Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 120 Berkunjung


Hari yang sudah lama Serena nantikan akhirnya tiba juga. Hari dimana ia akan menjenguk seorang adik yang bahkan belum lama di kenalnya, namun ikatan batin seolah sangat kuat terjalin pada keduanya


Sudah sejak lama ia dan suaminya berencana untuk menjenguk Embun, hanya saja kerepotan memiliki anak balita membuat mereka benar-benar harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin


Kedatangannya ke rumah sakit pun mengikut sertakan putri kecil mereka. Meski Rey sudah menolak untuk mengajak putri kecilnya, tapi Serena merasa keikutsertaan putrinya akan membawa sebuah perubahan besar


Entah perasaan sesama perempuan atau kah Tuhan sedang merencanakan sesuatu melalui dirinya, karena yang pasti ia yakin kalau perasaannya kali ini tidak salah


"Maaf baru bisa menjenguk Embun hari ini," Rey memeluk tubuh sahabatnya yang terasa lebih kurus dari sebelumnya


"Tak apa Rey. Aku seharusnya yang meminta maaf pada kalian karena belum mengucapkan selamat atas kelahiran putri kalian" Mike memegang tangan kecil yang berada dalam gendongan ibunya


"Tidak perlu merasa bersalah, Embun pasti lebih membutuhkan kehadiranmu disini. Apa boleh aku membawa istriku untuk bertemu dengan Embun?" tanya Rey karena sebenarnya mereka masih berada di depan pintu saat Mike menyambut kedatangan mereka


"Tentu saja. Tapi aku harap kalian memaklumi sikap istriku nanti"


Mereka pun memasuki kamar perawatan Embun dan mendapati wanita itu tengah duduk di tepi jendela dengan pandangan yang kosong


Serena memberikan putrinya pada Rey sementara dirinya berjalan mendekat ke arah Embun


"Hai Bun! kamu pasti menunggu kakak datang kan? maaf ya kakak baru sempat berkunjung kesini" sapa Serena sembari memegang kedua tangan Embun


Tidak ada tanggapan maupun reaksi yang Embun berikan, namun hal itu sudah bisa di tebak oleh Serena mengingat perkataan suaminya padanya tentang kondisi wanita itu sekarang


"Masih ingat gak Bun, waktu itu kamu bilang mau jadi orang pertama yang menggendong putriku begitu ia lahir. Sekarang putriku ada disini, sepertinya ia menagih janjimu. Apa kamu tidak berniat bertemu dengan putriku Bun?" Mike dan Rey mencuri dengar apa yang Serena ucapkan. Mereka tau kalau selama ini kedua istri mereka pun sudah semakin dekat


"Kamu bilang kalau didalam sini akan ada seorang putri yang cantik, kakak tebak pasti dia nanti akan secantik ibunya" Serena mengelus perut buncit Embun, sayangnya tetap saja wanita itu tidak terusik dengan keberadaannya


"Kakak tau apa yang kamu alami sangat berat, tapi kamu harus tau kalau kamu tidak sendirian disini karena ada aku yang akan selalu ada disaat kamu butuhkan" Serena menyeka sudut matanya


"Kamu bisa menceritakan apapun padaku. Bukannya waktu itu Kita sudah sepakat untuk menganggap satu sama lain sebagai saudara?"


"Kakak yakin kamu wanita yang kuat, kamu pasti bisa melalui ujian yang berat ini. Setidaknya demi dia yang sejauh ini sudah bertahan hidup bersama dengan ibunya" Serena menggenggam tangan Embun dan meletakkannya di atas perutnya


Janin itu merespon sentuhan ibunya seakan mengatakan bahwa ia juga akan berjuang untuk tetap sehat meski kini kondisi ibunya sedang memprihatinkan


Sudut mata Embun menitikkan air mata. Jauh di lubuk hatinya, ia tidak ingin menyia-nyiakan kehidupan kecil di dalam rahimnya. Namun, takdir tengah bermain dengannya. Entah nantinya ia akan keluar sebagai pemenang atau justru ia hanya akan menjadi pecundang yang kalah