
Tokkkkkk,, tokkkkk,,, tokkkkkk.
Dokter Alex mengetuk pintu kamar Alexa yang saat ini tengah kesal ingin segera menemukan siapa ayah kandungnya. Dengan wajah merengut Alexa membukakan pintu kamar kontrakannya.
Saat Alexa membuka pintu kontrakan miliknya betapa kagetnya Alexa yang melihat sosok pria tua didepannya ini begitu juga dengan Dokter Alex yang sangat kaget mendapati sosok gadis didepannya saat ini.
"Ka-kamu.. ?" secara bersamaan.
"Ah waw mimpi apa aku semalam bisa bertemu kembali dengan kamu gadisku," kata Dokter Alex.
"Om perkasa? Apa yang Om lakukan disini?" tanya Alexa.
"Am sebenarnya rumah Om sedang direnovasi jadi terpaksa Om harus tinggal di kontrakan sempit ini, ngomong-ngomong boleh Om masuk?" ujar Dokter Alex tersenyum nakal.
"Silahkan," kata Alexa, mereka kemudian duduk dilantai karena tidak adanya sofa disini.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku tadi. Kenapa kamu bisa disini dan juga tadi aku mendengar kamu berteriak-riak?" kata Dokter Alex.
" Aku sedang mencari seseorang dikota ini," kata Alexa.
"Seseorang. Boleh Om tau siapa yang sedang kamu cari?" tanya Dokter Alex.
"Apa Om mengenal seorang wanita bernama Kimmy?" kata Alexa.
Mendengar Alexa menyebutkan nama Kimmy trauma masa lalu Dokter Alex kembali muncul. Kenangan yang sudah susah payah Dokter Alex lupakan mendadak teringat kembali. Tak ingin Alexa mengetahui masa lalunya, Dokter Alex mengelak.
"Kimmy? Tidak! Aku tidak mengenalnya, kenapa kamu mencarinya?" tanya Dokter Alex.
Tak ingin Dokter Alex mengetahui lebih jauh tentang urusan pribadinya Alexa pun berbohong.
"Aku saat ini bekerja di rumah sakit jiwa tempat Bu Kimmy dirawat. Pihak rumah sakit meminta aku untuk mencari keluarga Bu Kimmy dikota kecil ini karena kondisi Bu Kimmy berangsur membaik dan dia mencari-cari keluarganya.
"Aku tidak kenal dengan nama yang kamu bilang tadi," pekik Dokter Alex yang tak ingin lagi berurusan dengan yang namanya Kimmy .
Dalam benak Dokter Alex kenapa ada pegawai rumah sakit jiwa mencari keluarga Kimmy? Apa Sam yang selama ini merawat Kimmy dan anaknya sudah meninggal? Tapi Dokter Alex memutuskan untuk masa bodo dengan nasib Kimmy dan anaknya itu serta tak ingin memikirkannya lagi, masalahnya saat ini pun sudah sangat banyak.
"Ya sudah besok aku akan mencarinya sendiri Om," kata Kimmy.
"Ah kamu sebaiknya tidak perlulah ikut campur urusan orang lain. Lebih baik besok kamu ikut Om untuk jalan-jalan ke pantai pasir putih, gimana?" kata Dokter Alex.
"Baiklah. Aku juga butuh refreshing," kata Alexa.
"Nah pas banget kan. Malam ini apa boleh Om tidur disini saja?" tanya Dokter Alex yang sudah mulai berga* rah melihat gadis yang sudah ia ambil keperawanannya itu.
"Maaf Om besok aja. Aku capek," kata Alexa.
Membuat Dokter Alex sedikit kecewa tak henti-hentinya Dokter Alex terus terpesona dengan kecantikan gadis ini, apalagi bentuk tubuhnya yang sexy pakaian yang dikenakan Alexa pun sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya sangat jelas terlihat apalagi dua tonjolan besar yang membuat pikiran nakal Dokter Alex semakin tak terkendali.
Alexa terdiam dan tak menjawab tiba-tiba dengan ganasnya Dokter Alex menerkam Alexa mengangkat tubuh Alexa kedalam pangkuannya lalu *******-***** gundukan besar Alexa dengan kasar tak puas sampai disitu tangan Dokter Alex langsung melucuti pakaian Alexa dan membuka b*r*a milik Alexa dan langsung menghisap gundukan itu secara bergantian.
Alexa mencoba menolak karena hari ini dia memang sedang sangat lelah.
"Om tunggu dulu! Besok aja Om aku capek," kata Alexa.
Karena terus mendapat penolakan akhirnya Dokter Alex tidak meneruskannya malam ini.
"Baiklah malam ini Om akan lepaskan kamu. Tapi besok jangan harap ya," ya Dokter Alex sambil tersenyum nakal.
Dokter Alex pun akhirnya kembali ke kamarnya untuk beristirahat begitu juga dengan Alexa yang malam ini tertidur lelap.
Keesokan harinya Dokter Alex mengajak Alexa ke pantai pasir putih menggunakan mobil sewaan karena tak ingin terlihat kere didepan Alexa. Sesampainya di pantai pasir putih yang ramai dengan wisatawan asing dan juga wisatawan lokal Alexa ceria sekali karena takjub dengan keindahan pantai pasir putih ini.
Mereka berdua bermain air, berjalan beriringan mengitari pantai layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara Alexa merasakan ikatan batin yang kuat dengan Dokter Alex dia merasa jika sudah sejak lama dia mengenal Dokter Alex sehingga Alexa sangat nyaman ketika bersama Dokter Alex.
Begitu juga dengan Dokter Alex yang merasa memiliki Ikatan batin dengan Alexa sejak mereka pertama kali bertemu seperti tak ingin jauh dan ingin selalu bersama.
Sementara itu dikota besar Sam memutuskan untuk tidak dirawat lagi karena harus buru-buru menemui Alexa dikota kecil untuk membantu Alexa mengetahui kebenarannya.
Dengan masih dalam kondisi lemah Sam berusaha tetap kuat demi Alexa. Dari rumah sakit Sam pulang ke rumahnya dan mengemasi beberapa pakaiannya setelah selesai Sam langsung menaiki angkot namun tidak langsung ke terminal melainkan singgah terlebih dahulu di rumah sakit jiwa untuk menemui Kimmy.
Sesampainya di rumah sakit jiwa Sam langsung menemui Kimmy diruanganya. Kimmy tengah duduk dan memainkan rambutnya sembari menyanyi-nyanyi tidak jelas dengan tatapan mata yang kosong.
"Kimmy apa kamu yang menyuruh Alexa untuk mencari ayah biologisnya ke kota kecil? Kamu sadar kamu membuat anak kamu akan merasakan sakit hati jika ayah kandungnya kekeh tidak mau bertanggung jawab atas Alexa," kata Sam.
Kimmy hanya tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak.
Hahhahahah...
"Cukup Kim, jangan tertawa lagi tolong kasihanilah Alexa dia darah daging mu sendiri. Sekarang katakan siapa ayah kandung Alexa karena aku akan memintanya untuk tes DNA hari ini," Kata Sam.
Kimmy lalu berteriak histeris dan menyebutkan satu nama laki-laki.
"Alex,,,,,,,,, Alex,,,,,,, Alex laki-laki bia* dab dia tidak peduli pada bayiku. Bayiku yang malang," teriak Kimmy.
Sam pun sekarang semakin yakin bahwa Dokter Alex lah ayah biologis dari Alexa jadi langkah pertama yang akan Sam lakukan adalah meminta Dokter Alex agar mau melakukan tes DNA dengan Alexa.
Sam pergi meninggalkan Kimmy yang masih histeris berteriak-riak yang Sam pedulikan saat ini adalah Alexa, dengan langkah kaki terburu-buru Sam pergi menuju terminal dan menaiki bus antar kota untuk pergi ke kota kecil.
Siang harinya Sam sudah sampai di terminal kota kecil, kota yang mengingatkannya atas berbagai kenangan buruk yang menimpanya dulu. Demi Alexa, Sam rela kembali mengingat masa kelamnya dulu.
Sam akhirnya menaiki angkot untuk menuju rumah Melodi dan Dokter Alex untuk mengatakan semuanya pada Melodi dan Dokter Alex maksud kedatangan Sam kali ini.