
Alexa langsung mengikat meminta tali pada warga yang saat ini menontonnya, setelah mengikat si copet Alexa duduk dipunggung copet yang kini tengkurap itu dengan santai Alexa mengambil dompet milik Alice dan menyodorkannya pada Alice.
"Ini dompet kamu," kata Alexa menyodorkan dompet Alice.
Alice langsung menerima dompet itu dan merogoh saku celananya untuk memastikan dompet itu miliknya.
"Astaga benar ini dompet aku, copet! Copet" teriak Alice.
"Hadeuh telat banget si nih orang baru teriak," pekik Alexa.
Warga pun beramai-ramai memukuli copet itu. Alexa segera bangun dan berjalan menjauhi kerumunan dan disusul oleh Alice.
"Hey, makasih banyak ya. Berkat kamu dompet aku engga jadi kecopetan," kata Alice.
Alexa hanya menyelipkan senyum tipis dari balik bibirnya lalu bergegas naik kedalam angkot. Alice ikut masuk kedalam angkot karena itu angkot jurusan kearah tempat tinggalnya didalam angkot Alice selalu duduk menempel dengan Alexa namun Alexa selalu bergeser, tak ingin menyerah Alice terus mengajaknya bicara karena Alice sangat menyukai Alexa dan kagum pada Alexa.
"Kenalkan aku Alice! Kamu siapa?" tanya Alice dengan so akrabnya.
Alexa hanya terdiam cuek dan tak mau menengok kearah Alice. Alice semakin geregetan lalu Alice meremas kedua pipi
Alexa membuat Alexa kesal.
"Apa yang kamu lakukan?" sinis Alexa.
"Lagian kamu tidak mau menatapku, aku kan ingin berkenalan sama kamu. Aku fans beratmu," ujar Alice sambil tersenyum lucu.
Tingkah Alice membuat Alexa benar-benar risih. Alexa memutuskan untuk turun dari angkot untuk menghindari Alice
"Kiri Pir!" kata Alexa.
Angkot pun berhenti lalu Alexa turun tanpa menoleh kearah Alice membuat Alice sedikit kecewa.
"Hmm.. dia kenapa si? Padahal aku suka dengan gadis tangguh seperti dia. Coba aja aku punya saudara perempuan seperti dia pasti dia bisa selalu melindungi aku deh." Ungkap Alice dengan wajah cemberut.
Alexa yang baru pertama kali menginjakkan kaki dikota kecil ini memang merasakan chemistry dari kota kecil ini seolah dirinya memang pernah berada dikota kecil ini. Udara sangat sejuk dan menurut internet yang Alexa baca ada pantai pasir putih serta resort megah yang sangat terkenal disini.
Alexa berpikir akan mengunjungi pantai itu esok harinya karena hari ini dia akan mencari rumah yang bisa dikontrakkan disekitar sini.
Sementara itu Dokter Alex pergi ke showroom jual beli mobil bekas untuk menjual mobil miliknya setidaknya hanya dengan menjual mobil Dokter Alex bisa mendapatkan uang untuk orang tua gadis belia yang dipacarinya itu meski jumlahnya masih kurang banyak namun Dokter Alex akan meminta keringanan untuk bisa dicicil.
Mobil itu laku terjual sembilan puluh juta rupiah lalu Dokter Alex segera mentransfer uang itu kerekening bapaknya gadis itu dengan berat hati dan pikiran yang semakin depresi Dokter Alex sampai tak enak makan tak enak minum uang sebanyak itu lenyap begitu saja darinya.
Belum lagi Dokter Alex harus mencari kontrakan untuk menjadi tempat tinggalnya saat ini dengan menaiki angkot Dokter Alex turun dari gang satu ke gang yang lain untuk mengontrak rumah namun kontrakan rumah sangat mahal akhirnya Dokter Alex memilih mencari kontrakan satu petak kecil yang jauh dari kata mewah.
Setelah mendapatkan kontrakan satu petak itu Dokter Alex masuk dan melihat sekeliling kontrakan sempit yang akan menjadi tempat tinggalnya saat ini.
Dokter Alex akhirnya mencoba menghubungi Alice untuk meminta uang pada Alice agar bisa melunasi uang yang diminta bapak dari gadis itu dan juga untuk membeli rumah yang mewah.
Berkali-kali Dokter Alex menelpon Alice namun sepertinya nomor Dokter Alex telah diblokir oleh Alice sehingga Dokter Alex tidak bisa menghubung Alice dan berpikir untuk meminta paksa secara langsung pada Alice, jika tidak diberikan maka Dokter Alex tidak akan pernah mau menjadi wali nikah dari anaknya itu.
Tapi tiba-tiba Dokter Alex merasa sakit kepala dan pandangannya mulai kabur semakin kabur sampai tubuh Dokter Alex terjatuh dan melihat sekelilingnya hitam semua untuk beberapa saat Dokter Alex kehilangan penglihatannya namun setelah beberapa saat kemudian dirinya kembali bisa mendapatkan penglihatannya.
"Astaga ini pasti karena aku stres berat sampai aku mendadak kehilangan penglihatan ku. Ini pasti karena kadar gula aku tinggi sekali. Sebaiknya aku minum obat dulu." Kata Dokter Alex.
Dikota besar Sam ketika sadar sudah berada di rumah sakit dan ditemani seorang warga yang tadinya hendak memberikan penyuluhan untuk di vaksin pada Sam dan melihat Sam tergeletak ditengah rumahnya.
"Saya kok ada di sini Pak?" kata Sam.
"Iya Pak, tadi pagi saya temukan Pak Sam tergeletak di tengah rumah beruntung rumah Pak Sam tidak dikunci jadi saya buru-buru bawa ke rumah sakit bersama warga lain tadi," ujarnya.
"Terimakasih banyak Pak. Saya memang sedang banyak pikiran akhir-akhir ini," ungkap Sam.
"Pak Sam tenang aja. Kata Dokter Pak Sam hanya gejala tipes setelah dirawat beberapa hari juga akan segera sembuh," kata warga itu.
Sam langsung menelepon Alexa untuk menanyakan kabar tentangnya.
Kringggg,,,, kringgg.
Alexa yang baru saja istirahat setelah mendapatkan kontrakan satu petak melihat latar handphonenya yang berbunyi telepon dari Papanya.
📞"Hallo Pa," kata Alexa.
"Kamu dimana Lexa? Papa sakit dan masuk rumah sakit," kata Sam.
"Lexa sudah bilang akan mencari ayah kandung Lexa Pa," ungkap Alexa.
"Kalau begitu tunggulah Papa, Papa yang akan beritahu kamu siapa ayah kandung kamu dan kita akan tes DNA. Jadi tolong Nak, kamu jangan gegabah disana," kata Sam.
"Kalau begitu Papa buktikan omongan Papa dan segera susul Lexa kesini! Ungkap semuanya Pa Lexa sudah muak ingin cepat mengetahui siapa ayah kandung Lexa yang sudah berani menelantarkan Lexa," teriak Alexa.
"Baik kamu tenang Nak, Papa akan minta supaya besok juga boleh pulang dari rumah sakit dan segera menyusul Lexa kesana. Kamu jaga dir baik-baik ya Nak. Papa sayang kamu Lexa," ungkap Sam yang berurai air mata.
"Berhenti menangis!" teriak Alexa yang langsung mematikan telepon dihandphonenya.
"Cih,, tua bangka itu selalu lemah dan menangis. Maafin Lexa Pa tapi Lexa harus tau kebenarannya siapa laki-laki breng* sek yang tidak mengakui anaknya sendiri, darah dagingnyanya sendiri hingga aku hidup menderita seperti ini." Ungkap Alexa yang sangat dendam terhadap ayah biologisnya.
Sementara itu teriakan Laexa terdengar ke kamar sebelah tepatnya kamar kontrakan Dokter Alex dan Alexa yang ternyata bersebelahan. Dokter Alex akhirnya mengetuk pintu kamar Alexa setelah mendengar teriakkan-teriakan itu untuk memastikan orang yang berada didalam kamar itu baik-baik saja.