Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Dokter baru yang tampan


Setelah merencanakan untuk mengawasi Sam dihari pertunangan Melodi, Meira bersikap seperti biasanya pada Sam agar Sam tidak terlalu waspada maklum akhir-akhir ini Sam sangat berhati-hati dan jarang sekali menemui selingkuhan nya itu.


"Mei darimana saja kamu?" tanya Sam.


"Aku habis dari rumah Melodi untuk meminta maaf karena sudah menuduhnya" jawab Meira.


"Udah lah Mei berhenti untuk terus curiga sama aku" ucap Sam.


"Ya ya baiklah Sam, aku akan berhenti mencurigai kamu" jawab Meira sekarang pikiran Meira jauh lebih tenang.


"Oh ya ini aku kan tadi menemui si Andrew, dia kasih proposal tentang pembangunan cafe dia dikota, kamu jadi kan Mei berinvestasi di cafe nya?" tanya Sam.


"Sini proposal nya nanti aku pelajari dulu" jawab Meira.


"Ah iya Mei jangan lama-lama ya ini peluang juga untuk kita lebih maju lagi, daripada tabungan kamu hasil dikedai bakmi tidak terpakai kan lebih baik diinvestasikan bisa dapet berkali-kali lipat nantinya" ucap Sam sambil memberikan proposal itu.


"Iya Sam, ya sudah aku mau mandi dulu" ucap Meira.


Malam hari Meira tidur terlebih dahulu, namun ketika tangannya meraba Sam tak ada diranjang, Meira langsung terbangun dan mencari Sam, Meira mengendap-endap mencari keberadaan Sam.


Dilihatnya Sam tengah berada diruang televisi menelpon seseorang, mengetahui Sam sedang berbincang ditelepon Meira berusaha menguping pembicaraan apa yang Sam lakukan malam-malam begini, dengan tenang Meira bersembunyi dibalik tembok.


"Kamu sabar dulu, aku akan buat Meira untuk menyerahkan seluruh tabungan nya, aku sudah kerjasama sama Andrew agar dia berpura-pura sedang butuh investor untuk cafe nya" ucap Sam ditelepon.


"Kalau kita ceroboh sekarang, aku gak akan dapat apa-apa, karena aku jamin Meira akan menghancurkan karier aku" jawab Sam lagi dengan sipembicara ditelepon.


"Oke sudah dulu, kita tidak akan bisa bertemu berdua dalam waktu yang cukup lama saat ini" jawab Sam dan langsung mengakhiri perbincangan nya ditelepon.


Mendengar hal itu Meira mengepalkan tangannya menahan emosi nya yang kini memuncak, Meira benar-benar tak menyangka Sam berbohong soal investasi itu dan berniat mengambil semua tabungannya hasil selama ini Meira berjualan dikedai bakmi.


Meira buru-buru masuk kamar dan berpura-pura tertidur.


"Kamu laki-laki brengs*k Sam, kamu tega akan menipu aku, lihat saja kamu Sam begitu aku berhasil mengungkap perselingkuhan kamu aku bersumpah akan usir kamu dari rumah ini dan aku akan ambil mobil aku yang selama ini kamu gunakan untuk berkencan dengan Wanita jal*ng itu" dalam hati Meira.


Pagi hari cuaca sangat cerah sekali hari ini Meira membuka kedai bakmi miliknya seperti biasa, ketika Meira dan Susan tengah mempersiapkan bumbu dan bakmi mentah Neneng datang kekedai bakmi.


"Halo ladys ladys ku" sapa Neneng.


"Loh kok kamu ga kesekolah Neng?" tanya Meira.


"Iya bukannya ngajar malah kesini" celetuk Susan.


"Aduh Neneng tuh yah lagi sedih tapi juga bahagia ini teh San, Ci Mei" jawab Neneng.


"Kamu kenapa Neng?" tanya Meira.


"Hari ini teh Neneng ga ngajar karena dari semalam teh gigi Neneng sakit atuh Ci Mei, terus tadi Neneng berobat deh keklinik nya si Mba Mel" jawab Neneng sambil senyum-senyum.


"Ye sakit gigi malah senyum-senyum" ucap Susan.


"Atuh ya San, masa sakit gigi Neneng teh udah sembuh total, ya sekarang teh malah yang terasa teh hati Neneng yang senat senut ajah daritadi teh ih kaya lagu nya boy band tea senat senut" jawab Neneng yang masih senyam-senyum.


"Ih Ci Mei segala Teh Neneng ditanya ya udah pasti ini ketemu cowok baru lagi" jawab Susan.


"Yes tepat sekali, Susan 100 for you" jawab Neneng.


"Jadi bener? ganteng engga Teh Neng? terus Teh Neng ketemu dimana cowok itu?" tanya Susan.


"Eleuh eleuh Susan kalau nanya teh ya atuh hiji-hiji, satu-satu dulu" jawab Neneng.


"Ih udah Teh Neng tinggal jawab aja buru!" ucap Susan.


"Jadi teh ya diklinik Mba Mel itu ada Dokter gigi muda baru yang wajahnya teh aduh mani bikin hati Susan meleyot-meleyot guanteng pisan mana ramah pisan ih Dokternya teh suranyeh (murah senyum)" jawab Neneng.


"Wah Kalau gitu Susan mau periksa gigi juga ah sekalian kita kenalan, kan tak kenal maka tak sayang jadi harus kenalan dulu" ucap Susan sambil cengengesan.


"Enak aja Neneng udah ngincer duluan, lagian teh kamu mah masih kecil ga butuh belaian tiap malem, yang butuh urgent teh Neneng nyaho tidak kamu teh San" jawab Neneng.


"Eh udah-udah malah jadi rebutan cowok, tapi kok tumben Melodi belum cerita biasanya kan dia heboh" ucap Meira.


Saat jam makan siang pelanggan bakmi Ci Mei mulai ramai sekali, Melodi pun datang untuk makan siang tapi dibelakangnya dia bersama seseorang pria yang pakaian nya sangat rapih, memakai kacamata minus, tapi tetap tampan dan manis terdapat lesung pipi juga dikedua pipi pria ini, badannya yang tinggi tegap dan rambutnya yang diponi menyamping membuat semua mata terpana pada sosoknya.


Meira yang melihat pria itu menghampiri nya bersama Melodi, menatap pria itu dan dalam hati Meira dia merasakan getaran-getaran asmara melihat sosok pria setampan ini dihadapan nya.


Pria itu pun tersenyum manis sekali kepada Meira.


"Ye Mei muka kamu memerah tuh" ucap Melodi.


"Ah masa Mel" Meira panik ditegor begitu.


"Hm kenalin nih namanya Dokter Gewa namanya, Dokter gigi baru diklinik aku Mei jadi kalau nanti kamu mau periksa gigi pas banget nih ahlinya" ucap Melodi.


Dokter Gewa pun mengulurkan tangannya pada Meira, dan disambut baik oleh Meira yang menerima uluran tangan Dokter Gewa, mereka berdua saling menatap dengan tatapan sama-sama saling tertarik bahkan Dokter Gewa dan Meira tak melepaskan jabatan tangan keduanya.


Tiba-tiba Sam muncul dan melepaskan tangan Meira dari tangan Dokter Gewa, dengan kesal.


"Sam apa-apaan kamu?" Meira kesal.


"Kamu yang apa-apaan Mei" jawab Sam.


"Ini Dokter baru diklinik Melodi wajar kalau aku berkenalan" jawab Meira.


"Tau Sam tenang aja kali Meira bukan tipekal orang yang doyan selingkuh kaya..." ucap Melodi.


"Saya tadi hanya kagum melihat isteri anda Pak, makanya kami bersalaman terlalu lama" ucap Dokter Gewa merasa tidak enak.


"Dengar Mei aku gak suka kamu bersentuhan dengan laki-laki lain" ucap Sam.


Mendengar kata-kata itu Meira tertawa sinis, merasa muak dengan sikap so suci Sam.