
Suasana dikedai mendadak menjadi panas, Sam yang terus menatap wajah Dokter Gewa dengan penuh kecemburuan membuat Meira menyeretnya keluar dari kedai.
"Sam cukup Okey jangan buat aku malu dengan sikap so suci kamu ini" ucap Meira.
"Meira suami mana yang tidak marah isterinya berpegangan tangan lama seperti itu" jawab Sam.
"Kamu lucu sekali Sam, dengar Sam aku ga mau bertengkar lagi dengan kamu stop sekarang aku mau kembali kekedai" jawab Meira.
Entah kenapa hati Sam terusik dengan tatapan mata Meira terhadap Dokter muda itu.
Hari-hari berlalu begitu cepat, tiba waktunya hari ini ialah hari kebahagiaan untuk Melodi. Ya Melodi akan bertunangan dengan kekasihnya dan semua orang terdekat diundang kepesta yang diselenggarakan dipinggir pantai dengan hiasan dan juga aneka hidangan lezatnya.
Melodi tampak cantik dan anggun mengenakan gaun simple berwarna putih disertai hiasan bunga-bunga diatas kepalanya, kekasihnya pun terlihat gagah dan juga tampan dengan stelan kemeja berwarna putih dan dasi yang berwarna abu tua.
Tamu undangan satu persatu berdatangan termasuk Wanita selingkuhan Sam itu, Dokter Gewa, dan banyak lagi, tak lupa Meira sudah meminta tolong pada Gio untuk sering-sering memvideokan Sam, karena disini Sam pasti akan memperhatikan Wanita itu.
Acara pun dimulai dengan penuh suka cita, Meira sangat senang melihat Melodi kini sudah bertunangan dan akan segera menikah, saat Meira tengah mengambil minuman dimeja yang sudah disediakan Dokter Gewa pun menghampiri Meira untuk menyapa.
"Hai Meira" sapa Dokter Gewa.
"Oh Hai, Dokter datang sendiri kesini?" tanya Meira intinya si ini Ci Mei nanya halus udah punya pacar belum ko dateng sendiri,, hehehe.
"Ya gimana lagi ga ada yang bisa saya ajak" jawab Dokter Gewa.
Uhhhhh lega nya hati Ci Mei..
"Memang Dokter belum menikah?" tanya Meira.
"Aduh Mei jangankan menikah, aku pacar aja gak punya" jawab Dokter Gewa.
Makin dapet lampu ijo nih Ci Mei wit wiwwww..
"Ah masa si Dok?" ucap Meira yang terlihat merah dikedua pipinya akibat malu-malu mau.
"Ya begitulah belum ada yang cocok, Meira sendiri datang sama suami?" tanya Dokter Gewa.
"Saya gak seakrab itu dengan suami saya Dok" ucap Meira.
"Ya saya sedikit dengar dari Melodi, katanya dia sudah tidak tega melihat kamu masih bersama suami kamu Mei" ucap Dokter Gewa.
"Tidak akan lama lagi Dok, saya hanya menyelesaikan satu pekerjaan saya lagi" jawab Meira.
"Apa kamu akan..?" tanya Dokter Gewa yang mendengar perkataan Meira langsung berseri-seri wajahnya.
"Ya setelah saya menyelesaikan nya" jawab Meira yang tersenyum manis.
Sementara dari jarak lumayan dekat Sam yang tengah duduk dikursi tamu melihat Meira saling melempar senyum dan terlihat semakin akrab dengan Dokter Gewa terlihat emosi dan kini Sam tengah diselimuti api kecemburuan, Sam pun menghampiri Meira dan Dokter Gewa.
Sam mengambil minuman dan meminumnya, namun Dokter Gewa dan Meira masih asyik saja mengobrol tanpa sedikitpun menengok kearah Sam, Sam yang merasa sangat diacuhkan oleh Meira meremas gelas mungil ditangannya hingga gelas itu pecah dan membuat tangan Sam terluka berdarah.
Meira dan Dokter Gewa pun menengok dan mendapati tangan Sam sudah mengucur darah akibat terkena serpihan gelas.
"Sam kamu ngapain si?" ucap Meira.
Sam hanya diam melotot kearah Dokter Gewa.
"Sini Pak Sam biar saya obati" jawab Dokter Gewa.
"Saya gak butuh anda obati, saya cuma butuh anda menjauh dari isteri saya" jawab Sam dan segera berlalu menjauh dari Meira dan Dokter Gewa.
Bahkan ketika Sam selesai mengobati lukanya dan dia kembali ke pesta, Meira dan Dokter Gewa malah semakin lengket, Sam duduk dikursi dengan wajah penuh amarah tak lama handphone Sam bergetar.
Dertttt,,,,,,,dertttttttt...
Satu pesan masuk dari Wanita selingkuhan nya.
( Apa kamu cemburu melihat Meira? )
Sam tidak membalas pesan dari Wanita itu, karena sebagai laki-laki harga dirinya merasa diinjak-injak oleh Meira yang bukannya mengobati luka ditangannya malah asyik mengobrol dengan Dokter Gewa.
Dertttt,,,,,, dertttttttt.
( Apa kamu acuhkan aku sekarang Sam? aku bisa nekad sekarang )
Isi pesan dari Wanita itu lagi, saat Sam membaca pesannya Sam pun mulai meredakan kecemburuan nya terhadap Meira dan melirik kearah Wanita selingkuhan nya, Sam pun melempar senyuman kepada selingkuhan nya itu.
Saat itu Gio tengah merekam situasi pesta pertunangan ini, dan lebih sering menyoroti Sam, benar saja Gio melihat kearah siapa dia melirik dan melemparkan senyuman nya, Gio melihat Sam seketika berhenti merekam suasana pesta dan duduk terdiam seribu kata.
Meira melihat Gio tengah terdiam dengan kamera nya, Meira pun menghampiri Gio dan meninggalkan obrolannya dengan Dokter Gewa.
"Gi" sapa Meira.
"Eh Ci Mei" jawab Gio.
"Kok sudah berhenti merekam si Gi, kan acaranya belum selesai?" tanya Meira.
"Hanya tak ingin merekam lagi saja Ci Mei, lagipula sepertinya Gio udah dapet tangkapan yang Ci Mei maksud" jawab Gio.
'Oh ya, boleh saya liat sekarang Gi?" tanya Meira yang sudah tidak sabaran melihat semuanya.
"Lebih baik setelah para tamu pulang saja Ci Mei, biar kita bisa liat sama-sama" jawab Gio.
"Kita? kamu gak perlu terlibat terlalu jauh lagi Gi, biar sekarang saya dan Melodi yang akan tangani ini semua" jawab Meira.
"Tapi saya ingin bantu Ci Mei, apa boleh?" tanya Gio.
Meira bingung kenapa Gio malah mau terlibat lebih jauh lagi dengan urusan rumah tangganya, padahal dia masih anak sekolah yang belum boleh dilibatkan kedalam masalah rumahtangga yang rumit ini.
"Ah gimana ya Gi, kamu kan masih pelajar Gi tapi kamu jangan salah paham saya hanya gak ingin kamu ikut terlibat dalam urusan orang dewasa" jawab Meira.
"Tapi ada hal yang harus saya katakan terlebih dahulu sama Ci Mei" ucap Gio.
"Apa itu Gi?" tanya Meira sangat penasaran.
"Maka dari itu izinkan saya membantu Ci Mei!" jawab Gio.
"Oh kalo begitu, kita tunggu sebentar lagi juga para tamu akan meninggalkan pesta" jawab Meira.
"Iya Ci Mei nanti kita lihat rekaman nya sama-sama" ucap Gio.
"Tapi kamu tidak mengantar Kimmy pulang kerumahnya dulu Gi? tanya Meira merasa tidak enak.
"Engga kok, Kimmy akan pulang sama Adel tadi dia sudah bilang" jawab Gio.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, para tamu pesta pertunangan Melodi perlahan meninggalkan pesta.