Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 99 Kehidupan baru


"Kau sudah bangun, sayang! Apa ada yang kau inginkan,biar aku ambilkan?" tanya Mike saat melihat Embun sudah terbangun dari tidurnya


"Kita ada dimana? kepalaku rasanya sakit sekali" Embun memegangi kepalanya sambil memperhatikan sekelilingnya


"Kita ada di klinik Mey. Kau sempat mengalami pendarahan tapi beruntung anak kita tidak apa-apa"Embun mengernyit sembari melihat tangan Mike yang tengah mengelus lembut perutnya.


"Anak kita?"


"Iya, anak kita. Mey bilang kalau saat ini kandungan mu sudah memasuki Minggu ke lima" ucap Mike lembut sembari mengecup kening istrinya


"Kau tidak bercanda kan?" air mata Embun menggenang. Ia terlalu bahagia namun ia masih harus memastikan kalau yang ia dengar adalah kenyataan


"Aku tidak bercanda, sayang. Sebentar lagi kita akan memiliki seorang putri yang cantik seperti mu"


Embun menggenggam erat tangan Mike sementara tangan satunya sedang mengelus perutnya yang masih rata. Bulir air mata pun mengalir dari sudut matanya. Kebahagiaan itu seketika melenyapkan rasa sakit yang tadi masih ia rasakan


*


*


Sementara itu di ruangan sebuah rumah sakit di kota yang berbeda, keajaiban pun tengah terjadi pada keluarga Richard dimana putra mereka yang sudah lama terbaring koma tiba-tiba tersadar dari tidur panjangnya


Di siang hari itu, James perlahan membuka matanya. Sekalipun matanya berkeliling hanya tembok putih serta pria paruh baya yang ia kenali sebagai ayahnya saja yang berada disana


Kepalanya masih terasa sakit namun sejak dulu ia memang tidak terlalu terusik dengan rasa sakit yang di alami tubuhnya karena jauh di lubuk hatinya rasa sakit yang terbesar masih saja bersemayam disana


Ingatan terakhirnya hanyalah kecelakaan yang dialaminya sehingga ia tidak akan bertanya mengapa saat ini ia bisa berakhir disana.


James sekali lagi melihat ke arah ayahnya yang kini sudah duduk mendekat kepadanya. Ada sedikit keheranan bahkan ketidakpercayaan saat ia melihat di mata tua ayahnya ada sisa jejak air mata yang entah kapan berhasil di keluarkan olehnya


Mungkin rasa senang karena pewaris harta satu satunya itu akhirnya selamat atau karena memang mengkhawatirkan dirinya, tetapi entah kenapa ada sedikit rasa hangat di dadanya saat melihat hal itu


"Dad!" gumam James samar


"Tunggu sebentar James, dokter akan segera datang melihat keadaanmu"James terdiam. Ia bisa melihat kekhawatiran dari ucapan ayahnya namun tetap saja pria tua itu terlalu gengsi untuk menunjukkannya


Padahal James bukan orang yang suka berbasa basi seperti itu karena sejujurnya ia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Sejak tadi kakinya tidak bisa ia gerakkan padahal selemah apapun dirinya tidak mungkin sulit hanya untuk membuat kakinya bergeser


"Kakiku kenapa?" pertanyaan James ternyata membuat semua orang melihat kearahnya dengan tatapan yang berbeda


"Tenang tuan muda! mungkin pengaruh anda yang tertidur lama jadi saat bangun kaki anda akan terasa kaku karena sudah lama tidak di pakai untuk berjalan" seorang dokter memberanikan diri menjawab setelah cukup lama mereka hanya saling berpandangan


"Cepat katakan yang sebenarnya atau aku akan mematahkan kaki kalian karena sudah berani berbohong padaku!" gertak James


Sekumpulan dokter itu kembali saling memandang bahkan tidak berani untuk berkata apa-apa karena berada di posisi yang tidak menguntungkan


Secara logis mereka tidak boleh memberitahukan kebohongan pada pasiennya tapi di satu sisi bila mereka mengatakan kebenaran kemungkinan pasien akan terpuruk bahkan bisa jadi kondisinya semakin menurun dan yang terburuk bisa mengakibatkan kematian


Sehingga memutuskan untuk tetap diam adalah keputusan terbaik saat ini yang bisa mereka lakukan


"Tenang lah James! ucapan mu membuat mereka ketakutan" tuan Richard menengahi. Ia sangat tau tempramen buruk putranya sehingga ia tidak mau suasana yang tadi haru tiba-tiba memanas


"Kakiku tidak bisa di gerakkan Dad! tidak mungkin aku selemah itu sampai membuat kakiku bergeser saja tidak bisa!" teriak James membuat tuan Richard menghela nafasnya


"Kau lumpuh! kecelakaan itu membuat kakimu sudah tidak bisa digunakan lagi" ucap tuan Richard sembari memalingkan wajahnya. Terdengar kejam namun hanya kebenaran yang bisa membuat James berhenti berbicara dengan nada tinggi seperti itu


Satu persatu dokter meninggalkan ayah dan anak itu. Kehadiran mereka tidak di butuhkan disana, malah mungkin mereka hanya butuh waktu untuk berdua saja saat ini


"Ternyata Tuhan hanya mengambil kedua kakiku saja, padahal aku berharap Tuhan mengambil nyawaku" James tersenyum getir. Ia tidak tau harus merasa senang atau tidak karena kehilangan kedua kakinya sama halnya dengan berakhirnya kehidupannya secara perlahan


Suasana kembali hening. James hanya menatap kosong pada kakinya yang tertutupi selimut sementara ayahnya menatap pemandangan di luar jendela yang selama beberapa bulan ini menjadi penghiburnya


"Sudah waktunya kau memulai hidupmu yang baru. Dad akan membawamu ke Belanda" tuan Richard seakan berbicara pada dirinya sendiri namun perkataannya itu membuat James sekali lagi melihat kearahnya


"Tidak! masih ada hal yang harus aku lakukan disini!" tolak James. Ia baru saja tersadar dari koma tapi entah mengapa justru ia harus mendengar banyak hal yang mengejutkan di saat yang bersamaan seolah kehidupan tidak membiarkannya beristirahat walau sejenak


"Kita tunggu sampai kondisimu membaik, setelah itu kita pulang kesana. Pulang ke tempat dimana seharusnya kita berada"