Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Sam mengetahuinya


Sementara itu dikediaman Meira dan Dokter Gewa sedang berada didalam kamarnya karena cuaca sangat dingin setelah hujan deras tadi.


"Sayang kamu baik hati sekali si" ucap Dokter Gewa.


"Aku baik hati? kenapa memangnya kok tiba-tiba kamu bicara begitu?" tanya Meira.


"Ya aku engga nyangka aja kamua masih mau nyelawat kerumah wanita dan laki-laki yang sudah menyakiti kamu bukan sehari dua hari loh tapi mereka menyakiti kamu selama dua tahun Mei dan kamu masih baik mau nyelawat kesana aku bangga sekali Mei" jawab Dokter Gewa.


"Aku juga manusia biasa Ge kadang kalau ingat aku masih suka kesal tapi aku juga bersyukur kalau Sam tidak mengkhianati aku dengan Kimmy mana mungkin kamu hadir dihidup aku dan juga Gewa junior ini" ucap Meira sambil mengelus-elus perutnya.


"Ngomong-ngomong gimana ya kabarnya Gewa junior didalam sana? dia lagi main atau lagi makan ya dingin-dingin begini?" goda Dokter Gewa.


"Ih maksudnya apa nih?" tanya Meira sedikit mengerti tapi ingin diperjelas.


"Ya apa dong Papahnya pengen nengokkin Gewa junior nih Mah boleh engga?" kangen nih" bujuk Dokter Gewa.


"Kamu kok kode nya sekarang gitu si Ge" jawab Meira yang kegelian mendengar godaan dari Dokter Gewa.


Duh ilah.... ini suami isteri segala kode-kodean mengatasnamakan Gewa junior segala orang Gewa junior masih polos padahal emang dasar Papahnya yang udah gatel.hahaha


Dokter Gewa pun langsung memegangi pipi Meira dengan kedua tangannya diluma* tnya bibir mungil Meira dengan lembut sambil sesekali Dokter Gewa memainkan lidahnya didalam mulut Meira.


Luma* tan demi luma* tan Dokter Gewa semakin menjalar keleher Meira dengan gai* rah yang semakin tinggi Dokter Gewa menurunkan luma* tanya semakin turun dan sampai dikedua buah Meira yang hanya tertutupi lingerie transparan itu.


Dengan naf* su yang membara segera Dokter Gewa melepaskan lingerie itu sehingga Meira sudah tak mengenakan sehelai benangpun saat ini membuat buah Meira terpampang nyata didepan Dokter Gewa dengan tidak sabaran Dokter Gewa langsung menyambar buah Meira dengan mulutnya itu membuat Meira mengeluarkan lenguhannya.


"Aw sayang,,, ohh"


Semakin terbenam wajah Dokter Gewa dibuah Meira tak tinggal dia kedua tangan Dokter Gewa pun ikut bermain dikedua paha Meira dielus nya dengan lembut dan semakin bermain bukan lagi dikedua paha Meira melainkan sudah kedalam daerah sensitif Meira membuat Meira semakin maracau lagi.


"Ahhhhh,,,,emmmm"


Semakin cepat Dokter Gewa memainkan jari-jarinya diarea sensitif itu sedangkan mulutnya masih bermain dibuah Meira dengan lahapnya.


Karena pedang Dokter Gewa sudah terasa sesak didalam sana seakan memberontak woyy kapan nih giliran gw buru nap buru udah ga sabar nih.


Dokter Gewa yang sudah diselimuti gai* rah yang menggebu-gebu langsung membuka seluruh pakaiannya.


Itu pedang udah terpampang nyata dengan kegagahan nya siap untuk digunakan, tanpa menunggu lama Dokter Gewa langsung membenamkan pedang miliknya itu membuat Meira meremas bahu Dokter Gewa.


Semakin bergai *rah keduanya memainkan permainan yang sangat dahsyat hingga mereka sudah tak merasakan dingin lagi akibat hujan tadi yang ada kini keringat bercucuran dari keduanya.


Semakin lama Dokter Gewa semakin tidak sabaran apalagi kini Meira sudah sangat nyaring mengeluarkan lenguhan-lenguhannya membuat Dokter Gewa semakin mempercepat permainan nya dan sampailah mereka diakhir permainan malam ini.


Sementara itu didalam rumah Sam sudah menyiapkan koper miliknya mulai mengemasi semua baju-bajunya dari dalam lemari mengemasi semua barang-barang nya mengumpulkan semua yang perlu dibawanya keluar dari rumah Kimmy.


Sudah malam begini tapi Kimmy belum juga sampai kerumah entahlah kemana dia pergi yang jelas Sam sudah tidak mempedulikan nya lagi.


Pada saat hendak mengemasi parfum dan pomad nya dimeja rias terlihat handphone Kimmy yang tergeletak disamping bedak milik Kimmy karena penasaran dengan ayah dari anak yang dikandung Kimmy, Sam pun berinisiatif melihat isi handphone Kimmy siapa tau dia menemukan petunjuk.


Setelah membuka kotak pesan tak ada satu pesan yang mencurigakan namun saat membuka galery foto ada satu album yang hanya bertuliskan ADA mungkin itu singkatan yang berarti (Ayah Dari Anaku).


Sam pun membuka folder itu benar saja terdapat banyak foto-foto dan betapa kagetnya Sam melihat laki-laki yang ada didalam foto tersebut tengah tertidur sepertinya itu adalah tempat tidur hotel tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.


Ada juga foto selfie Kimmy bersama laki-laki yang tengah tidur itu, sepertinya semua foto di ambil saat laki-laki itu tengah tertidur.


"Apa-apaan kamu Kim, ini mustahil dasar wanita gila engga bisa aku harus hapus foto-foto ini sebelum Kimmy berbuat nekat" ucap Sam sambil buru-buru menghapus foto-foto itu.


Tiba-tiba Kimmy datang dan masuk kedalam kamar melihat handphone nya sudah berada ditangan Sam namun tak disangka expresi nya terlihat santai dan selow.


"Sam kamu sedang apa dengan handphone aku?" tanya Kimmy yang segera rebahan dikasurnya.


"Kamu gila Kim aku akan hapus semua foto-foto ini" ucap Sam.


Hahahahaha...


"Kamu mau hapus kek kamu mau banting kek aku tidak peduli Sam toh aku sudah punya file cadangannya" jawab Kimmy dengan santai.


"Kim bisakah kita perbaiki hubungan kita, aku rela menjadi ayah dari anak yang kamu kandung itu Kim tapi aku mohon jangan kamu minta pertanggungjawaban pada laki-laki ini" ucap Sam yang tidak mau Kimmy berbuat masalah lagi untuk orang lain.


"Kenapa kamu yang sudah tegas ingin menceraikan aku mendadak merengek begini meminta kembali sama aku hanya gara-gara sebuah foto Sam?" tanya Kimmy yang tertawa terbahak-bahak.


"Kim aku akan membesarkan anak ini bersama kamu, jadi sudah ya jangan lagi kamu temui laki-laki ini Kim jangan berbuat masalah lagi aku janji akan menjadi ayah yang baik untuk anak ini" ucap Sam.


"Ya ya ya akan aku pikirkan apakah aku akan menerima kamu sebagai ayah anak ini atau aku akan menemui laki-laki ini dan bicarakan semuanya, tapi sepertinya kamu sangat peduli dengan laki-laki itu Sam" ucap Kimmy sambil tertawa lagi.