Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Anak tujuh tahun


Tujuh tahun berlalu.....


Sam tak pernah lagi mengunjungi Kimmy sejak dirinya mengurus bayi yang dilahirkan Kimmy bayi kecil itu diberi nama olehnya Alexa Shaqueena kini tujuh tahun sudah berlalu dan Alexa tumbuh menjadi sosok anak yang pintar, cantik, dan pemberani.


Meski kerap sekali dirinya bersedih karena Sam tak pernah memberitahunya siapa Ibunya hal ini juga yang menjadikan Alexa sebagai bahan ejekan diantara teman-teman sebayanya namun Alexa selalu melawan karena dia memiliki sikap pemberani dan juga Alexa pasti akan membalas setiap kali teman-teman sebayanya mengejek dirinya dengan hal yang sama.


"Eh temen-temen Alexa kan lahir batu buktinya dia tidak punya ibu" ujar salah satu anak kecil perempuan sebayanya.


Ahahhahahhaha....


Teman-teman sebaya lainya ikut menertawakan Alexa meski kesal namun Alexa tetap tenang tak lama guru mengajar dikelas Alexa dan meminta salah seorang murid yang bisa mengerjakan soal perkalian dipapan tulis tak lama murid perempuan yang mengejek Alexa mengangkat tangannya untuk maju kedepan mengerjakan soal perkalian itu dia pun mulai melangkahkan kakinya kedepan.


Siapa sangka Alexa yang duduk dibangku dua baris didepan meja guru menyelengkat anak perempuan itu hingga anak itu jatuh tersungkur kelantai dan menangis.


Bughtttttttt......


Aaaaaaaaaaaa sakit, tangis anak perempuan itu nyaring terdengar dan dengan tenangnya Alexa langsung berusaha membangunkannya seolah-olah dia ingin menolong anak perempuan yang sudah mengejeknya.


Guru pun segera menghampiri dan menenangkan murid perempuan itu.


"Kamu tidak apa-apa? pasti sakit sekali ya" Alexa memasang wajah kasihan.


"Jangan sentuh aku, Bu guru Alexa yang membuat aku jatuh dia nakal jahat" hikzzzzz....hikkzzzzz.


"Kamu tidak boleh menuduh Alexa seperti itu dia yang langsung menghampiri untuk menolong kamu" ucap Bu guru yang tak melihat kaki Alexa yang menyelengkat anak perempuan itu.


Hikzzzzz,,,,, hikzzzzz anak itu terus menangis kesakitan dan didudukan dikursi guru, Bu guru segera pergi ke UKS sekolah untuk mengambil kotak obat saat Bu guru tengah mengambil kotak obat Alexa langsung berbisik pada anak perempuan tadi.


"Jangan pernah mengejek aku lagi atau aku buat kamu menangis lagi" bisik Alexa.


Sontak itu membuat tangisan anak perempuan tadi semakin menjadi-jadi dan ketakutan pada Alexa, Alexa pun kembali duduk dikursinya dengan tenang.


Di kota kecil Alice tumbuh menjadi sosok periang dan lucu meski tidak terlalu pintar namun Alice adalah anak yang sangat baik hati juga sangat disenangi oleh teman-teman sebayanya.


"Kamu cantik sekali Alice apa kamu ada keturunan artis kenapa wajah kamu sangat cantik?" goda salah satu teman laki-laki sebayanya.


"Ah hentikan aku jadi malu" Alice tersenyum.


"Iya bagaimana kamu bisa menggoda Alice seperti itu masih kecil saja kamu sudah mata keranjang" ujar teman perempuan Alice.


"Sudah-sudah kita bermain petak umpet saja ayo Alice" ajak teman perempuan lainya.


Alice dan beberapa teman sebayanya pun berkumpul di depan kelasnya untuk bermain petak umpet kali ini giliran Alice yang berjaga dan menutup matanya sedangkan teman-temannya pergi bersembunyi ketika Alice membuka mata seorang anak laki-laki paling pintar disekolah mereka dan paling tampan yang kerap kali membuat para murid perempuan sangat kagum melihat ketampanannya lewat di depan Alice.


Ya dialah Abian Delta Amor putera dari Meira dan Dokter Gewa yang satu sekolah bahkan satu kelas dengan Alice sejak kecil Abian sangat pendiam dan hanya menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar tanpa pernah bermain.


"Bian" sapa Alice.


Langkah kaki Abian pun terhenti dan melirik kearah Alice.


"Ada apa aku sedang sibuk membaca" seru Abian dengan sikap dinginnya.


"Apa kamu sudah tidak pernah dijemput lagi oleh Tante Meira?" tanya Alice.


"Memangnya aku kau, yang masih merengek jika tidak dijemput" sinis Abian.


"Em aku kan masih kecil Mamah bilang aku harus selalu dijemput agar tidak ada yang menculik aku" jawabnya.


"Aeuh siapa juga penculik yang akan menculik anak cengeng seperti kamu" seru Abian yang menggelengkan kepalanya lalu pergi berlalu dari hadapan Alice.


"Apa! kenapa dia selalu mengejek aku dasar anak nakal" celetuk Alice.


Jam kepulangan Sekolah Dasar pun sudah berbunyi seperti biasanya Melodi sudah standbye didepan gerbang sekolah Alice buru-buru berlari untuk menghampiri Melodi.


"Mamah sebaiknya Mamah tidak usah menjemput aku lagi, cepat cepat pergilah!" usir Alice.


"Kenapa kamu mengusir Mamah Alice?" Melodi kebingungan.


"Sudah tidak ada waktu lagi, aku akan pulang dengan Abian pokoknya aku tidak mau lagi jadi anak yang cengeng Mamah pergi saja" rengek Alice.


"Astaga anak ini, tapi benar ya kamu pulang dengan Abian jangan sampai pulang sendiri dan ingat jangan pernah menerima makanan atau minuman dari orang tidak dikenal dan" Melodi mengingatkan Alice.


"Iya baiklah hadehh anak ini kalau ada mau nya" Melodi pergi membawa mobilnya dari sekolahan Alice.


Yang ditunggu-tunggu oleh Alice akhirnya keluar gerbang juga Abian seperti biasanya berangkat dan pulang sekolah menggunakan sepeda yang ada boncengannya.


Alice pun menghentikan laju sepeda yang dikendarai Abian.


"Stop,,, stop" Alice secara tiba-tiba memberhentikan Abian.


"Astaga kau, bikin aku kagok saja minggir lah!" sinis Abian.


"Bian aku tidak dijemput oleh Mamah" ucap Alice dengan memasang wajah memelas.


"Lalu apa urusannya denganku?" Abian cuek.


"Apa kamu tidak bisa membonceng aku di sepeda itu" lirik Alice.


"Tidak kamu pikir kamu tidak berat" jawab Abian.


"Baiklah aku akan pulang sendiri, kamu benar-benar tidak perduli jika ada orang Asing yang menculik aku" ujar Alice yang bersedih.


"Yasudah" cuek Abian yang langsung pergi menggunakan sepeda nya.


Alice hanya menatap kepergian Abian dari hadapannya yang sama sekali tidak peduli dengannya Alice pun menundukkan wajahnya dan berjalan sendirian secara perlahan.


Tiba-tiba sebuah Abian berbalik arah dan menghampiri nya berhenti disamping Alice.


"Ayo naik" ajak Abian dengan wajah datarnya.


"Bian kamu kembali" girang Alice.


"Cepat naik atau aku berubah pikiran" jawab Abian.


Alice pun segera duduk di sepeda kursi belakang dengan senangnya Alice berpegangan pada baju Abian sepanjang perjalanan pulang kerumahnya Alice tersenyum bahagia bisa dibonceng di sepeda oleh Abian.


"Menyusahkan" celetuk Abian.


"Kenapa kamu bilang aku menyusahkan?" Alice sedikit kesal.


"Kenapa lagi gara-gara membonceng kamu aku harus mengayuh menggunakan dua kali tenaga ku" sinis Abian.


Alice yang mendengar keluhan Abian ngambek dan meminta untuk turun dijalanan.


"Aku mau turun" hikzzzzz,,,, hikzzzzz Alice menangis.


"Dasar cengeng" celetuk Abian.


Alice pun menangis dan merengek untuk turun dari sepeda sehingga membuat sepeda oleng.


"Alice berhenti lah kita bisa terjatuh" teriak Abian.


"Pokoknya aku mau turun kamu nakal Bian kamu bilang aku menyusahkan" Alice menangis dan merengek


Dan sepeda semakin oleng tak terkendali kekiri dan kekanan tidak seimbang dan.


Brakkkkkkkkk.....


Visual Alexa



Visual Alice



Visual Abian