
Hampir satu jam Sam tak sadarkan diri begitu Sam sadar dia merasakan sakit dibagian punggungnya sepertinya itu pukulan sebuah balok kayu, listrik pun sudah kembali menyala.
"Aw,,, punggungku kenapa sakit sekali apa yang terjadi sebenarnya" Sam berusaha mengingat kejadian sebelum dirinya dipukul dan pingsan barulah dia ingat teriakan Kimmy meminta tolong saat itu.
"Kim Kimmy dimana kamu Kim?" Sam mencari kesetiap sudut rumah namun Kimmy menghilang sadar bahwa Kimmy telah diculik Sam segera pergi untuk melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Pagi harinya warga sempat geger dengan kedatangan polisi untuk menyelidiki kasus penculikan Kimmy banyak warga yang turut datang ke TKP untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi polisi memeriksa beberapa saksi disekitar tempat tinggal Kimmy, tetapi polisi mengalami sedikit kendala karena tidak ada CCTV disekitar tempat kejadian, hanya ada satu CCTV itupun lumayan cukup jauh dari kediaman Kimmy.
Meira, Melodi, Neneng, Susan dan Adeline ikut berkerumun bersama warga lainnya Melodi yang melihat Sam sedang berdiri terdiam menghampiri nya.
"Sam kok bisa si Kimmy diculik?" tanya Melodi.
"Entahlah Mel kejadiannya begitu cepat, kamu tidak istirahat dirumah Mel sepertinya kandungan kamu sudah sangat besar?" tanya Sam.
"Iya Sam sudah delapan bulan tapi aku ingin melihat keadaan kamu setelah mendengar berita penculikan itu syukurlah kamu tidak apa-apa" ucap Melodi.
"Ci Mei itu teh polisi engga ada kerjaan lain yang lebih penting apa nya? ku naon atuh malah sibuk nyariin si sundel biarin we si Kimmy itu diculik kan damai ieu kota" celetuk Neneng.
"Ya engga bisa gitu Neng kan si Kimmy lagi hamil otomatis ada dua nyawa yang hilang ya harus dicari" jawab Meira.
"Udah ayo ah kita mending ngobrol dikedai aja yuk!" ajak Susan.
Mereka pun meninggalkan kediaman Kimmy karena sudah terobati rasa penasaran nya
Sementara itu Kimmy baru sadar karena sinar matahari mulai menyelusup kesetiap celah jendela kamar disuatu rumah yang sangat sepi dan hening seperti tidak berpenghuni dengan bangunan yang sudah cukup tua.
"Ini dimana aku? aw kepala ku pusing sebenarnya kenapa aku bisa ada disini?" Kimmy bertanya-tanya.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam kamarnya tapi posisi Kimmy terikat dikursi yang membelakangi pintu kamar sehingga dirinya tidak dapat melihat siapa sosok dibalik penculikan nya.
"Siapa kamu? dan kenapa kamu menculik ku?" teriak Kimmy.
Perlahan sosok itu memutar kursi yang mengikat Kimmy menghadap ke dirinya, Kimmy pun melihat sosok itu yang ternyata adalah Gio.
"Gio? ngapain si kamu kaya gini udah engga waras kamu ya?" ucap Kimmy.
"Iya aku memang sudah tidak waras Kim, ini semua karena kamu Kim kamu yang sejak kita masih duduk dibangku sekolah selalu menolak aku, tapi kemudian kamu mau bercinta dengan ku kamu terus menerus mempermainkan perasaan aku Kim" teriak Gio.
"Aku engga akan pernah lepasin kamu sebelum kamu menceraikan Pak Sam dan kembali bersama aku, aku hampir gila setiap malem memikirkan kamu Kim aku selalu ingin menghirup wangi aroma tubuh kamu" jawab Gio.
"Tolong,,,, tolong,,, Gio aku mohon aku sedang hamil lepaskan aku Gi aku mohon" Kimmy berusaha meminta belas kasihan Gio.
"Percuma kamu teriak sayang rumah ini jauh dari mana-mana, justru itu sayang aku tau kehamilan kamu sudah besar, kamu harus aku temani hingga melahirkan karena aku ayah dari bayi itu Kim" teriak Gio.
"Sudah berapa kali aku bilang ini bukan anak kamu, kamu pikir aku hanya melakukan nya dengan kamu saja Gi? kamu salah besar karena aku pastikan anak ini bukan anak kamu" teriak Kimmy.
"Aku tidak percaya sama ucapan kamu Kim, itu pasti anakku kita sudah sangat sering melakukannya Kim aku, aku yang berhasil menghamili kamu" jawab Gio.
"Setiap aku bercinta dengan kamu aku selalu meminum pil KB jadi anak ini bukan anak kamu, tapi anak laki-laki itu" teriak Kimmy.
"Kamu benar-benar membuat aku marah Kim" teriak Gio yang langsung melepaskan ikatan tali yang mengikat Kimmy dikursi lalu Gio menyeret Kimmy keatas kasur lalu diikat nya kedua tangan Kimmy di kiri dan kanan ranjang begitupun kedua kaki Kimmy yang di ikat di kiri dan kanan ranjang hingga membuatnya terbuka lebar.
"Kamu mau apa Gi, aku mohon lepasin aku Gi lepas Sam pasti akan mencari aku kamu akan dijebloskan kedalam penjara jika tidak melepaskan aku sekarang juga" Kimmy mulai berteriak-teriak.
"Tenang sayang kita hanya akan melakukan apa yang sering kita lakukan selama ini, dan sekarang kita bisa melakukan nya setiap saat tanpa ada yang mengganggu kita" jawab Gio.
Gio mulai melepaskan pakaian nya satu persatu begitu juga dengan pakaian Kimmy yang dirobek dan habis semua dilucuti oleh Gio dengan kasarnya, sepertinya bercinta dengan Kimmy sudah menjadi candu untuk Gio hingga dia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi sekarang.
Gio mulai menancapkan rudal miliknya dengan kasar kearea sensitif Kimmy sesekali Gio membekap mulut Kimmy dengan ci* man nya.
Hampir satu Minggu polisi belum juga menemukan Kimmy dan selama satu Minggu itu juga Gio selalu memper* kosa Kimmy tak kenal waktu, hingga polisi menemukan mobil pick up yang selama ini dicari-cari mereka karena tertangkap oleh cctv setelah didatangi ternyata itu pick up sewaan dan yang menyewa tentu saja atas nama Gio.
Polisi pun mulai mengintai Gio yang kerap kali membeli berbagai macam makanan diminimarket untuk dibawanya kerumah tempat dia menyekap Kimmy, setelah target didapat polisi mengikuti Gio dan tepat didepan rumah kosong itu Gio ditangkap tanpa perlawanan.
Polisi kemudian menemukan Kimmy dengan kondisi ber te* lan* jang serta mulut dibekap lakban hitam dan tangan serta kaki yang masih terikat di ranjang.
Setelah memakai pakaiannya kembali polisi membawa Kimmy kerumah sakit untuk diperiksa apakah terdapat luka serius atau tidak Sam pun sudah dihubungi dan segera menuju kerumah sakit, Kejadian itu cukup membuat psikis Kimmy semakin terganggu hingga dirinya kini hanya diam lalu tanpa sebab yang jelas dia tertawa kegirangan.
Warga yang sudah mengetahui Gio pelaku dari penculikan kaget karena Gio dikenal sebagai anak yang ramah dan baik hati suka menolong warga yang membutuhkan pertolongan.
Kini Gio harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mendekam dipenjara masa depan Gio dan pendidikan Gio kini sudah hancur membuat hati kedua orangtuanya sangat terpukul dan kecewa dengan perbuatan anaknya.