
Setelah beberapa saat mematangkan keputusannya Melodi mulai angkat bicara.
"Lex kamu tahu aku kan secara fisik dan finansial aku sangat sanggup sekali untuk membesarkan anak aku sendiri tanpa kamu disisi aku" Melodi berusaha tetap tegar.
"Ya I now Mel kamu wanita yang hebat dan luar biasa kamu bahkan bisa hidup tanpa aku tapi Mel aku sungguh-sungguh menyesal atas semua perbuatan bejad aku dan aku tidak ingin anak kita tumbuh tanpa aku disisinya Mel, aku mohon berikan aku kesempatan sekali ini saja Mel untuk menebus semua dosa-dosa aku sama kamu dan anak kita" Dokter Alex sebisa mungkin berusaha keras membujuk Melodi hingga diapun berlutut dihadapan Melodi.
"Lex aku sangat paham anak kita memang sangat membutuhkan kasih sayang dari ayahnya tapi kamu tau Lex aku sangat trauma atas kejadian itu dan setiap melihat kamu aku teringat akan hal menjijikkan yang kamu dan wanita itu lakukan" Melodi berusaha untuk berbicara dengan kepala dingin.
"Aku tau sayang aku pun jijik dengan diri aku sendiri Mel, tapi setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua apalagi aku benar-benar sangat menyesali semuanya Mel aku tidak bisa melanjutkan hidup aku tanpa kamu dan Puteri kita please Mel setidaknya lihat Puteri kecil kita yang menginginkan sebuah keluarga yang utuh percayalah Mel sama aku betapa sedihnya menjadi anak broken home" Dokter Alex terus berusaha meyakinkan Melodi.
"Baiklah Lex demi anak aku akan memberikan kesempatan kedua untuk kamu, tapi jangan berharap lebih tentang perasaan dan perlakuan aku sama kamu Lex karena jelas tidak akan sama" dengan berat hati Melodi terpaksa menerima kembali Dokter Alex agar putrinya tidak menjadi korban dari broken home.
"Mel sumpah demi apa kamu benar-benar memberikan aku kesempatan kedua untuk aku Mel, yes yes yes dengar semuanya Melodi kembali menjadi isteri ku" teriak Dokter Alex hingga semua orang disekitarnya bisa mendengar kegaduhan yang ditimbulkan Dokter Alex.
"Lex apaan si kamu bikin aku malu aja deh" Melodi langsung menutupi wajahnya dari orang-orang yang lewat dan melihat dirinya dan Dokter Alex.
"Aku janji Mel sama kamu aku akan bahagiakan kamu, aku tidak akan pernah mengecewakan kamu Mel aku akan jadi ayah yang baik untuk anak kita" raut wajah Dokter Alex kembali ceria hari ini setelah mendapat lampu hijau untuk kembali bersama Melodi.
Tak lama mereka berdua pun masuk kedalam ruangan Meira dan mendapatkan ledakan-ledakan dari yang lainnya.
"Cie cie celeubeuk euy" goda Neneng.
"CLBK ih teh Neneng mah" jawab Susan.
"Selamat ya Mba Mel mudah-mudahan rumah tangga kalian tetap utuh sampai tua nanti" ucapan dari Adeline.
"Wah Lex beruntung kamu akhirnya Melodi mau memaafkan kamu jangan sampai kamu sia-siakan lagi kesempatan ini Lex" Dokter Gewa memberikan nasihat nya pada Dokter Alex.
"Iya tentu saja kesempatan dari Melodi tidak akan pernah aku sia-siakan lagi" Dokter Alex tak henti-hentinya menebar senyuman pada semua orang.
Sementara Melodi masih ragu dengan keputusannya kembali menerima Doker Alex menjadi suaminya apakah mungkin Melodi bisa tahan ketika mengingat semuanya tapi semua yang Melodi lakukan adalah untuk kebahagiaan Puteri nya agar dia bisa tumbuh merasakan kasih sayang dari orang tua yang lengkap.
Beberapa hari kemudian Dokter Alex kembali kerumah Melodi merawat anaknya dengan penuh keceriaan setiap pulang kerja Dokter Alex bahkan tak pernah absen dari menimang anak ya itu.
Malam harinya untuk pertama kalinya Melodi tidur diranjang yang sama dengan Dokter Alex setelah lebih dari dua bulan mereka jarang bertemu Melodi tidur setelah bayinya tidur dengan nyenyak dikasur kecilnya.
Saat hendak tidur Dokter Alex menatap Melodi dengan tatapan mupeng atau muka pengen Dokter Alex melihat Melodi sangat sexy malam ini mengenakan piyama hitam pendek meski tidak tembus pandang namun tetap memperlihatkan lekuk tubuh Melodi membuat Dokter Alex yang sudah dua bulanan itu tidak menyentuh isterinya sangat terpancing untuk memintanya.
"Aku tidur duluan ya Lex kamu juga jangan begadang terlalu malam" singkat Melodi yang langsung tidur membelakangi Dokter Alex.
"Mel tapi aku sangat merindukan kamu" Dokter Alex mulai mendekati dirinya dengan tubuh Melodi.
"Lex jangan aku masih belum siap untuk ini, aku masih terbayang-bayang kamu dan wanita itu melakukan nya" Melodi berusaha menolak keinginan suaminya itu.
"Lupakan lah Mel, aku benar-benar sedang inginkan kamu" Dokter Alex semakin berani dan langsung memeluk Melodi dari belakang dan meremas gunung kembarnya.
"Lex lepas!" Melodi berusaha melepaskan pelukan Dokter Alex.
Namun sekuat tenaga Melodi berusaha untuk melepaskan dirinya dari Dokter Alex semakin bertambah naf* si Dokter Alex pada Melodi.
Dengan memaksa Dokter Alex mulai membuat Melodi berada dibawah tubuhnya dengan penuh hasrat yang menggila Dokter Alex langsung melu* mat bibir imut Melodi dengan penuh gai* rah menggigit nakal bibir bawah Melodi kemudian memainkan lidahnya didalam mulut Melodi
Dokter Alex tidak peduli dengan Melodi yang terus memberontak layaknya gadis tengah di per* kosa Melodi sekuat tenaga menolak Dokter Alex.
Tak tinggal diam Dokter Alex memegangi kedua tangan Melodi dengan satu tangannya sementara tangannya yang satu lagi melucuti piyama Melodi berikut pakaian dal* amnya.
"Jangan Lex" berontak Melodi.
Dokter Alex malah semakin menggebu-gebu untuk men* cum* bu isterinya tu setelah Melodi sudah tidak mengenakan sehelai benangpun ditubuhnya Dokter Alex langsung menjelajahi jengkal dem jengkal leher jenjang Melodi menji* latnya dengan lidah dan memberikan kecu* pan-kecu* pan dileher Melodi.
Tak puas sampai disitu Dokter Alex segera berpindah tempat mengarahkan kecu* pan-kecu* pan nakalnya itu ke gunung kembar Melodi dengan terus satu tangannya memegangi kedua tangan Melodi kini Dokter Alex menghi* sap secara bergantian gunung kembar Melodi.
Membuat Melodi mengeluarkan lenguhannya secara nyaring.
"Ahhhh,, ohhhh jangan" antara sudah ingin dan tetap tidak ingin bercampur dalam benak Melodi
Membuat Dokter Alex semakin lahap meng* hisap secara bergantian kiri dan kanan hingga dirinya kini sudah tak tahan lagi dan mulai melepaskan kancing celananya.
Dengan kasar Dokter Alex langsung menghujam area sensitif Melodi dengan senjata miliknya tanpa ampun membuat Melodi kini hanya pasrah menerima hujaman demi hujaman diarea sensitif nya.
"Emm,,, ahh stop Lex aku mohon jangan Ahhh" Melodi tetap berusaha menolak.
"Ahh,,, sebentar saja sayang aku sudah tidak tahan aku inginkan kamu sayang" Dokter Alex sudah semakin berga* rah.
"Ahhh,,, jangan ahh" Melodi terus menerus berusaha menghentikan permainan Dokter Alex.
"Ah,,, sempit sekali sekarang punya kamu Mel" Dokter Alex semakin menggila terhadap Melodi.
Hai semuanya jangan lupa untuk like dan komen serta favorit kan ya karya ini biar dapet notif ketika aku up lagi salam untuk semuanya dari Gewa junior