
Dan benar saja peringatan polisi itu untuk meminta Kimmy berhenti berlari bukan isapan jempol semata.
Dorrrrrrrrrrrrrrrrr........
Satu tembakan mendarat di betis sebelah kanan Kimmy sehingga membuatnya berhenti berlari dan melihat kakinya sudah tertembak bersimbah darah seketika Kimmy pun langsung terdiam lalu di bekuk oleh polisi dan dilarikannya kerumah sakit untuk diambil peluru yang mendarat dikakinya itu.
"Aww sakit,,,,, sakit" Kimmy meringis kesakitan akibat luka tembak dikakinya.
Kini dirinya bukan cuma buruk rupa tetapi juga kakinya pincang sebelah bukanya bisa bebas kabur dari kantor polisi malah semakin bertambah penderitaan nya sekarang ini.
Untuk menunggu kantor polisi direnovasi para narapidana dialihkan ke kantor polisi lain begitu juga dengan Kimmy dengan kaki pincang dirinya turun dari mobil tahanan dan berjalan pincang dengan menahan rasa sakit.
Hari-hari yang dilewati Kimmy penuh dengan penderitaan bahkan tak sekalipun Kimmy bisa melakukan USG untuk mengetahui keadaan bayi dalam kandungannya akibat frustasi yang terus-menerus dialaminya kejiwaan Kimmy semakin terganggu dan sudah menunjukkan gelagat ODGJ ( orang dengan gangguan jiwa ).
"Kemana ya suamiku kok dia belum juga jemput aku" Kimmy mulai gangguan jiwa.
"Heh Lo gila ya?" bentak napi lain yang makin hari kelakuan Kimmy semakin aneh.
"Eh kamu Meira ya dan kamu Melodi kan? kalian yang akan merebut suami aku kan? akan aku bunuh kalian" teriak Kimmy.
Seketika para narapidana yang tadinya kejam memperlakukan Kimmy malah kebingungan dan geli melihat Kimmy yang bicara ngawur.
"Ih Lo sakit jiwa ya?" tanya seorang napi.
"Tidak tidak aku tidak sakit jiwa kamu tau wanita yang bernama Meira dan Melodi mereka yang sakit jiwa karena mereka ingin menikah dengan suami aku" hahahhaha Kimmy tertawa dan semakin bicara melantur.
Narapidana lain pun segera memanggil polisi untuk mengecek kejiwaan Kimmy mereka tak ingin satu sel dengan orang gila, Kimmy pun terpaksa dibawa ke psikiater.
Seorang psikiater wanita mulai mengetes kejiwaan Kimmy.
"Nama kamu siapa?" psikiater mulai bertanya.
"Nama aku em, tadi siapa ya kok aku lupa tadi aku ingat ini semua gara-gara kamu aku lupa dasar sialan" Kimmy berteriak-riak dan malah histeris dihadapan psikiater.
Akhirnya setelah dinyatakan Kimmy sebagai ODGJ pihak kepolisian membawa Kimmy kerumah sakit jiwa dikota maklum dikota kecil ini tidak ada rumah sakit jiwa.
Sepanjang perjalanan ke kota besar tak henti-hentinya Kimmy berbicara ngelantur dan berteriak-teriak tidak jelas namun setelah itu Kimmy tertawa girang dan bernyanyi-nynyi sepanjang jalan.
🎶Aku adalah Nyonya seorang Dokter wanita bodoh tidak akan aku biarkan hidup ayo semua kita bernyanyi lagi, ada dua wanita bodoh aku isteri Dokter aku istri seorang Dokter yeyyyyyyy tepuk tangan semua🎶
Tidak jelas memang lagu dan lirik yang dinyanyikan Kimmy tapi satu hal yang pasti ketika kejiwaannya sudah sepenuhnya tidak waras juga Kimmy masih terus membenci Meira dan Melodi.
Setelah sampai dirumah sakit jiwa Kimmy sampai diikat diatas ranjang karena terus berbuat onar dan meronta-ronta.
"Heh heh kamu bisa diam tidak, kalau kamu terus nakal saya akan ambil anak kamu mau kamu?" ancam petugas rumah sakit jiwa.
"Dasar gila kamu berani kamu mengambil anaku anakku bunuh kamu dengan pisau" jawab Kimmy.
Pihak rumah sakit jiwa pun menghubungi nomor telepon Sam yang dimana saat di kepolisian Sam sangat sulit sekali dihubungi padahal polisi memerlukan tanda tangan persetujuan untuk Kimmy dipindahkan ke rumah sakit jiwa ini, akhirnya pihak rumah sakit jiwa berhasil menghubungi Sam dan dia mau mengangkat telepon nya.
"Iya saya sendiri, ini siapa?" Sam penasaran karena sejak kemarin banyak yang menelponnya.
"Kami dari rumah sakit jiwa dikota besar ingin menyampaikan bahwa istri Pak Sam dirawat disini pihak kepolisian sudah menyerahkan kepada kami sehubungan dengan isteri Pak Sam dinyatakan sebagai pasien ODGJ" petugas rumah sakit jiwa menjelaskannya.
"Apa Kimmy ODGJ?" Sam sedikit terkejut dan tak menyangka Kimmy akan berakhir seperti ini, baik saya akan segera kesana" Sam langsung buru-buru pergi menuju rumah sakit jiwa.
Setelah sampai dirumah sakit jiwa Sam mengisi beberapa lembar berkas yang harus ditandatangani oleh keluarga pasien setelah beres Sam pun diantar oleh petugas kekamar Kimmy.
Di sana Sam melihat kedua tangan Kimmy diikat diranjang dengan perasaan iba bercampur sedih juga melihat keadaan Kimmy yang sekarang ini seperti ini.
"Astaga Kim kenapa kamu jadi seperti ini" tangis Sam seketika pecah.
"Pak Dokter ganteng akhirnya kamu kesini juga lihat ini anak kita senang sekali Pak Dokter ganteng kesini" Kimmy berbicara melantur.
"Ya beginilah keadaan pasien yang menderita ODGJ paling parah untuk mengenali dirinya sendiri pun dia tidak bisa, apalagi mengenali orang-orang terdekatnya" ujar petugas rumah sakit jiwa itu.
"Lalu apa Kimmy bisa sembuh sus kalau dirawat disini?" Sam berharap Kimmy bisa sembuh.
"Tidak ada jaminan Pak hanya saja sangat kecil kemungkinannya untuk pasien parah seperti ini" jawab petugas itu.
"Tapi Kimmy sedang hamil sus bagaimana bisa dia kehilangan kesadarannya seperti ini" Sam semakin kebingungan.
"Oleh karena itu kami memanggil Pak Sam kesini, ketika bayi yang dikandung pasien lahir dia tidak mungkin merawat bayinya sendiri yang ada dia bisa mencelakai bayinya Pak, peran Pak Sam disini kami harapkan mau mengurus bayi itu kelak, bagaimana Pak Sam?" tanya petugas itu.
Sam pun berpikir sejenak tidak tega juga jika bayi itu dibiarkan didekat Kimmy.
"Kalau saya tidak mau mengurus bayinya bagaiami sus?" Sam memastikan dulu.
"Maka bayi akan kami serahkan ke panti asuhan Pak" jawab petugas.
Mendengar bayinya akan diserahkan pada panti asuhan membuat pintu hati Sam terketuk untuk merawat bayi malang itu.
"Saya akan merawat bayi itu ketika lahir sus tolong jangan diserahkan ke panti asuhan" ucap Sam.
"Baiklah lah Pak nanti ketika pasien melahirkan kami akan menghubungi Pak Sam, terimakasih atas waktunya" suster itu meninggalkan Sam dan Kimmy untuk sekedar berbicara sebentar.
"Kim aku akan tepati janji aku untuk merawat bayi kamu, walaupun aku tidak tau pasti siapa ayah dari bayi ini, kamu harus sadar Kim kasihan anak kamu jika kelak dia tau ibunya seorang penderita ODGJ" Sam berusaha bicara pada Kimmy.
"Anak aku tidak kasihan sembarangan kamu anak aku bangga karena ayahnya seorang Dokter, hehehehe" Kimmy berbicara semakin melantur.
"Kim meskipun Dokter Alex adalah ayah dari anak kamu, aku tidak akan pernah memberikan anak itu kelak biarkan Melodi dan Dokter Alex bahagia dan kamu cepatlah sadar Kim" Sam berusaha keras agar Kimmy bisa sedikit saja sadar.
"Kamu kenapa lihat-lihat anakku, pergi sana pergi" Kimmy mulai mengamuk lagi dengan berusaha melepaskan ikatan ditangannya.
Membuat Sam tidak tahan lagi melihat betapa menyedihkannya keadaan Kimmy sekarang Sam pun pergi meninggalkan Kimmy di ruangannya sendirian.