
Warga pun sudah membubarkan diri ketika Kimmy diseret dan diikat kedua tangannya oleh Ibunya sendiri, Dokter Gewa dan Meira pun kembali masuk rumah duduk diruangan televisi.
"Sayang kamu engga apa-apa dengan kejadian tadi, kamu ga kepikiran atau jadi stres gara-gara kejadian tadi kan?" tanya Dokter Gewa.
"Aku engga apa-apa kok sayang, ngapain juga aku harus mikirin wanita itu ga penting banget kan" jawab Meira.
"Nah gitu dong itu baru isteri aku yang paling cantik dan pintar banget jangan pernah kamu ada sangkut pautnya lagi sama Pak Sam dan juga Kimmy, biar kandungan kamu sehat" ucap Dokter Gewa.
"Iya sayang, tapi aku kasian sama kamu Ge gara-gara kamu nikah sama aku jadinya kamu harus berurusan sama wanita aneh itu" jawab Meira.
"Seribu wanita aneh macem Kimmy pun akan aku hadapi Mei untuk melindungi kamu, aku engga mau sampai isteri aku jadi banyak pikiran aku sayang banget sama kamu Mei, siapapun yang ingin menyakiti kamu aku yang akan hadapi" jawab Dokter Gewa.
Meira pun merasa lega Dokter Gewa benar-benar mencintainya bahkan selalu pasang badan untuk melindunginya.
Dijalanan Ibunya Kimmy terus menerus meneteskan air matanya sembari menarik paksa tangan putrinya itu, berat baginya untuk memperlakukan anak yang satu-satunya yang sangat dia sayangi seperti ini, sampailah dikediaman Kimmy.
Ibunya pun berlutut dihadapan Kimmy sambil menangis, sementara Kimmy hanya terdiam memberikan tatapan kosong.
"Nak mamah sudah tidak sanggup lagi untuk melindungi kamu kalau kamu seperti ini terus, Mamah mohon jangan lagi berurusan dengan Meira atau siapapun itu" ucap Ibunya.
"Iya Okey aku gak akan pernah lagi menemui Meir, tapi lepasin ikatan ini dari tangan aku Mah aku bukan penjahat yang bisa diikat jaya gini" jawab Kimmy.
"Mamah kasih kamu kesempatan sekali lagi, kalau kamu masih berbuat keributan Mamah sendiri yang akan memasukan kamu ke rumah sakit jiwa" ucap Ibunya sambil menggunting tali yang mengikat kedua tangannya.
Mendengar ancaman dari Ibunya seperti itu Kimmy pun mulai menahan amarahnya, dia mengurungkan niatnya untuk mendekati Dokter Gewa atau Dokter Alex sampai situasi bisa dia kendalikan kembali.
"Mamah tenang aja sekarang aku hanya akan fokus dengan kesehatan Sam, aku juga ga mau mamah nangis terus jadi aku pasti akan nurut kali ini" jawab Kimmy sambil tersenyum.
Ibunya pun lega mendengar anaknya sekarang mau mendengarkan nasihatnya, dan pikiran Kimmy juga rupanya sudah mulai tenang.
"Yasudah lebih baik sekarang kita kembali kekota kasihan Sam kita tinggal terlalu lama" ucap Ibunya.
"Mah tapi kepala aku sedikit pusing banget kayanya kalau sekarang harus naik bis kekota aku bisa-bisa mabuk didalam bis" jawab Kimmy.
"Kamu sakit Kim? Tunggu mamah ambilkan kompresan dulu" jawab Ibunya Kimmy yang panik mendengar anaknya sakit.
"Engga mah aku cuma perlu tidur dan istirahat sebentar aja kok, mending Mamah berangkat duluan siapa tau Sam sudah melewati masa kritisnya" ucap Kimmy.
"Iya juga si, yasudah kamu tidur dulu aja nanti kalau sudah baikan baru secepatnya susul mamah" jawab Ibunya.
Ibunya Kimmy pun pergi meninggalkan rumah untuk kembali kekota ke rumah sakit tempat Sam dirawat.
Malam harinya Kimmy menelpon seseorang cowok misterius.
"Hallo" ucap Kimmy.
"Kamu sudah dimana aku udah diminimarket tempat biasa kamu nunggu aku" jawab laki-laki itu.
"Oke aku segera kesana" ucap Kimmy.
Kimmy pun pergi ke minimarket biasanya dia ketemuan dulu dengan Sam tapi kali ini bukan dengan Sam dia bertemu melainkan dengan laki-laki entahlah apa Kimmy bertemu dengan suami orang lain atau bertemu dengan pria yang belum beristeri.
Sampai diminimarket Kimmy memarkirkan motor maticnya lalu naik ke motor seorang laki-laki mereka pun pergi bersama lumayan jauh dari tempat tinggal Kimmy.
Sampailah mereka disebuah hotel lalu Kimmy dan laki-laki itupun masuk dan memesan satu kamar, seolah sudah haus akan belaian laki-laki Kimmy sampai rela membohongi Ibunya sendiri dan tega meninggalkan Sam yang masih dalam kondisi kritis untuk bertemu laki-laki ini.
Sesampainya didalam kamar laki-laki itu dengan kasarnya langsung melum* at bibir ranum Kimmy sambil melucuti pakaian Kimmy dengan kasar laki-laki itu mendorong tubuh Kimmy keatas kasur lalu segera menerkamnya lagi, tak ingin kalah Kimmy membalikkan permainan nya laki-laki itu tepat dibawah nya sekarang.
Kimmy yang sudah diselimuti oleh bir* hi yang menggebu-gebu langsung melum* at bibir laki-laki itu tanpa ampun dan tanpa membiarkan laki-laki itu untuk beberapa saat tak bisa bernafas akibat kedahsyatan Lum* Tan Kimmy.
Segera dibukanya pakaian laki-laki itu hingga tak tersisa apapun lagi, Kimmy terus menerus melum* at bibir laki-laki itu kini terus menjalar ke leher laki-laki itu dan semakin menggila lagi Kimmy membuat bekas-bekas kemerahan didada laki-laki itu.
Laki-laki itu hanya pasrah ditindih Kimmy dan dipu* skan.
"Ow....terus sayang kamu luar biasa" ucap laki-laki itu.
Ah...
Kimmy yang sudah benar-benar tak sabaran pun langsung memasukan pedang milik laki-laki itu, dengan penuh semangat membara Kimmy memainkan permainan nya diatas, permainan Kimmy begitu dahsyat hingga ranjang pun ikut bergerak dan berbunyi.
Kimmy meracau seolah dia kagum dengan permainannya sendiri saat ini.
Emmm.. Ahhh..
Lenguhan-lenguhan terus terdengar nyaring dari keduanya, keringat pun sudah mulai membasahi tubuh Kimmy dan laki-laki itu namun Kimmy masih betah dengan memainkan permainan diatas laki-laki itu dengan penuh semangat.
Setelah beberapa lama Kimmy dan laki-laki itu pun mengakhiri permainan mereka dan tertidur pulas.