Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Khayalan 20 tahun kemudian?


Dokter Gewa pun membuka kotak kecil terakhir itu dan betapa senangnya Dokter Gewa ketika dibuka isinya merupakan satu buah test pack dengan garis dua.


"Sayang kamu hamil?" tanya Dokter Gewa sedikit tak percaya dan sesenang itu perasaannya saat ini.


Meira pun mengangguk dengan mata berkaca-kaca, Dokter Gewa pun memeluk erat Meira saking senangnya.


Melodi dan teman-teman yang lain yang sama sekali tidak diberi tahu juga oleh Meira bahwa dia sudah hamil, merasa kaget dan juga senang tentunya.


Dokter Gewa dan Meira mengucapkan syukur atas kebahagiaan yang mereka peroleh hari ini, sudah larut malam teman-teman Meira dan Dokter Gewa pun pamit untuk pulang.


Setelah semua sudah pulang Dokter Gewa masih terus memeluk Meira sampai kedalam kamar.


"Sayang kamu tau dari kapan kalau kamu lagi hamil?" tanya Dokter Gewa.


"Emm aku udah telah dua mingguan Ge, udah gitu kaya nyium bau masakan juga kok agak eneg gitu yaudah aku iseng-iseng aja test pack kemarin pagi ehh garis dua" jawab Meira.


"Besok kita pergi cek kandungan kamu ya, aku siang aja keklinik nya" ucap Dokter Gewa.


"Iya sayang besok kita cek sama-sama yah" jawab Meira sambil tersenyum.


"Pokoknya mulai sekarang kamu harus cari karyawan tambahan biar kamu ga kecapean aku ga mau nanti kenapa-kenapa sama Gewa junior, jadi dikedai kamu cuma tinggal ngontrol aja ga perlu turun tangan" ucap Dokter Gewa.


"Iya si Ge, aku juga udah kepikiran untuk nambah dua atau tiga karyawan lagi soalnya sekarang ini wisatawan yang dateng ke pantai pasir putih udah banyak banget jadi kadang kedai rame banget" jawab Meira


"Iya disini emang potensial banget Mei, pantai pasir putih yang masih perawan belum terjamah sama banyak orang, yasudah besok kamu minta Susan aja Carikan tiga orang untuk kerja dikedai" ucap Dokter Gewa.


"Oke siap Boss" ucap Meira.


"Tapi ngomong-ngomong tabungan kamu udah banyak banget loh sayang, itu untuk apa si nantinya?" tanya Dokter Gewa.


"Aku pernah denger si sayang dari pengelola pantai pasir putih ini kalau gak lama lagi pengusaha dari kota besar akan meninjau lokasi pantai ini untuk dibangun resort-resort mewah dan juga restoran-restoran besar didekat sini" jawab Meira.


"Lantas apa hubungannya sama tabungan kamu sayang?" tanya Dokter Gewa.


"Pengusaha itu juga pasti butuh investor-investor buat merealisasikan pembangunan resort itu Ge, aku ingin menginvestasikan semua tabungan aku dan tabungan kamu untuk pembangunan itu, gimana?" tanya Meira.


"Ya sayang kenapa engga? mengingat makin sini makin banyak pengunjung kekota ini khususnya pantai pasir putih ini yang semakin ramai sekarang disosial media, pastinya akan sangat menguntungkan buat kita" jawab Dokter Gewa.


"Kamu banyangin deh sayang dua puluh tahun kedepan disini pasti udah mirip dengan pulau Ba*i ramai dengan wisatawan dalam dan luar negeri" ucap Meira.


"Iya kamu bener sayang kelak Gewa junior pasti akan menjadi orang sukses yang bisa mengelola wisata pantai pasir putih dengan baik, aku jadi engga sabar menunggu kelahiran anak kita" jawab Dokter Gewa.


"Iya sayang dua puluh tahunan lagi kota ini udah maju banget si pasti, oh ya sayang kamu mau nya anak kita cewek atau cowok?" tanya Meira.


"Amin,,, aku juga berharap demikian malah aku menghayal nya kelak kalau Melodi anaknya cewek aku pengen jodohin aja Gewa junior sama anaknya Melodi pasti seru deh" ucap Meira.


"Aduhh sayang kamu kejauhan banget tau ngehayal nya" jawab Dokter Gewa.


Sedikit iklan..


Ya namanya juga khayalan kali aja novel ini ada season duanya gitu anak Meira cowok, anak Melodi cewek, dan anak Kimmy cewek dikisahkan kembali gitu hehhehe.


Lanjut...


"Iya si kejauhan juga ngehayal nya, tapi yang jelas aku udah engga sabar menanti kelahiran Gewa junior ini" ucap Meira.


"Ngomong-ngomong apa kabarnya itu Pak Sam ya sayang? kemarin aku denger dari salah satu pasien tetangga Kimmy kalau Pak Sam sudah kritis bahkan tak sadarkan diri, kamu tau engga sayang?" tanya Dokter Gewa.


"Emmm itu iya aku tau Ge, tadi Melodi sempat cerita si ya mudah-mudahan aja dia secepatnya pulih" jawab Meira.


"Kasian juga si kalau sampai operasi nya sampe gagal" celetuk Dokter Gewa.


Mendengar peluang operasi nya bisa gagal Meira semakin merasa bersalah karena sudah membua Sam kritis begitu, padahal Meira cuma berniat memberikan pelajaran untuk Kimmy agar dia tau rasanya kalau suaminya tengah malam lebih memilih menemui wanita lain dibandingkan bersama dengan isterinya sendiri.


"Memangnya ada kemungkinan gagal operasi nya Ge?" tanya Meira.


"Aku si kurang tau sayang, cuma dari yang pernah aku dengar ya peluang berhasil dan gagal kalau untuk operasi yang Pak Sam lakukan itu 50:50" jawab Dokter Gewa.


Dalam hati Meira, aduhh gimana kalau sampe Sam meninggal itu semua gara-gara aku, bisa-bisa arwahnya Sam penasaran terus maen-maen kesini gangguin aku ih serem banget jangan sampe kaya gitu mudah-mudahan Sam operasi nya berhasil.


"Sayang,,,sayang Meira" panggil Dokter Gewa membangunkan Meira dari lamunan nya.


"Iii iya sayang ada apa?" tanya Meira.


"Kamu ngelamunin apa si?" tanya Dokter Gewa.


"Emm engga kok aku cuma sedikit pusing aja kepalanya" jawab Meira.


"Tuh kan ini pasti gara-gara jam segini kamu belum tidur juga, ya udah bobo sekarang ya sayang" ucap Dokter Gewa.


Meira dan Dokter Gewa pun tertidur pulas malam ini, sementara dikota besar Sam yang masih berada diruangan operasi untuk melakukan operasi pengangkatan tumor dipembuluh darah otaknya.


Kimmy mondar-mandir didepan Ibunya sambil menggigiti kuku tangannya didepan ruangan Operasi yang sudah ber jam-jam berlangsung tapi Dokter belum juga selesai mengoperasi Sam.


Bagaimana kah nasib Sam? akankah operasi nya berjalan lancar atau gagal terakhir ketika Sam siuman pun dia hanya mampu mengedipkan matanya saja tanpa merespon pertanyaan dari orang disekitarnya, kalau bahasa Sunda mah kaya orang linglung.