Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 101 Melarikan diri


Hanya dalam waktu seminggu, James sudah merasa tubuhnya sudah baik-baik saja. Kini tinggal memulihkan sedikit lagi tubuhnya yang masih terasa kaku akibat lama tidak di gerakkan


Ia merasa muak berlama-lama tinggal di ruangan serba putih itu, terlebih hingga saat ini pun ia bahkan belum bisa bertemu ataupun menghubungi asistennya itu


Semua karena ayahnya yang dengan sengaja memutus kehidupannya dari dunia di luar sana, mungkin karena keberadaannya yang masih di sembunyikan tapi James merasa tidak jauh berbeda dengan seorang tahanan


Bahkan terkesan lebih buruk karena ia hanya bisa bertemu dengan pekerja di rumah sakit itu yang wajahnya mulai membuatnya tidak berselera makan saking bosannya


Perdebatan dengan ayahnya pun seakan menemui titik buntu. Pria tua itu tetap bersikeras membawanya pulang segera ke kampung halaman mereka tapi langkah James masih berat karena ia benar-benar tidak bisa meninggalkan negara yang sudah menorehkan cerita panjang dalam hidupnya


Sekali lagi James berteriak kesal. Ia sudah tidak tahan berada disana begitu lama, sekarang ia sedang berencana kabur dari sana meskipun ia sendiri tidak yakin bisa melakukan hal itu mengingat hidupnya kini bergantung pada sebuah kursi roda


Tapi rencana yang sudah di susunnya beberapa hari ini akan sayang kalau tidak di coba, setidaknya ia akan tau hasilnya setelah mencoba walaupun konsekuensinya bila gagal akan membuatnya semakin terjerat disana


James telah berhasil duduk di kursi roda miliknya saat ia mencobanya sekali lagi setelah dua kali gagal. Kini ia siap untuk mulai berpura-pura meminta tolong sehingga para pengawal itu mendatanginya, dan ketika mereka lengah dengan tiang infusan miliknya ia akan memukul kepala belakang pengawal itu hingga tidak sadarkan diri lalu mengunci mereka disana


Tuhan ternyata mempermudah langkahnya karena rencana yang ia susun bisa berjalan dengan lancar. Kini ia hanya perlu meminta salah seorang perawat untuk mengantarnya melihat pemandangan di luar sana dengan dalih ia merasa bosan berada di kamar


"Anda ingin berjalan-jalan di taman,tuan?" perawat wanita itu kembali meyakinkan pendengarannya karena ia tau pasiennya itu memiliki pengawal yang bisa mengantar pria itu kesana


"Aku ingin kau mengantar ku ke taman. Aku sudah bosan melihat wajah para pengawal itu"


"Tapi bukannya anda tetap harus selalu berada di dekat para pengawal itu tuan? memangnya mereka kemana?" perawat wanita itu merasakan perasaan yang tidak enak sehingga ia masih ragu untuk menuruti keinginan pria itu


"Aku tidak butuh orang cerewet sepertimu! tanpa bantuan mu pun aku bisa kesana sendiri" geram James menekan tombol yang secara otomatis bisa membuat ban kursi rodanya memutar dengan sendirinya


"Tunggu tuan, saya akan mengantar anda kesana" sedikit berlari perawat itu mengejar kursi roda James yang sudah berlalu dari hadapannya


Sedikit lagi rencananya akan berhasil, ia hanya berharap pria tua itu tidak datang tiba-tiba dan menghancurkan usaha yang sedari tadi ia lakukan


Setelah tiba di taman rumah sakit itu, James memperhatikan sekelilingnya. Ia tengah memahami situasi dan cara termudah untuk ia bisa lolos dari sana tanpa di cegah oleh pihak keamanan yang berjaga di gerbang keluar pintu rumah sakit itu


"Kau boleh kembali ke tempatmu tadi. Aku akan meminta bantuan mereka kalau aku ingin kembali ke kamar" tunjuk James pada sekuriti yang sedang melintas


"Tidak apa-apa tuan, saya akan temani disini sampai nanti tuan kembali ke kamar"


Perawat perempuan itu kembali membuat James kesal. Waktunya sudah terbuang banyak hanya untuk perdebatan yang tidak jelas dengan perempuan itu, padahal ia sedang terburu-buru sebelum para pengawalnya sadar dari pingsannya


"Panggilkan para pengawal bodoh itu kesini. Aku tidak mau merepotkan orang yang sedang sibuk"


"Tapi tuan-"


"Aku akan tetap disini, cepat panggil mereka kesini sebelum kesabaran ku habis" sungut James sedikit mengancam. Perawat wanita itu pun terburu-buru meninggalkan James sendiri disana sebelum apa yang pria itu ucapkan terbukti


James tidak menyia-nyiakan kesempatan, sesaat setelah perawat itu menghilang di balik dinding pihak keamanan pun terlihat sibuk membantu para pasien yang berdatangan


Mengambil keuntungan yang datang, James segera menjalankan kursi rodanya keluar dari gerbang rumah sakit dan menumpangi sebuah taksi yang melintas


Ia tau tidak akan bisa lepas jauh dari pengawasan ayahnya tapi setidaknya ini akan menjadi satu-satunya cara untuk bisa bertemu dengan asisten atau lebih tepatnya mantan asistennya yang berkhianat