
Semoga saja gadis belia tadi belum jauh Melodi dan Meira melangkahkan kaki dengan cepat agar bisa menahan gadis belia itu sampai akhirnya gadis itu ketemu berada diparkiran hendak menjalankan motor miliknya, dengan cepat Melodi mengambil kunci motor gadis belia itu dari motornya membuat mesin motornya mati.
"Apa lagi ini?" gadis itu sedikit kesal.
"Cepat mengaku saja kalau kamu selingkuhan suamiku kan?" Melodi mendesaknya.
"Sudah berapa kali saya bilang sama Tante kalau saya ini pasien Dokter Alex" gadis itu kembali mengelak.
Meira hendak berbicara lagi untuk mendesak gadis itu mengaku namun Meira menahannya dan mengambil alih pembicaraan dengan gadis itu.
"Kamu sepertinya seumuran dengan anak saya, berapa umur kamu gadis cantik?" tanya Meira.
"Ya aku emang masih muda Tan, aku masih umur sembilan belas tahun dan masih kuliah" jawab gadis itu.
"Mei kamu ngapain puji-puji gadis ini" Melodi tak mengerti dengan cara Meira.
"Suttt" Meira menyuruh Melodi diam dulu.
"Semua sudah bereskan aku harus pergi ke kampus sekarang!" ucap gadis itu.
"Kamu tau motor kamu sudah cukup kuno untuk gadis belia secantik kamu apalagi untuk dibawa ke kampus teman-teman kamu yang lain pasti sudah memakai motor-motor yang jauh lebih bagus dari motor kuno kamu ini iya kan?" Meira berusaha memancing gadis itu.
"Heuh mereka hanyalah penikmat harta orang tua berbeda dengan aku, aku berusaha untuk membeli apapun itu dengan hasil kerja keras aku sendiri" jawab gadis itu.
"Kerja keras? kerja keras seperti apa yang kamu maksud? kamu bahkan masih kuliah dan belum bekerja lalu dari mana semua uang yang kamu peroleh itu?" Meira membuat gadis itu semakin terpojok.
"Sebenarnya apa mau Tante?" gadis itu terlihat makin kesal.
"Tidak ada aku hanya ingin memberikan kamu sedikit uang untuk mengganti motor atau bahkan handphone jadul kamu itu" Meira mengeluarkan segepok uang cash dan handphone miliknya.
"Hah uang? uang itu banyak sekali Tan" gadis itu langsung seketika tersenyum melihat segepok uang yang dikeluarkan Meira dari dalam tasnya.
"Kalau kamu mau kamu bisa memiliki semua uang ini atau saya bisa transfer semua uang ini asal kamu jujur sama saya" bujuk Meira.
"Apa Tante yakin akan memberikan uang yang lebih banyak dari yang Dokter Alex berikan sama aku?" gadis itu terlihat bernegosiasi.
"Tentu, apa kamu mempunyai foto-foto kamu dan Dokter Alex?" tanya Meira.
"Aku bahkan memiliki videonya Tan, berapa nomor telepon Tante biar aku kirim" gadis itu kegirangan akan menerima uang dari Meira.
Melodi sampai geleng-geleng kepala mengetahui kelakuan suaminya itu.
Meira memberikan nomor teleponnya pada gadis itu segera file video Dokter Alex dengan gadis itu pun terkirim dan Meira memberikan sejumlah uang cash itu.
"Apa kamu tidak malu hidup dari hasil mela* cur?" tanya Melodi.
"Apa orang kaya seperti kalian bisa tau rasanya hidup dalam kemiskinan dan tidak punya uang untuk biaya kuliah? aku melakukan semua ini karena aku butuh uang Tan aku tau aku salah dan aku minta maaf pada Tante tapi suami Tante yang lebih dulu menawarkan aku tidak bisa menolak karena aku benar-benar butuh uang saat itu" gadis belia itu menjelaskannya.
"Sudah berapa lama kamu menjadi selingkuhan suamiku, dasar pela* cur" bentak Melodi.
"Aku sudah bilang aku terpaksa dan suami Tante juga tidak hanya melakukannya denganku tapi juga dengan temanku yang lain, jadi ini bukan salah aku" gadis itu membela diri.
"Maaf Tan itu bukan video aku dengan Dokter Alex, tapi itu video temanku dengan Dokter Alex, mana mungkin aku menyebarkan tubuhku sendiri pada orang lain" celetuk gadis itu yang segera mengambil kunci motornya lalu berlalu pergi.
"Kamu lihat Mei betapa gilanya Alex?" Melodi benar-benar murka kali ini.
"Iya dan aku harap kamu tidak lagi memikirkan perasaan Alice ini saatnya kamu memikirkan hidup kamu Mel kebahagiaan kamu ketenangan jiwa kamu, kita sudah tua kita butuh ketenangan dan kamu harus segera menceraikan Alex" ucap Meira.
"Iya Mei aku sudah semakin lelah biarlah Alice mengetahui kebusukan Papahnya, coba Mei periksa video itu!" pinta Melodi.
Meira dan Melodi pun masuk kedalam mobil dan segera membuka file video itu dan benar saja dalam rekaman video itu terlihat Dokter Alex tengah memadu kasih dengan gadis belia tapi bukan gadis tadi ini gadis yang berbeda.
"Bia* dab dasar laki-laki pedo* fil bahkan gadis seumuran dengan anaknya pun dia ajak beginian" Melodi benar-benar tak habis pikir.
"Alex parah sekali Mel gadis ini layaknya jadi anak dia aku benar-benar tak habis pikir Alex akan mengencani gadis semuda ini" Meira sampai geleng-geleng kepala.
Melodi dan Meira pun pulang kerumahnya di rumah Melodi sudah tidak sabaran untuk menunggu pulang Dokter Alex, Melodi pun sudah menelepon pengacaranya untuk mengurus perceraian dirinya dan Dokter Alex sebagai tambahan bukti agar proses perceraian berjalan cepat Melodi akan menyerahkan bukti video itu pada pengacaranya.
"Lihat saja kamu Alex sekarang aku tidak akan lagi menutupi kebusukan kamu, aku ingin menghabiskan masa tua aku dengan tentram dan damai aku akan segera memberi tahu Alice segala kebusukan kamu Alice harus tau bagaimana kelakuan bejad Papahnya yang selama ini dia bangga-banggakan" ucap Meira dalam hatinya.
Sore hari Alice pulang ke rumahnya setelah lelah seharian berada di resort mengurus banyak hal.
"Mah aku pulang" Alice sampai didalam rumah.
"Alice duduk dulu sini sama Mamah!" pinta Melodi.
"Kenapa Mah, apa Mamah udah kangen sama Alice?" Alice memeluk Melodi.
"Alice Mamah ingin bicara serius sama kamu, Alice kan sudah dewasa sekarang jadi Alice pasti akan bisa mengerti keputusan Mamah saat ini" Melodi berbicara dengan serius.
"Ih Mamah nih tumben banget serius banget" Alice sedikit heran.
Tak lama pengacara Melodi datang kerumah untuk mempersiapkan segala berkas perceraian Melodi dan Dokter Alex.
"Permisi Bu Mel" panggil pengacara.
"Masuk Pak" Melodi mempersilahkan pengacara masuk.
Di dalam rumah Melodi menjelaskan semuanya pada pengacara didepan Alice terlihat wajah Alice sudah memerah dan kedua bola mata Alice yang sudah membendung air matanya mendengar semua keterangan Mamahnya sendiri tentang kelakuan Papahnya membuat Alice sangat syok dia hanya terdiam tak percaya dengan semua yang terjadi saat ini.
Tak lama Dokter Alex pulang ke rumah dan masuk ke dalam rumah sudah ada Melodi, Alice dan pengacara yang menatap serius Dokter Alex, seketika Alice langsung menangis dan meninggalkan Melodi dan Dokter Alex masuk kedalam kamarnya.
"Alice, Mah itu Alice kenapa menangis dan langsung masuk ke kamar? ini lagi kenapa ada pengacara disini?" Dokter Alex sudah memiliki firasat.
"Duduk sini sayang" pinta Melodi dengan halus.
"Selamat sore Dokter Alex, saya tadi ditelepon oleh Bu Melodi untuk mengurus perceraian antara Pa Dokter dengan Bu Melodi adapun alasan Bu Melodi menggugat Pak Dokter karena perselingkuhan yang Pak Alex lakukan.
"Tunggu dulu Pak, ini hanya salah paham saya dan isteri saya tidak akan bercerai iya kan Mah aku sangat mencintai kamu Mah kita sudah hidup bersama selama puluhan tahun" Dokter Alex mengelak.