
Malam hari Meira sudah selesai memasak untuk makan malam sedangkan Dokter Gewa baru selesai mandi dan duduk dimeja makan, Meira pun ikut duduk untuk menuangkan nasi serta lauk pauk kepiring Dokter Gewa dengan wajah gugup.
"Mei ada apa? ko kamu keliatan gugup begitu apa kamu sakit?" tanya Dokter Gewa.
"Ah eng,, engga kok Ge" jawab Meira yang sebenarnya ingin bicara tentang kondisi Sam dan niatnya untuk membantu Sam.
Dokter Gewa pun mulai memakan makanannya begitu juga Meira tapi sangat terlihat jelas Meira tengah memikirkan sesuatu sehingga makan pun tidak semangat begitu.
"Mei kita kan sudah suami isteri pernikahan yang baik itu apabila diantara suami maupun istri tidak ada yang mereka tutupi mengenai apapun itu perkara kecil ataupun perkara besar" ucap Dokter Gewa yang berusaha memancing Meira untuk mengatakan sesuatu yang dia tutupi.
"Apa kamu akan marah Ge?" tanya Meira.
"Katakanlah dulu sayang" jawab Gewa.
"Sebenarnya tadi sore Sam datang kekedai menemui aku" jawab Meira.
"Pak Sam? tapi untuk apalagi dia menemui kamu Mei?" tanya Dokter Gewa sedikit sensi kalau mendengar nama Sam.
"Tidak ada dia hanya mampir dan minta maaf karena dia akan dioperasi" jawab Meira.
"Apa Pak Sam sakit?" tanya Dokter Gewa.
"Ya katanya tumor jinak diselaput pembuluh darah diotaknya, tapi kamu jangan salah paham Ge setelah itu dia langsung pulang kok" jawab Meira.
"Aku turut prihatin atas apa yang menimpa dia Mei, tapi aku kurang suka kalau dia menemui kamu lagi maksudnya dia apa? kalau memang mau operasi ya dia cukup memberitahu istrinya atau keluarga nya saja tidak perlu dia menemui kamu" ucap Dokter Gewa yang kesal bila ada hal yang menyangkut Sam.
"Iya Ge maafin aku ya, lain kali aku akan suruh dia tidak menemui aku lagi" jawab Meira.
Dalam hati Meira, duhh Gewa baru tau Sam datang menemuinya saja sudah marah tidak suka apalagi kalau aku cerita aku akan membantu Sam dengan melakukan penggalangan dana untuknya, belum lagi kalau Gewa tau bahwa Sam masih mencintai aku dan Sam pun bilang aku adalah semangat nya untuk melakukan operasi, bagaimana ini???? Sam pun sudah meminta izin agar dia masih bisa melihat aku dan menemui aku.
"Mei kenapa?" tanya Dokter Gewa.
"Ah engga Ge aku baru ingat kalau detergen dirumah habis, sebaiknya setelah makan aku akan beli ke minimarket depan" jawab Meira.
"Yasudah nanti aku antar ya" ucap Dokter Gewa.
"Engga engga usah Ge, hanya sebentar kok aku pergi sendiri aja pakai motor, lagian kan kamu harus istirahat kamu baru sampe rumah malam begini" jawab Meira.
"Ya udah nanti aku hanya pergi sebentar aja kok, kamu istirahat ya" jawab Meira yang menghembuskan nafas panjangnya merasa lega bisa keluar rumah menemui Adeline dan Neneng serta Susan yang akan melakukan penggalangan dana untuk pengobatan Sam.
Dokter Gewa pun masuk kekamar nya dan beristirahat setelah meminum obat sakit kepala, sementara Meira keluar rumah menggunakan motor matic nya.
Didepan rumah Neneng semua yang akan berpartisipasi untuk penggalangan dana sudah berkumpul, Meira pun turun didepan rumah Neneng.
"Eleuh eleuh Ci Mei daritadi teh Neneng telponin mani gede pisan kirain teh Ci Mei engga jadi kesini" ucap Neneng.
"Aduh maaf ya kelamaan ya, Gewa kayanya ga bakalan izinin kalau aku ngadain penggalangan dana untuk Sam" jawab Meira.
"Lah terus Ci Mei ga bilang dulu sama Dokter Gewa?" tanya Susan.
"Engga San aku terpaksa bohong" jawab Meira.
"Ih Ci Mei nanti kalau ketahuan Dokter Gewa gimana bisa berantem nantinya" ucap Adeline.
"Makanya kalian jangan sampai ada yang bocorin kalau saya ikut andil di penggalangan dana ini" jawab Meira.
"Kumaha atuh terus ini teh jadi tidak kita keliling rumah warga buat narikin dana nya, terus nanti teh Dokter Gewa nyariin Ci Mei kumaha atuh?" jawab Neneng.
"Engga kok Gewa udah tidur sekarang dia kecapean terus sakit kepala jadinya setelah makan malam dan minum obat dia tidur" jawab Meira.
"Ci Mei berani banget ih" ucap Susan.
"Ya udah atuh ayo takut keburu malem ini teh" ucap Adeline.
Akhirnya mereka pun berpencar untuk lebih cepat menarik dana dari warga, kurang lebih dua jam mereka berpencar mengetuk pintu satu rumah ke pintu lainya setelah dikira sudah kemaleman mereka pun memutuskan untuk meneruskan lagi esok harinya.
Meira bahkan berencana untuk menutup kedai miliknya agar bisa ikut berpartisipasi lagi di penggalangan dana ini, entahlah kenapa Meira begitu berniat untuk membantu Sam mungkin karena perasaan iba atau perasaan sayangnya yang masih ada tersisa untuk Sam.
Meira pun kembali kerumahnya, dilihatnya Dokter Gewa sudah tertidur pulas tanpa tau kalau Meira berbuat tidak jujur.
Tapi memang jika itu sudah menyangkut Sam, Dokter Gewa sangat tidak suka dan akan marah apabila Meira masih bertemu atau ada urusan apapun itu dengan Sam mungkin karena Dokter Gewa juga ada rasa cemburu dengan Sam bagaimana pun Meira dan Sam pernah menjalin rumah tangga dengan waktu yang lumayan lama.
Keesokan harinya Dokter Gewa sudah berangkat keklinik dan Meira tidak membuka kedai miliknya tapi malah bertemu Susan untuk meneruskan keliling rumah warga yang belum memberikan sumbangan dana, sementara Neneng dan Adeline harus pergi kesekolah dan tidak bisa ikut untuk meneruskan penggalangan dana ini.