Mencari Selingkuhan Suamiku

Mencari Selingkuhan Suamiku
Kimmy melahirkan


Sebisa mungkin Sam selalu menjenguk Kimmy dan membantunya untuk sembuh namun tidak ada perkembangan sama sekali Kimmy tetap menderita gangguan jiwa bahkan dia sendiri tidak tahu kalau dirinya akan segera melahirkan sampai tiba-tiba.


Aaaaaaaaaaaaa....


Kimmy berteriak-riak histeris memegangi perutnya yang sudah sangat besar itu.


Perawat yang berjaga langsung sigap dan menghampiri Kimmy melihat air ketuban sudah turun membasahi kaki Kimmy perawat langsung membawanya kerumah sakit bersalin dari pihak rumah sakit jiwa menelpon Sam untuk mengabari berita ini.


Sam yang tengah berada ditempat kerjanya meminta izin untuk pulang lebih awal karena harus menemani Kimmy dengan tergesa-gesa Sam tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan bayi kuat itu lahir.


Sesampainya dirumah sakit Kimmy masih ditangani oleh Dokter didalam ruangan terdengar nyaring teriakan mengejan Kimmy hingga beberapa lama Sam begitu gelisah menunggu diluar ruangan tak lama suara tangisan bayi terdengar Sam mulai tersenyum bahagia meskipun itu bukan darah dagingnya tapi entah kenapa Sam terharu mendengar suara tangisan bayi baru lahir itu.


Hampir setengah jam bayi sudah bersih dibalut dengan kain dan Dokter menunjukkan bayi itu ke Kimmy meski masih lemas dan kejiwaannya terganggu tapi Kimmy tersenyum dan meneteskan air matanya seolah mengerti kalau itu adalah darah dagingnya sendiri yang berhasil dia lahirkan.



"Lihat Bu anaknya perempuan lahir dengan normal dan cantik seperti ibunya kamu berikan ASI dulu ya buat bayi kamu!" pinta Dokter yang membantu Kimmy agar memberikan ASI untuk anaknya.


Namun siapa sangka saat bayi baru saja meminum ASI dari Kimmy tatapan Kimmy justru berubah dan mulai mengamuk.


"Akan ku bunuh kamu!" Kimmy hendak mencekik bayinya sendiri hingga Dokter yang memegangi bayinya panik dan langsung menjauhkan bayi malang itu dari Kimmy.


Kimmy terus menerus mengamuk hingga menimbulkan kegaduhan dia menangis, berteriak, kemudian tertawa terbahak-bahak.


Sam yang mendengar kegaduhan dari dalam ruangan bersalin panik dan langsung menerobos masuk kedalam dengan sigap Dokter memberikan bayi itu ketangan Sam dan menyuruh Sam segera meninggalkan ruangan ini.


Sam akhirnya membawa bayi mungil ini pergi menjauhi Kimmy.


"Kasihan kamu nak malang sekali nasib kamu harus lahir dari wanita seperti itu, tidak ada orang tua kandung kamu disaat kamu membutuhkan mereka saat ini" Sam sampai tak kuasa menahan tangisannya melihat bayi yang tidak berdosa sampai saat baru dilahirkan pun harus mengalami insiden amukan dari Ibunya sendiri.


Sam mendekap erat bayi malang itu dengan air mata yang terus mengalir.


"Aku akan jadi Papah untuk kamu, kamu jangan khawatir kamu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang Papah akan menjaga kamu dan merawat kamu dengan baik tumbuhlah menjadi anak yang baik nak" Sam mengusap-usap kepala bayi mungil itu lalu membereskan administrasi rumah sakit agar segera bisa membawa bayi itu pulang bersama nya.


Kimmy kembali diikat dirumah sakit jiwa agar tidak mengamuk dan membuat onar lagi perawat sampai jengkel dibuatnya.


"Kamu tuh gila diatas orang gila kali ya nyusahin terus heh eling Napa bayi sendiri mau kamu cekik gila dasar,, ehh astaga emang dia gila ngapain ya saya ngomel-ngomel sama orang gila yang ada saya jadi ikutan gila kaya dia" celetuk perawat itu.


"Bayi,,, bayi,,,, bayi,,, bayi itu anak dari laki-laki itu" Kimmy mulai berbicara.


Perawat yang penasaran siapa yang menghamili wanita gila ini akhirnya mencoba bertanya pada Kimmy.


"Sebenarnya anak itu anak dari laki-laki hahahhahaha sini sini aku bisikin sama kamu" Kimmy tertawa geli.


"Ya udah siapa bisikin nih ke aku" perawat meladeni perkataan Kimmy.


"Et tunggu tapi ini rahasia ya nanti kalau kamu bongkar kamu di dorrrrr sama pak polisi" jawabnya lagi.


"Iya iya sini ayo bisikin" rayu perawat itu.


Kimmy pun membisikan beberapa kalimat ditelinga perawat itu yang membuat perawat itu tercengang hebat.


"Apa?? kamu pantes ya jadi orang gila ga boleh itu kaya gitu nakal itu nanti saya suntik kamu jahat itu sama orang lain ga boleh ya" perawat menasihati orang gila.


Hahahahhahha Kimmy tertawa terbahak-bahak.


Entah apa yang dibisikkan nya pada perawat itu sehingga membuat sang perawat tercengang dan memarahi Kimmy.


Hari-hari berlalu Sam membayar tetangga rumahnya untuk membantunya merawat bayi kecil itu barulah setelah Sam pulang bekerja dia sendiri yang mengurus segala keperluan sang bayi.


Setiap hari Sam belajar dari tetangganya bagaimana cara mengganti popok, memandikan, menidurkan bayi, memberikan susu formula cara menggendong bayi yang benar semua itu Sam pelajari dari para tetangganya.


Dengan telaten Sam merawat bayi perempuan itu setiap malam tak jarang Sam dengan mata ngantuknya harus menimang-nimang bayi itu karena terus menerus menangis meski kerepotan namun Sam sangat menyayangi bayi itu dia tidak keberatan meski harus kurang tidur dan kurang istirahat asal melihat bayi itu tersenyum semua rasa lelah Sam telah terobati.


"Maafin Papah ya nak Papah belum bisa memberikan kamu nama dan belum bisa mengajak kamu melihat Mamah kamu Papah masih sangat sibuk nyari uang dan merawat kamu, Papah juga takut mamah kamu mencelakai kamu" Sam berbicara pada bayi sambil terus menimang-nimangnya.


Sam meminta saran pada rekan-rekan kerjanya untuk nama bayi yang pas untuk bayi yang dilahirkan Kimmy dia ingin bayi ini diberikan nama secantik mungkin atau ada yang punya saran nama dari para readers.


Iklan..


Ayo ayo para readers siapa yang mau ngasih nama yang cantik untuk bayi malang ini tinggal komen di kolom komentar nanti author berikan nama untuk bayinya Kimmy sesuai rekomendasi dari kalian!!!😁


Lanjut..


Hari-hari berlalu begitu cepat Sam sudah memutuskan untuk tidak akan pernah lagi menjenguk Kimmy dan menyembunyikan identitas Kimmy dari anaknya Sam tidak mau kelak anaknya dewasa dan mengetahui bahwa ibunya seorang ODGJ mental anak ini bisa terguncang.


Sam juga sudah tidak pernah lagi berkunjung kekota kecil kini dirinya sangat fokus mengurus bayi ini dan tak ingin bayi ini mengganggu keutuhan rumah tangga Melodi dan Dokter Alex.


"Meskipun ada kemungkinan kalau anak ini adalah anak dari Dokter Alex tapi tetap saja Melodi pasti akan semakin terluka jika aku membawa bayi ini kedepan Dokter Alex untuk dilakukan tes DNA" ucap Sam sembari menatap iba bayi malang ini.


Sementara itu Meira dan Dokter Gewa selalu kompak mengurus baby Bian dengan bahagia sedangkan Melodi dan Dokter Alex masih suka ribut-ribut dalam rumah tangganya maklum ketika Melodi teringat kesalahan suaminya itu emosinya suka memuncak secara tiba-tiba.