Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Abian Delta Amor


"Ya tetap harus atas izin Kimmy karena itu anaknya kalaupun harus dilakukan tes DNA nantinya" jawab Sam.


"Harusnya tuh ya dia bilang sejujurnya dulu itu anak siapa baru abis itu dia gila, ehh ini malah udah gila duluan jadi nyusahin aja" celetuk Adeline.


"Tapi ada hikmahnya juga si Kimmy jadi gila Sam jadi kamu kan yang urus anaknya ga kebayang kalau anak itu anak perempuan terus diurus sama si sundel itu bisa-bisa dia dididik sama persis kaya ibunya" ucap Melodi.


Semuanya merasa lega mendengar Sam yang akan mengurus anaknya Kimmy kelak karena khawatir jika perempuan seperti Kimmy membesarkan seorang anak bisa-bisa hidup anaknya tidak jauh beda darinya.


Hari Sabtu mini bus sudah terparkir di jalanan dekat rumah Meira semua merasa senang karena bisa pergi piknik bersama melepas penat dan lelahnya aktivitas sehari-hari.


Meira, Dokter Gewa beserta babynya, Melodi, Dokter Alex beserta baby Alice, Neneng, Adeline, Susan dan Sam sudah tampil kece maksimal bersiap-siap menaiki mini bus dengan gembira.


Dalam mini bus dilengkapi dengan mix dan layar televisi untuk karokean sepanjang jalan menyusuri jalanan ramai dan menempuh perjalanan jauh namun tetap menggembirakan.


Neneng mulai bangkit dari tempat duduknya dan maju ke dekat kursi supir lalu memegangi mix dan mulai memilih lagu yang akan dia nyanyikan musik pun mulai diputar oleh Neneng.


🎶Digeboy-geboy mujair Nang,, Ning,,, nong, Nang,,, Ning,, nong.


Neneng bernyanyi dengan suara pas-pasan nya namun tetap pede maximal ditambah goyangan-goyangan ngebornya sampai heboh sendiri tak tinggal diam Susan dan Adeline ikutan maju ke dekat Neneng dan mengeluarkan sejumlah uang kertas untuk ikut berjoged dan memberikan sawerannya untuk Neneng.


"Ya ampun cewek-cewek itu urat malunya udah benar-benar putus kali ya Ge lihat tuh kalau orang-orang diluar lihat malu banget" Meira tertawa geli menyaksikan Neneng dan yang lainya bernyanyi dan bergoyang.


"Kalau kamu jangan bergoyang disini Mei nanti aja kalau udah sampai puncak" Dokter Gewa mengedipkan sebelah matanya.


"Ih kamu malu ah udah ada anak juga masih aja genit begitu" Meira tersenyum.


Setelah kurang lebih delapan jam perjalanan bus sampai dipuncak tepatnya di villa dengan halaman yang luas mereka pun turun dari bus suasana dingin dan sejuk menyambut kedatangan mereka.


"Yey sumpah dingin banget disini kaya dikutub ga mau mandi ah" ucap Adeline.


"Iya bener Del bikin api unggun sambil bakar jagung wah mantap banget nih" timpal Susan.


Ayo masuk-masuk Sam mengarahkan semuanya untuk masuk kedalam villa melihat-lihat suasana didalam villa.


Nuansa villa klasik simple dinding putih dipadukan dengan furnitur serba hitam mirip-mirip rumah pada jaman Belanda, mereka pun menaruh barang-barang pribadi mereka dan pergi menyiapkan api unggun dan memasak mie rebus.


Tiba-tiba handphone Sam berdering telepon masuk dari rumah sakit jiwa tempat Kimmy dirawat.


Kringg,,,,, kringgg.


📞"Ya Hallo" jawab Sam.


"Pak Sam kami dari rumah sakit jiwa yang menangani isteri bapak, ingin menyampaikan bahwa isteri bapak ingin berbicara dengan anda sepertinya kejiwaannya berangsur membaik" ucap perawat dirumah sakit jiwa itu.


"Maaf dia bukan isteri saya tapi mantan isteri tepatnya yasudah biarkan Kimmy berbicara ditelepon" jawab Sam dengan datarnya.


Perawat pun mengikuti keinginan Kimmy untuk berbicara dengan Sam dan memberikan telepon itu pada Kimmy.


"Kamu sudah ingat Kim?" tanya Sam.


"Kamu ada dimana?" dengan suara lirih dan sedikit bingung.


"Aku sedang staycation dengan Meira dan yang lainnya di villa kami sedang refreshing agar pikiran lebih fresh lagi, ada apa kamu sampai meminta perawat untuk menelpon aku" Sam sedikit bingung.


"Tadi kamu bilang Meira, siapa itu Meira dan kamu juga siapa kalian pasti orang jahat kalian jahat" Kimmy kembali menjerit-jerit kejiwaannya yang sempat membaik kini malah memburuk lagi.


Tuttttt....tuttttt....tuttttt.


Panggilan telepon terputus membuat Sam bingung katanya kejiwaan Kimmy sudah membaik tapi kenapa dia malah seperti itu lagi? tapi Sam enggan larut memikirkan Kimmy dan memilih untuk bergembira bersama-sama dengan yang lainya.


Sedangkan dirumah sakit jiwa setelah mendengar nama Meira, Kimmy mengamuk dan menjerit-jerit sekuat tenaganya empat orang perawat sampai benar-benar kewalahan hingga membuat Kimmy terlepas dari perawat-perawat itu Kimmy kemudian memukul-mukul perutnya sampai akhirnya seorang suster menyuntikan obat penenang yang membuat Kimmy akhirnya pingsan.


Setelah siuman Kimmy celingak-celinguk dengan tangan diikat kejiwaannya seolah pulih kembali karena dia mengenali dirinya sendiri.


"Kenapa kenapa aku ada disini dan diikat begini? tadi aku dengar seseorang menyebut nama Meira itu itu itu adalah perempuan yang menghancurkan hidup aku tidak tidak...!" Kimmy berteriak-riak lagi.


Kini disekelilingnya seperti dipenuhi tulisan-tulisan dengan nama Meira yang memutari seluruh isi kepalanya membuat Kimmy pingsan kembali dan kehilangan kembali kejiwaannya.


Keesokan harinya rombongan Meira dan yang lainnya bersiap untuk kembali pulang karena liburan mereka telah usai.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan mereka pun sampai dengan selamat dirumah masing-masing dan beristirahat penuh untuk hari ini.


Beberapa hari kemudian Meira dan Dokter Gewa tengah disibukkan dengan persiapan untuk acara syukuran dan pemberian nama untuk baby mereka satu nama sudah mereka siapkan untuk diberikan pada baby tampan itu.


Tiba acara syukuran dengan mengundang para warga untuk pemberian nama anak Meira dan Dokter Gewa baby tampan dan lucu itu diberi nama Abian Delta Amor.


"Baby Bian sekarang udah punya nama ya" goda Susan sambil menggendong baby Bian dengan gemasnya.


"Udah dong aunty" jawab Meira.


Meira dan Dokter Gewa sangat bahagia merawat dan menyayangi anak mereka sepenuh hati.


Melodi dan Dokter Alex pun perlahan sudah mulai saling mengerti dan memahami keinginan masing-masing Dokter Alex tak lagi memaksa Melodi untuk melayani naf* si birahinya jadi Melodi sudah bisa bernafas lega.


Sementara itu dirumah sakit jiwa Sam datang untuk menjenguk Kimmy karena kelahiran anaknya sudah semakin dekat Sam datang membawa beberapa perlengkapan bayi untuk ditunjukkan pada Kimmy supaya kejiwaan Kimmy lekas membaik.


"Kim lihat ini aku beli perlengkapan bayi walaupun aku tidak tahu jenis kelamin anak kamu apa tapi aku pilih warna-warna yang netral" Sam menunjukan beberapa perlengkapan bayinya yang sudah dibelinya.


Kimmy hanya melirik sinis dengan tatapan kosong.


"Kim kamu harus sembuh apa kamu tidak mau memberikan nama untuk anak kamu, menggendong anak kamu, membesarkan anak kamu kasihan dia kalau dia tidak memiliki orang tua kandung di sisinya" Sam merasa iba dengan keadaan Kimmy saat ini.