
Pukul sepuluh Mike beserta rombongan telah tiba di rumah kediaman mempelai wanita dimana akad pernikahan akan di laksanakan.
Rumah yang megah itu kini semakin bertambah indah dengan hamparan permadani yang membentang dari gerbang hingga ke pintu masuk rumah tersebut
Tirai-tirai yang menutupi seluruh ruangan, di percantik dengan tambahan bunga-bunga segar yang membuat teduh mata yang memandang
Tetapi berbeda dengan Mike yang bahkan tidak menyadari keindahan yang ada di hadapannya. Selain gugup, ia juga begitu merindukan gadis yang akan menjadi istrinya itu
Beberapa hari tidak bertemu, kerinduan terhadap Embun makin menumpuk hingga membuatnya selalu gelisah.
Jantungnya berdebar tidak beraturan mana kala melihat sosok yang di rindukannya berjalan perlahan ke arahnya dengan balutan kebaya modern yang melekat sempurna di tubuh mungilnya
"Cantik" gumam Mike menatap takjub pada kekasihnya yang semakin menawan dengan riasan pengantin yang membuatnya terlihat lebih dewasa
Embun yang di temani oleh bibi dan Nabila hanya terus menundukkan kepalanya selama ia berjalan. Ia terlalu malu untuk bertatapan mata dengan pria yang tidak lama lagi akan menjadi suaminya
Pria yang dalam keadaan apapun selalu terlihat tampan di matanya. Ya tanpa Embun sadari, kebersamaannya dengan Mike mulai menumbuhkan rasa yang tidak biasa di hatinya
Bukan malu untuk mengakui hanya saja ia selalu merasa Mike terlalu sempurna untuk dirinya yang biasa.
Apalagi setiap mengingat akan trauma yang membuatnya selalu hilang kendali rasanya ia berharap Mike mendapatkan yang lebih baik darinya
Embun duduk di sisi kanan Mike yang selalu melirik dari sudut matanya. Tidak lama setelah itu, penghulu pun memulai acara yang akan menyatukan mereka dalam hubungan yang tidak terpisahkan
"SAH"
Embun menutup matanya. Melantunkan kesyukurannya sekaligus kesedihan yang hadir bersamaan dalam nuansa yang penuh haru itu
Air matanya mulai menetes membasahi punggung tangan suaminya yang sedang di genggamnya
"Aku mencintai mu, istriku" Mike mencium bibir istrinya yang telah berderai air mata, di iringi tepukan tangan serta Isak haru dari para tamu yang datang
Hampir semua orang telah mengetahui tentang cerita sedih yang belum lama ini di alami oleh istri seorang pewaris Jarvis Company
Sejak kabar pernikahan mereka merebak, semua orang yang penasaran akan sosok Embun pun mulai mencari tau tentang kehidupan pribadinya
Dari situ lah, banyak orang yang mulai bersimpati dengan kemalangan yang di alaminya.
Meskipun banyak yang berharap cerita mereka akan berakhir bahagia, tapi tidak semua juga yang berharap hal yang sama karena di belahan dunia yang lain ada seseorang yang tengah menangisi kebahagiaan mereka
...****************...
Setelah melewati sederetan acara yang menguras air mata, pasangan pengantin baru itu kini berada di dalam kamar untuk beristirahat sebelum resepsi pernikahan yang akan mereka lakukan malam nanti
"Bagaimana keadaan mu, sayang?" Mike memeluk Embun dari belakang sambil menghirup aroma khas yang keluar dari tubuh istrinya
"Su-sudah lebih baik" Embun memalingkan wajahnya saat merasakan hembusan nafas Mike yang mengenai telinganya
"Mulai hari ini, aku tidak akan meninggalkanmu"
Embun tidak begitu mendengar apa yang Mike katakan. Jarak mereka yang begitu dekat dengan status yang sudah berubah, membuat akal sehat Embun sudah tidak lagi sejalan dengan hatinya
Terlebih, helaan nafas Mike di tengkuknya seolah menguji tingkat keimanannya. Meski terdengar melakukannya pun saat ini bukan sebuah dosa tapi Embun masih mengingat kalau di luar sana keluarga mereka masih ada dan ia merasa malu kalau orang lain harus mengetahui apa yang mereka lakukan
"Maaf. Aku tidak ada di saat kamu butuhkan" lirih Mike membenamkan wajahnya di rambut legam Embun
"Tidak apa-apa, ini bukan salahmu. Kau pasti lelah, jadi beristirahatlah"
"Jangan kemana-mana. Aku hanya ingin memelukmu seperti ini sebentar saja" Embun terpaksa tetap pada posisinya setelah Mike tidak juga melepaskan pelukannya
"Hmm…bisa kah sambil berbaring? aku lelah"
"Tentu saja bisa, sayang. Kalau kau menginginkan yang lebih dari itu, aku pun pasti akan mengabulkannya"
Embun tertegun dengan wajah yang memerah. Ia memang menginginkan yang lebih dari sekedar pelukan, tapi akal sehatnya masih bekerja dengan baik.
Malam nanti masih akan ada resepsi pernikahan mereka dan ia tidak mau kesulitan berjalan hanya karena sakit akibat keperawanannya yang sudah hilang
"Aku hanya ingin beristirahat sebentar" terburu-buru Embun membaringkan tubuhnya membelakangi Mike yang masih tersenyum menatapnya
Ia tidak mau terlena dengan pesona suaminya yang tidak dapat di tolaknya. Apalagi kemahiran Mike dalam berkata-kata, sungguh perpaduan yang sempurna dalam membuatnya terlena
Embun bisa merasakan Mike ikut berbaring di sisinya dan memeluknya. Tidak butuh waktu lama, hingga dengkuran halus terdengar dari keduanya