
Keesokan paginya Embun terbangun dengan tubuh yang remuk dan daerah kewanitaannya yang terasa sakit.
Seharian ini ia hanya ingin berada di kamar karena tidak membayangkan akan seperti apa sakitnya kalau dirinya berjalan
Mike berhasil membuat kejadian semalam menjadi tidak terlupakan olehnya. Meskipun merasakan sakit tapi suaminya itu berhasil membawanya terbang dan merasakan keindahan surga yang banyak orang katakan
Wajah Embun bersemu merah. Kejadian semalam entah mengapa kembali terngiang di ingatannya.
Kegagahan suaminya, sentuhannya, bentuk tubuhnya bahkan semua yang ada pada suaminya sangat ia sukai.
Setelah petualangan mereka semalam, Embun bisa mengerti bagaimana dulu begitu banyak perempuan yang tergila-gila pada suaminya. Ternyata jawabannya sudah ia dapatkan dan kini ia sama bodohnya seperti wanita-wanita itu
Setidaknya ia bersyukur karena Mike hadir sebagai wujud salah satu doanya yang di kabulkan oleh Tuhan
"Apa yang kau pikirkan sampai wajahmu merona seperti itu?"
"Hmm…kau sudah bangun" elak Embun sembari menyembunyikan wajahnya
"Sesuatu di bawah sana membuatku terbangun"
Embun mengikuti arah yang di tunjuk Mike. Meski tidak melihat langsung tapi Embun yakin kalau sesuatu yang menonjol di balik selimut itu adalah kebanggaan suaminya yang sudah siap bertempur
"Aku lapar!" Embun memasang wajah memelas. Ia butuh makan untuk mengisi tenaganya kembali, lagipula miliknya pun masih terasa sakit
"Kalau begitu, aku akan meminta Bu Elis untuk menyiapkan makanan" Mike bangkit untuk mengambil pakaiannya yang berserakan
"Akh!" meski sudah merasakan nikmatnya tapi melihat Mike dengan tidak tau malunya berjalan dan memperlihatkan kebanggaannya itu padanya. Terlebih milik Mike masih dalam posisi siapnya membuat Embun harus menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Kenapa sayang? apa masih sakit?" Mike berjongkok di depan Embun dengan ekspresi wajah khawatirnya
"Itu…itu kenapa tidak di tidurkan dulu?"
Mike terbahak. Ia mengira setelah melihat miliknya semalam Embun tidak akan terkejut seperti itu. Ternyata Embun tetaplah seorang gadis polos yang belum terbiasa melihat sesuatu seperti miliknya
"Setelah memakan mu tadi malam, dia sudah tidak mau lagi di tidurkan dengan cara lain sayang" ucap Mike masih dengan sisa tawanya
"Cepat tutupi! aku belum terbiasa melihatnya!"
Mike menggendong Embun dan berjalan menuju ke kamar mandi di iringi pekikan kaget dari Embun karena Mike yang begitu cepatnya menyibak selimut kemudian mengangkat tubuhnya tanpa bisa ia cegah
Setelah itu Mike meletakkan Embun di bathtub dan mulai mengalirkan air hangat kesana. Ia pernah mendengar bahwa berendam di air hangat bisa mengurangi sakit pada daerah kewanitaan, karena itu ia berharap apa yang di dengarnya itu terbukti
"Tunggu disini, aku akan menyuruh Bu Elis untuk menyiapkan makanan untuk kita" Mike keluar setelah mengecup puncak kepala Embun
Embun memejamkan matanya, berendam di air hangat tidak saja mengurangi rasa sakit di daerah kewanitaannya. Ternyata berendam di air hangat juga mampu membuat otot tubuhnya yang kaku mulai melemas dan tenaga yang sempat hilang seakan berkumpul kembali
Rasanya keinginan untuk berada di dalam kamar seharian akan ia urungkan, mengingat masih banyak hal yang sayang bila ia lewatkan padahal sudah berada di tempat yang seindah ini
...***...
Seperti perkiraannya, Embun masih berada di kamar mandi meskipun cukup lama ia tinggalkan istrinya itu disana.
Khayalan akan mandi bersama dan melakukan kesenangan di tempat yang berbeda mengusik pikirannya. Terlebih saat bersentuhan dalam keadaan basah tentu saja akan menimbulkan sensasi yang berbeda membuat kelelakiannya tergerak ingin merasakannya
Ia menanggalkan pakaiannya dan berjalan perlahan mendekati Embun yang masih memejamkan matanya. Terlihat kalau istrinya itu terlihat lebih segar dan sisa-sisa kelelahan di wajahnya mulai menghilang
Mike ikut merendam tubuhnya dan duduk tepat di belakang istrinya. Awalnya Embun terkejut namun kemudian istrinya itu terlihat kembali seperti biasa
"Aku akan memijat pundakmu" kilah Mike yang menutupi niatnya yang sebenarnya
Seperti seorang profesional, Mike mulai memijat lembut pundak hingga ke punggung Embun. Tentu saja di sela pijatan itu terselip kecupan-kecupan kecil yang sering kali mendarat di tengkuk Embun yang membuatnya bergidik geli
Merasakan kelelakiannya yang mulai terpancing oleh kepolosan tubuh istrinya membuat pijatan Mike berpindah tempat pada daerah yang disukainya
Perpaduan yang sempurna antara er*angan kecil Embun dan kulit tubuh yang saling bersentuhan membuat miliknya meminta lebih dari sekedar sentuhan
"Apa masih sakit?" tanya Mike saat mereka telah saling berhadapan. Embun menggeleng sebagai jawaban dan tentu saja Mike menyambutnya dengan senyuman
Melakukan kesenangan saat mandi bukan hanya merupakan hal yang pertama bagi Embun, juga berlaku bagi Mike. Meski sering berganti wanita, ia tidak pernah melakukannya disana dengan alasan hal itu akan ia khususkan buat istrinya saja
Sehingga begitu merasakan penyatuan yang memiliki tantangan seperti itu justru membuat kenikmatan yang di dapatkannya berkali kali lipat dari yang selama ini ia rasakan
Terlebih Embun yang sudah tidak kesakitan saat miliknya melesat masuk, membuatnya tidak pernah puas untuk mencoba berbagai macam gaya