinya sama sekali tak mau bicara ketika polisi mengajukan beberapa pertanyaan hanya tertunduk, terdiam, dan tersenyum sinis.


Polisi pun menyuruhnya mengganti baju dengan baju orange khas nya tahanan sel Kimmy pun resmi menjadi penghuni hotel prodeo dia dijebloskan di sel wanita yang berisi sekitar sepuluh orang sel tahanan yang cukup sempit hingga tatapan-tatapan tajam dari para narapidana.


Adeline dan Susan yang sudah ditelepon mendapat kabar buruk oleh Neneng untuk segera kerumah sakit segera kesana ketika sampai melihat Meira yang masih terus menangis dan ruang operasi yang belum juga terbuka membuat Susan dan Adeline ikut menangis memikirkan nasib Melodi.


"Bu Neneng sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Adeline.


"Iya Teh kok bisa Dokter Alex dan Melodi terlibat sama wanita gila itu?" tanya Susan.


"Jadi teh ternyata Dokter Alex ayah dari anak yang dikandung Kimmy nah si Kimmy minta tanggung jawab terus Mba Mel teh ngikutin Dokter Alex pas mau nemuin si Kimmy ga tau kenapa si Kimmy teh sampai membabi buta kitu menyakiti keduanya" jawab Neneng.


"Eh Adel arek kamana kamu teh duh ya jangan bikin Neneng tambah stres kieu atuh duhh Gusti Neneng bener-bener hayang pingsan tapi teh kumaha teu bisa pisan" ucap Neneng sambil masih terisak tangis.


Adeline pergi menuju kantor polisi mengunjungi salah satu teman SMA nya yang dulu ditangkap akibat kasus pencurian baju di toko.


"Adel kamu tumben kesini jengukkin aku?" ucap temen Adeline yang merupakan salah satu tahanan wanita disini.


"Kamu mau duit engga?" tanya Adeline.


"Mau lah Del mana sini duitnya" jawab temennya.


Adeline membawa segepok uang berwarna merah dan memberikan nya pada temannya itu.


"Nih duit buat kamu semua asal kamu bicara sama pemimpin tahanan wanita yang paling ditakutin disini buat ngerjain tahanan yang baru masuk buat dia terserah mau babak belur atau mati sekalipun" ucap Adeline.


"Busettt Del kamu sekarang badass banget, beres itu mah tahanan baru yang cakep banget itu ya?" tanya temannya Adeline.


"Cakep dari mana udahlah pokoknya aku kasih waktu tiga hari untuk denger kabar nya, kerjain dia sampai dia ga pengen lagi hidup didunia ini, dia pelakor sekaligus juga mencelakai banyak orang jadi kamu hati-hati juga" jawab Adeline.


"Busett Boss tahanan paling kejem disini kan benci banget sama pelakor lah alamat mampus tuh cewek" celetuk temannya.


"Oke sip bagus, kalau gitu aku permisi nanti kalau aku puas sama hasil kerja kamu aku tambahin uang nya" ucap Adeline.


Adeline pun kembali kerumah sakit dirinya benar-benar marah dan murka mengetahui Melodi mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kimmy.


Sesampainya dirumah sakit Adeline dan yang lainya berkumpul begitu juga dengan Sam yang sudah selesai memberikan kesaksian nya atas kasus ini mereka berdoa bersama untuk keselamatan Melodi dan Dokter Alex.


Tak lama Dokter yang memberikan penanganan terhadap Dokter Alex memberikan kabar bahwa Dokter Alex sudah membaik setelah lukanya mendapatkan belasan jahitan, hanya tinggal Melodi yang masih menjalani operasi.


Tak lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan operasi semua orang mendadak berhenti menangis dan mendengarkan tangisan bayi itu.


"Ci Mei denger kan itu suara bayi Mba Mel" ucap Susan.


Meira pun mulai tersenyum mendengar suara tangisan bayi Melodi.


"Iya San syukurlah Melodi berhasil melahirkan bayi nya" jawab Meira.


Dokter dari dalam ruangan Melodi pun membuka pintu ruangan operasi untuk membawa bayi keruangan inkubator karena bayi lahir secara prematur.


"Loh Sus mau dibawa kemana bayi nya?" tanya Meira.


"Bayi lahir secara prematur jadi untuk sementara akan diberikan perawatan diruangan inkubator kami permisi dulu" jawab Suster.


Pintu ruangan operasi kembali tertutup rapat, menjadi tanda-tanya kenapa belum juga selesai operasi Melodi.