
"Cukup tenang dulu semuanya tenang kita tidak boleh main hakim sendiri, harus selesaikan ini dengan kepala dingin jadi mohon pengertiannya setidaknya hargai saya" ucap Pak RT.
Akhirnya para warga pun berhasil dikendalikan dan situasi sudah mulai tenang, begitu juga Meira yang kembali duduk di kursinya.
"Baik begini Pak Sam terlepas nanti bagaimana keputusan dari pihak sekolah mengenai insiden ini saya tidak berhak ikut campur karena bukan ranah saya, tapi disini saya wajib untuk mencegah agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dikota kecil ini, saya akan memberikan keadilan juga untuk Bu Meira kasihan dia saya yakin hatinya saat ini sudah sangat hancur oleh akibat perbuatan kalian. Dengan demikian saya akan mengambil keputusan untuk tidak lagi mengizinkan kalian tinggal disini" ucap Pak RT.
Huhhhhh bravo Pak RT setuju,,, setuju.
Warga bertepuk tangan atas keputusan yang dilakukan Pak RT, begitu juga dengan Meira yang sangat lega atas keputusan bijak Pak RT.
Tapi Pak RT jangan cuma usir doanb dong, kita arak juga nih mereka berdua biar kapok, teriak warga.
"Bagaimana Pak RW apa kita perlu mengarak mereka keliling daerah sini?" tanya Pak RT.
"Waduh saya juga bingung Pak RT, tapi memang ada baiknya begitu agar tidak terjadi lagi hal seperti ini jadi efek jera gitu" jawab Pak RW.
Horeeeeee good job Pak RW, mantap arak keliling mereka,,,,, ayo arak,, arakk...
Semua warga sepakat untuk mengarak Kimmy dan Sam keliling daerah sini, bahkan salah seorang warga mengambil kertas kosong besar dan dituliskan dengan spidol berisi kata-kata " Saya Pelaku Perzinahan", kemudian diikatkan dengan tali rapia untuk digantungkan keleher Kimmy dan Sam.
"Ini Pak saya sudah buatkan papan nama untuk mereka" ujar salah seorang warga yang menyerahkan papan nama itu.
Hahahahaha rasain tuh pelakor, teriak warga.
"Baik dengan kesepakatan ini, itu artinya besok pagi kita akan mengarak keliling mereka berdua keseluruh daerah sini, lalu bagaimana pihak sekolah akan mengurus ini Bu Neneng" tanya Pak RT.
"Wah tenang atuh eta mah Pak RT yang jelas teh Pak Sam dan si Kimmy teh hari Senin besok pasti bakalan disidang habis-habisan oleh Kepala Sekolah, eh denger nya maneh teh Kimmy bukan cuma kamu teh beasiswa nya akan dicabut tapi juga teh kamu pasti dikeluarkan dari sekolah" celetuk Neneng.
"Harus itu Neng, aku juga berharap bukan si Kimmy doang yang ditendang dari sekolah tapi juga si Sam yang harus dikeluarkan juga karena dia sangat mencoreng citra baik dari seorang pengajar" jawab Melodi.
"Bu Neneng sebaiknya Bu Neneng urus urusan Bu Neneng sendiri, bukankah Bu Neneng juga bercerai karena suami Bu Neneng selingkuh? kalian berdua ternyata sama-sama wanita bodoh" celetuk Kimmy dengan tersenyum aneh.
"Ihh sini sia teh gelut wae hayu sama saya Kimmy, pikasebeleun pisan maneh teh ga punya kasieun kamu teh Kimmy pengen saya rames itu muka kamu" ucap Neneng yang kesal mendengar ucapan Kimmy.
"Kamu masih bisa tersenyum dalam keadaan kamu yang seperti ini Kimmy?" tanya Meira sambil menggelengkan kepalanya.
"Memang aku harus apa Ci Mei? aku harus menangis seperti kamu wanita lemah dan bodoh" celetuk Kimmy.
"Kurang ajar kamu" teriak Meira yang hampir menampar Kimmy kembali namun ditahan oleh Melodi.
"Mei, tangan kamu terlalu bersih untuk menyentuh pipi sampah itu" ucap Melodi.
"Kamu dengar Kimmy aku akan hancurkan kehidupan kalian berdua" ucap Meira.
"Meira aku mohon maafkan aku Mei, maaf aku sudah khilaf" ucap Sam dengan masih terisak tangis.
"Khilaf kamu bilang Sam? dua tahun kamu berselingkuh dengan gadis jal*Ng ini dan sekarang kamu bilang khilaf? satu hal lagi Sam kamu bahkan hampir menipu aku dengan investasi bodong itu kamu berencana mengambil seluruh tabungan aku, hasil jerih payah aku setiap hari menjual bakmi kamu benar-benar biadab" jawab Meira.
"Kenapa kamu bingung Sam ternyata aku tidak sebodoh yang kamu dan gadis jala*g ini pikirkan hah?" teriak Meira.
"Baik cukup untuk malam ini sebaiknya Pak Sam dan dek Kimmy ikut kerumah saya untuk menghindari dari amukan warga, besok pagi kalian akan kami arak keliling daerah sini, anggaplah ini sebagai penebus kesalahan kalian yang sudah memberikan contoh tidak baik bagi warga disini dan setelah kalian diarak kalian harus secepatnya meninggalkan kota kecil ini" ucap Pak RT.
Tiba-tiba sosok wanita paruh baya muncul sambil berlari menerobos kerumunan, dan menangis histeris melihat putrinya sedang diadili warga, ya dia adalah Ibu dari Kimmy seorang single mom yang bekerja sebagai penjaga toko sembako ditempat saudaranya.
"Kimmy anak ku, apa yang kalian lakukan terhadap anaku" ucap Ibu Kimmy yang menangis histeris sembari mengelus-elus kepala Kimmy.
Eh Bu didik anak tuh yang bener masih kecil udah jadi perusak rumah tangga orang, celetuk salah seorang warga.
"Anaku tidak mungkin melakukan itu Pak RT, ini pasti ulah laki-laki bejad ini yang sudah merayu gadis cantik ku" jawab Ibu dari Kimmy.
"Tapi Bu, Kimmy tetap harus kami arak dan kami usir dari kota kecil ini, ini demi kebaikan bersama" jawab Pak RT.
"Apa? anaku tidak pantas diperlakukan seperti ini, dia bukan pembunuh, dia bukan perampok kami terbiasa tinggal berdua Pak RT hanya Kimmy satu-satunya harta paling berharga untuk saya dia anak yang pintar" jawab Ibu dari Kimmy.
Pintar ngerebut laki orang si iya,, ujar salah seorang warga.
"Tapi keputusan kami sudah final Bu, dan itu harus kita lakukan" jawab Pak RT.
"Tidak, Kimmy anaku kalian tidak boleh seperti ini kepada anaku" jawab Ibu dari Kimmy dengan makin menangis histeris.
"Cukuo Mah, berhenti menangis itu berlebihan" ucap Kimmy.
"Bagaimana aku tidak menangis Kim, kamu akan diusir dari kota kecil ini" teriak Ibu dari Kimmy.
"Sam akan bertanggungjawab dan akan menikahi aku Mah, jadi jangan khawatir" jawab Kimmy.
"Kim, aku tidak bisa" jawab Sam.
"Badjing*n kamu Sam, dari awal Kimmy mengenalkan kamu pada saya, saya tau kamu bukan pria baik-baik" teriak Ibu dari Kimmy.
"Hentikan berbicara omong kosong Sam, Meira tidak akan menerima kamu lagi dan yang sekarang kamu harus lakukan adalah bertanggung jawab terhadap aku" ucap Kimmy.
"Kasihan sekali Kim kamu sampai mengemis untuk Sam agar bertanggung jawab sama kamu, masa depan mu sudah hancur olehnya tapi kamu masih mengemis-ngemis seperti ini" celetuk Meira.
"Tutup mulut kamu Ci Mei, aku akan ingat ini semua dan aku gak akan pernah lupa semua perbuatan kamu akan aku balas" jawab Kimmy.
"Yang jelas aku puas akhirnya gadis jala*g seperti kamu akan segera ditendang dari kota kecil ini" ucap Meira.
"Pak RT saya mohon Pak, saya seorang single mom dari dulu saya hidup berdua dengan Kimmy Pak, saya sudah tua tubuh saya sudah sangat rentan bagaimana kalau saya mati dan tidak ada Kimmy disamping saya, siapa yang akan mengurus jenazah saya kelak" ucap Ibu dari Kimmy yang memohon kepada Pak RT.
Bahkan Ibu Kimmy sampai berlutut dihadapan Pak RT dan Meira agar mengampuni perbuatan putrinya dan memohon belas kasihan untuk tidak mengusir putrinya dari kota ini.
Pak RT pun merasa iba dengan Ibu nya Kimmy yang terus menerus menangis meraung-raung sejadi-jadinya bahkan meminta belas kasihan untuk putrinya yang selama ini hidup tanpa sosok seorang ayah sehingga Kimmy tumbuh tanpa pernah mendapatkan bimbingan dari seorang ayah. Ibu Kimmy tak mau bangun dan tetap berlutut dihadapan Meira dan Pak RT berharap mereka berubah pikiran dan tetap mengizinkan Kimmy tinggal dikota ini.