Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Extra Part


Empat tahun berlalu dan Abian, Alice serta Alexa sudah lulus kuliah mereka memiliki kesibukan masing-masing. Abian sibuk mengelola resort, restoran dan beberapa hotel lain milik keluarganya. Sementara Alice memutuskan untuk rehat bekerja, dan sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga.


Alice sudah akrab setiap harinya dengan omongan dari para teman dan tetangga yang semakin nyaring menyuarakan "kapan hamil?" Kalimat yang simple, gampang diucapkan namun mampu menelisik kehati bagian dalam seorang wanita yang belum juga dikaruniai momongan.


Alice berbelanja keperluan rumah sendirian disebuah supermarket, sejak beberapa tahun lalu dikota ini memang sudah mengalami kemajuan hingga berdiri supermarket besar dan juga satu buah mall besar yang mampu memanjakan setiap mata kaum hawa.


"Hai Alice," sapa seorang teman lama bersama suaminya.


"Hai, engga nyangka ketemu kamu disini," kata Alice dengan senyuman.


"Kamu kok sendiri si Lice? Abian mana? Terus kamu udah hamil apa belum sekarang? Kan udah lama banget ya kalian nikah," kata teman lama Alice.


Alice hanya bisa tertunduk lesu mendengar kembali pertanyaan maut itu. Membuatnya sejenak menarik nafas agar lebih legowo dalam menghadapi pertanyaan sampah seperti itu.


"Em, doa'in aja ya," singkat Alice.


"Oh jadi belum ya Lice? Padahal kan nikah duluan kamu sama aku, aku aja udah punya dua anak loh Lice. Kamu cepet hamil dong," ujar teman lama Alice.


Alice semakin kesal dan merasa sangat sedih, kenapa sesama perempuan dia tidak bisa menjaga perasaan Alice. Siapa didunia ini perempuan yang gak mau hamil, itulah perkataan dalam benak Alice.


"Aku duluan ya!" kata Alice yang langsung berlalu dari hadapan teman lamanya dan suaminya itu.


Ketika Alice hendak menjauh, rupanya teman Alice masih saja membicarakan tentang Alice kepada suaminya.


"Ih ngeri banget si jadi Alice, masa nikah udah lama engga hamil-hamil. Jangan-jangan mandul kali dia ya Pah, salah-salah nanti Abian malah punya isteri lagi!" bisik teman Alice pada suaminya.


"Hus!! Udah Mah, engga baik bicara begitu," ujar suaminya.


Alice yang mendengar itu seketika hatinya hancur berkeping-keping, mentalnya kembali down. Dengan tangan yang masih gemetar Alice menelpon Alexa untuk menjemputnya di supermarket, Alice merasa rapuh saat ini dan sibuknya Abian membuat Alice tak bisa berbagi keluh kesah pada suaminya itu.


Saat ini Alexa bekerja sebagai seorang pengacara, ia lantas melihat layar handphonenya berdering, panggilan masuk dari Alice.


📞"Hallo kak," sapa Alexa.


"Lexa," hikzzz, hikkkkzz, hikzzz Alice tak mampu membendung tangisannya.


"Kakak kenapa? Kakak terluka?" panik Alexa yang bergegas mengambil kunci mobilnya untuk meninggalkan kantornya.


"Kakak engga tau harus gimana lagi," hikzzz, hikzzz , hikzzz Alice berkata sambil menangis.


"Kakak dimana? Aku jemput sekarang!" tanya Alexa yang sudah masuk kedalam mobilnya dan langsung tancap gas.


Alice bersandar didepan supermarket, tatapannya kosong seraya memikirkan perkataan temannya tadi. Tak lama Alexa tiba diparkiran supermarket, dari kaca mobil Alexa melihat Alice tengah melamun lesu bersandar pada tembok didepan supermarket. Alexa segera turun dari mobil, berlari menghampiri Alice.


"Astaga kakak!! Kenapa kakak lesu begini?" tanya Alexa.


Alice menceritakan segalanya pada Alexa, membuat Alexa naik pitam dan ingin menghajar teman lama Alice itu.


"Mana manusia sampah itu kak?? Dia perlu aku kasih pelajaran, dasar engga tau diri," gerutu Alexa.


"Udahlah Lex, kakak cuma perlu kamu disini biar kakak merasa lebih tenang aja!" kata Alice.


"Lagian kakak gimana si! Kenapa pas tadi mulutnya yang lemes itu nyinyirin kakak, kenapa engga kakak tarik aja terus gunting. Kakak jangan lemah gini dong kak jadi orang!" kata Alexa dengan nada kesal.


Alice hanya tertunduk, entah kenapa Alice memang terlahir sebagai wanita lemah lembut yang dia itu engga bisa dan engga mau memperpanjang masalah dengan orang lain, sedangkan Alexa orangnya tempramental dan langsung menggebu-gebu kalau ada hal yang membuatnya terusik.


"Ya udah Lexa, engga ada gunanya juga kamu marah-marah orangnya juga udah pergi," ledek Alice.


"Beruntung tuh orang, tapi nanti kalau ketemu lagi bakalan abis itu mulutnya aku sambelin!" gerutu Alexa.


"Ayo antar kakak pulang!" kata Alice.


"Hello!!! Aku pengacara mahal, bukan supir keles," ledek Alexa.


Mereka pun tertawa bersama dan masuk kedalam mobil, Alexa mengantar Alice pulang, mereka bercanda, mengobrol sepanjang malam.


"Kak, ini udah jam sembilan malam. Kok Kakak ipar belum pulang juga?" tanya Alexa.


"Ya beginilah Lexa!! Setiap hari Abian itu pulang larut malam sekali, kakak juga ngertiin si jabatan dia kan banyak yah tanggungjawabnya," kata Alice.


Meski Alice tidak menaruh curiga apapun terhadap Abian, namun entah kenapa perasaan Alexa kok berbeda dan mana mungkin si orang bekerja setiap hari sampai larut malam begini.


Tak lama Abian pulang ke rumah dengan wajah lelah dan kemeja yang lecek.


"Aku pulang, sayang!!" panggil Abian.


"Hai, kamu pulang malem lagi aja," kata Alice.


"Maaf ya! Tapi aku janji besok aku akan usahakan pulang cepat," kata Abian.


"Harus gitu dong, harusnya malah isterinya dianter tuh belanja bulanan biar engga digangguin orang!" sindir Alexa.


"Kamu disini Lexa! Sayang dia pasti mau numpang makan doank ya," ledek Abian.


"Ye, enak aja!! Pahlawan nih gini-gini," ujar Alexa.


"Udah, kalian itu kalau ketemu selalu aja kaya tom and Jerry. Kamu duduk dulu ya! Aku bikinin teh dulu," kata Alice.


Abian pun duduk disofa bersama Alexa, sementara Alice pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat. Alexa mengamati setiap inci penampilan Abian.


"Kenapa?" tanya Abian.


"Aku engga tau apa kakak ipar sibuk banget atau berpura-pura sibuk setiap harinya! Tapi aku pesan, jangan pernah menyakiti hati kak Alice. Karena aku engga akan biarkan itu!" ancam Alexa yang berbicara serius pada Abian.


Abian hanya terdiam dan tak menjawab perkataan Alexa. Tak lama Alexa memasang wajah kesal lalu bangkit dari sofa.


"Kak aku pulang sekarang ya!" teriak Alexa yang bergegas pergi meninggalkan rumah Alice.


Alice buru-buru membuatkan teh, agar bisa mengejar Alexa namun Alexa sudah keluar rumah dan menaiki mobilnya.


"Loh si Lexa nih kebiasaan banget kalau pulang suka mendadak gitu," kata Alice.


Abian masih terdiam seribu bahasa dan melamun disofa.


"Bian!" panggil Alice.


Namun Abian masih melamun sampai tak mendengar Alice memanggilnya.


"Abian!!!" mengencangkan suaranya.


"Ah,, apa? Apa sayang?" tanya Abian.


"Kamu kenapa? Banyak masalah ya di resort?" tanya Alice.


"Engga kok. Cuma kecapean aja, ini teh untuk aku kan, aku minum ya!" kata Abian yang mengambil secangkir teh hangat buatan isterinya itu.