
Dirumah sakit Kimmy tertidur disamping Sam yang masih saja dalam kondisi kritis, sementara Ibunya pulang kekota kecil karena besok beliau sudah harus kembali bekerja ditoko sembako milik saudaranya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam tiba-tiba jari telunjuk Sam bergerak-gerak walau gerakannya sangat sedikit semakin lama Sam semakin bisa menggerakkan semua jari-jarinya seakan Sam berusaha keras untuk bisa bangun dan pulih lalu tak lama Sam tersadar dan membuka kedua matanya secara perlahan.
Dilihatnya Kimmy tertidur disampingnya diangkatnya satu tangannya sedikit demi sedikit Sam pun berhasil menggerakkan tangannya dan menyentuh pipi Kimmy, Kimmy yang merasakan ada sesuatu dipipinnya kemudian terbangun dari tidurnya dilihatnya tangan Sam yang memegangi pipinya dan melihat Sam telah membuka kedua matanya.
"Sam kamu sudah sadar? tunggu disini aku akan panggilkan Dokter dulu" ucap Kimmy yang langsung segera mencari Dokter.
Dokter pun masuk untuk memeriksa keadaan Sam saat ini, setelah dipastikan Sam baik-baik saja Dokter pun memberitahukan kabar baik ini pada Kimmy.
"Syukurlah Pak Sam sekarang sudah melewati masa kritisnya" ucap Dokter.
"Jadi suami saya sekarang sudah sembuh total Dok?" tanya Kimmy.
"Seperti yang dilihat dari hasil Rontgen kemarin bahwa Pak Sam sudah bersih dari tumor dikepalanya karena memang jenis tumor Pak Sam tergolong tumor jinak, hanya perlu masa pemulihan saja agar Pak Sam dapat beraktifitas seperti biasanya" jawab Dokter.
"Terimakasih banyak ya Dok" ucap Kimmy.
"Iya sama-sama kalau begitu saya permisi ya" jawab Dokter.
Kimmy pun merasa senang Sam akhirnya bisa melewati masa kritisnya.
"Sam apa kamu mengenali aku?" tanya Kimmy.
"Kim aku ini sakit tumor bukan amnesia kenapa kamu bertanya aku ingat kamu atau tidak" jawab Sam.
"Kalau begitu coba lihat ini jari aku menunjukkan angka berapa?" tanya Kimmy lagi mulai mengacungkan ke tiga jari tangannya kedepan mata Sam.
"Kim aku kan sakit tumor bukan buta, tentu aku tau itu angka tiga" jawab Sam sedikit keanehan dengan kelakuan Kimmy.
"Wah Jadi kamu sudah benar-benar sembuh Sam sekarang, syukurlah" ucap Kimmy tersenyum.
"Tentu saja aku apa kamu pikir wanita itu yang menemani kamu, asal kamu tau ya Sam aku terjaga siang dan malam aku engga bisa tidur memikirkan kamu yang kritis dua hari ini, aku sampai gak ***** makan" jawab Kimmy sedikit ngedrama.
"Maafin aku ya Kim atas semua sikap aku selama ini sama kamu aku sudah menyia-nyiakan isteri sebaik kamu" ucap Sam sambil matanya berkaca-kaca.
"Aku selalu memaafkan kamu Sam, aku berdoa siang dan malam untuk kesembuhan kamu aku juga tidak pernah beranjak dari samping kamu Sam aku benar-benar takut kehilangan kamu Sam" ucap Kimmy.
"Aku janji Kim, setelah aku keluar dari rumah sakit ini aku akan bekerja sangat giat untuk membahagiakan kamu aku juga ingin sekali kita cepat memiliki momongan" jawab Sam yang sudah mulai termakan oleh dramanya Kimmy.
"Iya Sam aku akan selalu ada disisi kamu agar kamu cepet pulih, dan kita akan memiliki banyak keturunan yang ganteng seperti kamu dan cantik seperti aku" jawab Kimmy.
Sam pun tersenyum kini dia sudah mulai bisa melupakan Meira dan akan lebih menghargai Kimmy yang selama ini tulus menemaninya dikala sakit.
"Sam,,,,Sam aku memang masih butuh kamu untuk sementara waktu ini dan ternyata kamu gampang sekali aku bohongi untung saja pas kamu sadar kebetulan aku lagi disini biasanya aku kan berkencan dengan dia" ucap Kimmy dalam hatinya.
Hari-hari berlalu begitu cepat Sam kini sudah pulih hanya saja masih diperlukan untuk check up sebulan sekali kerumah sakit untuk memastikan sel-sel tumor benar-benar tidak tumbuh kembali. Sam pun sudah bisa kembali bekerja dikantor nya dia benar-benar bekerja dengan sangat giat bahkan selalu bekerja lembur agar bisa mendapatkan uang lebih.
Kimmy pun tidak berbuat yang aneh-aneh lagi sekarang entah dia benar-benar sudah insyaf atau karena dia takut dimasukan kerumah sakit jiwa oleh Ibunya.
Rasanya kota kecil ini damai untuk saat ini, penduduk kota kecil ini sudah tidak lagi resah oleh kelakuan Kimmy.
Kedai bakmi Meira yang semakin ramai pengunjung dikarenakan wisatawan yang datang untuk berlibur dipantai pasir putih dari dalam dan luar kota sangat membeludak akhir-akhir ini tak jarang wisatawan Asing pun sudah mulai banyak yang berkunjung untuk berlibur dipantai pasir putih ini.
Kehamilan Melodi sudah akan memasuki empat bulan Meira, Neneng, Susan, Adeline serta para tetangga dekat rumah tengah disibukkan untuk membantu persiapan keempat bulanan Melodi.
Ada yang sedang memasak sambal goreng kentang, ada yang memasak telor balado, orek tempe, sambal, dan ada yang memotong-motong sayuran untuk dijadikan acar, ada juga yang menggoreng ayam, bihun goreng dan yang pasti yang paling banyak digemari masyarakat apalagi kalau bukan rujak kesukaan ibu-ibu hamil.
Dokter Gewa dan Dokter Alex pun sampai membantu turun tangan membuat risoles, pastel walau hasil pastel bikinannya tak sempurna seperti bikinan emak-emak pada umumnya tapi good job lah buat laki-laki yang mau membantu urusan dapur.