Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 98 Positif


Mike belum lama terlelap saat ia merasakan tangan Embun mencengkeramnya kuat dan terdengar rintihan kesakitan dari istrinya itu, padahal ia meyakini kalau Embun sudah tertidur lebih dulu darinya


Saat menyalakan lampu utama baru lah Mike bisa melihat dengan jelas wajah kesakitan istrinya. Ia tidak tau sudah berapa lama Embun menahan rasa sakit yang ia ketahui berasal dari perut yang sedari tadi dipeganginya


Dengan segera Mike memakai pakaiannya dan membangunkan seisi rumah untuk segera menyiapkan mobil karena ia akan membawa Embun ke rumah sakit


Tapi betapa terkejutnya Mike saat hendak memakaikan pakaian pada istrinya karena ia melihat banyaknya darah yang membasahi kasur mereka


Seketika kecemasan memuncak pada kepala Mike. Ia tidak pernah tau siklus bulanan istrinya akan separah itu bila saatnya tiba, namun ada kecemasan lain yang tidak beralasan yang berusaha ia tepis


Jadilah malam itu merupakan malam mengejutkan bagi seisi rumah, karena setahu mereka nyonya rumah itu tampak baik-baik saja akhir-akhir ini namun siapa sangka malah harus di bawa kerumah sakit karena sakit yang juga tidak mereka tau penyebabnya


"Bagaimana keadaan istriku, Mey?" tanya Mike dengan terburu-buru saat melihat dokter Mey keluar dari ruangan periksa Embun


Mike memang mengubah arah kepergian mereka menuju ke klinik tempat dokter Mey praktek. Selain yang terdekat dari tempat tinggal mereka, ia juga merasa darah yang keluar dari milik istrinya merupakan sesuatu yang harus di tangani oleh orang yang tepat dan tentu saja orang yang tepat itu adalah sahabatnya


"Ikut keruangan ku, karena aku tidak bisa membunuhmu disini!" ketus Mey sambil berjalan lebih dulu dari Mike


Mike hanya mengikuti langkah Mey dalam diam. Ia masih memikirkan apa kesalahannya yang membuat Mey menjadi murka seperti itu padanya


Hingga tiba di dalam ruangan praktek Mey, baru lah dokter cantik itu terlihat menjadi semakin buas


"Kau ini bodoh atau apa, Mike? bisa-bisanya kau yang katanya ingin segera memiliki anak justru hampir membuat kalian kehilangan anak itu!"


Mike tertegun. Ia benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan Mey yang seakan menyalahkannya padahal ia sendiri tidak tau kesalahan apa yang sudah ia perbuat


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan Mey! jelaskan padaku, apa yang membuatmu semarah ini dan bagaimana keadaan istriku!?"


"Hah! kenapa dalam keadaan seperti ini kau malah sangat bodoh, Mike! istrimu sedang mengandung dan kau hampir saja membuat istrimu keguguran karena percintaan kalian yang begitu berlebihan!"


Mey menarik nafas panjang. Ia tau tidak seharusnya ia marah seperti ini terlebih Mike merupakan keluarga pasien, hanya saja ia saat benar-benar ingin mencekik leher Mike akibat kebodohannya.


Malah melakukannya berkali-kali hingga membuat tubuh Embun mencapai batasnya. Yah sejak dulu Mey tau kalau stamina Mike saat berhubungan intim tidak ada habisnya makanya ia bisa menyimpulkan kelelahan Embun akibat dari hal itu


"Embun hamil! kau tadi mengatakan kalau istriku hamil? kau tidak bercanda kan Mey? katakan padaku kalau kau tadi memang mengatakan itu?"


"Ya istrimu hamil dan kau hampir saja membuat istrimu keguguran tuan Mike Jarvis yang terhormat!" Mey menekan semua perkataannya karena Mike seolah tidak mendengarkan apa yang ia ucapkan


"Maafkan aku Mey, aku benar-benar tidak tau kalau Embun sedang hamil. Sudah lama aku tidak melakukannya makanya aku terbawa suasana dan melewatkan malam dengan terus mencumbunya" sesal Mike


"Hhh… tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Aku hanya merasa heran kenapa Embun juga tidak mengetahui kalau di rahimnya sudah ada calon anak kalian" Mey menghela nafasnya, ia merendahkan nada bicaranya saat melihat tatapan bersalah dari Mike


"Mungkin Embun tidak menyadarinya karena terlalu sibuk mengurus acara pernikahan kakaknya. Aku juga salah karena tidak terlalu memperhatikan istriku dengan baik akhir-akhir ini"


"Sudah lah! tidak perlu merasa bersalah seperti itu, yang terpenting sekarang jaga baik-baik kandungan istrimu. Jangan biarkan dia kelelahan lagi seperti ini kalau kalian memang tidak mau kehilangan calon anak kalian"


Mike mengangguk patuh. Ia berjanji akan mengikuti semua yang sahabatnya itu katakan tanpa ada yang terlewati. Ia sedang merasa sangat bahagia namun juga merasa sangat bersalah dalam saat yang bersamaan


"Aku harap Embun tetap di rawat disini untuk beberapa hari ke depan, sekaligus aku ingin memastikan ia benar-benar beristirahat penuh hingga kondisinya pulih"


"Hmm…ya sudah aku akan mengikuti apa yang terbaik menurutmu"


"Kalau kau kecewa dengan klinikku yang terlalu sempit untuk tempat istrimu beristirahat, kau bisa pergi ke rumah sakit tempatku bekerja disana kau pasti akan menerima pelayanan yang jauh lebih memuaskan dari disini" ucap Mey tegas saat melihat Mike seakan ingin mengatakan sesuatu namun ia tahan


"Bukan begitu maksudku Mey, kau selalu saja berpikiran buruk tentangku. Aku setuju semua pendapatmu karena aku hanya percaya istriku di rawat olehmu"


"Baiklah. Aku akan memberikan resep penguat kandungan dan juga vitamin untuk diminum Embun nanti. Jangan membuat Embun memiliki banyak beban pikiran karena itu tidak baik untuk janinnya, dan juga jangan lagi membuatnya kelelahan seperti hari ini. Kau beruntung karena aku masih ada di klinik jam segini karena kalau terlambat sedikit saja aku tidak jamin kandungan istrimu dapat di selamatkan"


"Ya aku berutang banyak hal padamu Mey. Lain kali aku pasti akan membalas budi baikmu ini"


"Sudah tugasku membantu pasien yang membutuhkan. Ingat semua yang aku katakan, kalau sampai kejadian seperti ini terulang lagi aku pastikan tidak akan lagi mau menolongmu"