Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 81 Lingerie


"Kita akan menginap disini?" Mike memang belum mengatakan apa-apa padanya, karena itu Embun bingung saat kedua pasangan renta tadi mengatakan bahwa akan melayani mereka selama berada disana


"Lebih tepatnya, kita akan berbulan madu disini sayang" Embun mengernyit, ia merasa Mike melupakan kesepakatan dengannya dan setahu dirinya saat ini tangan suaminya itu masih sakit


"Bukan kah aku sudah bilang kalau kita akan berbulan madu saat tanganmu sudah sembuh. Apa kau lupa?"


Mike berbalik dan mendekat kearah Embun yang tadi ia dudukan di sofa. Ia menggerakkan tangannya dan menunjukkan kepada Embun kalau tangannya itu sudah sembuh


"Kau yakin kalau tanganmu sudah sembuh?" meski sesuatu yang mustahil sering terjadi, tapi mengingat tangan Mike yang sembuh lebih cepat dari perkiraan dokter membuat Embun menaruh kecurigaan


"Aku akan buktikan kalau tubuhku ini sehat sekaligus meyakinkanmu kalau malam ini tubuhku akan memuaskan mu" bisik Mike nakal sembari melepas bajunya


"Tu-tunggu dulu! kita kesini tidak membawa pakaian, bajuku basah dan aku harus segera menggantinya"


"Di lemari itu sudah tersedia baju untukmu. Kau bisa memakai yang kau sukai" tunjuk Mike pada sebuah lemari yang sekilas terlihat seperti tembok yang memiliki pegangan


Terburu-buru Embun membuka pintu lemari karena penasaran akan pakaian seperti apa yang sudah di persiapkan suaminya itu untuknya


"Kenapa lemari ini hanya berisi pakaian tipis seperti ini? aku kan tidak mungkin memakainya saat makan malam nanti" omel Embun mengamati isi lemarinya yang ternyata hanya berisi lingerie seksi dengan berbagai warna dan model


"Aku akan meminta Bu Elis untuk mengantarkan makan malam kita kesini. Jadi kau tidak perlu repot untuk keluar dan bertemu dengan mereka" ujar Mike dengan senyum kemenangan di bibirnya


"Kenapa tidak sekalian menyuruhku memakai dalaman saja dari pada memakai baju tapi seluruh tubuhku dapat terlihat" kesal Embun sembari memilih lingerie yang terlihat lebih tertutup di matanya


Mike tergelak melihat wajah kesal Embun yang kini tengah membersihkan dirinya di kamar mandi.


Siang tadi ia hanya memberikan perintah untuk menyiapkan pakaian selama mereka berada di pulau itu pada Lio


Rasanya ia ingin memeluk asistennya itu sekarang juga untuk berterima kasih. Padahal belum menikah tapi Lio bisa tau apa yang pengantin baru butuhkan pada momen seperti ini


...***...


Embun sebenarnya ingin merendam tubuhnya dengan air hangat lebih lama lagi, tapi ia urungkan mengingat Mike sewaktu-waktu bisa saja menerobos masuk karena kesal menunggu dirinya keluar dari sana


Ia masih mematut dirinya di depan cermin. Mengamati tubuh mungilnya yang kini terlihat seksi dengan lingerie hitam yang diharapkannya bisa menyamarkan bentuk tubuhnya


Sudah sepuluh menit sejak ia mendengar Bu Elis mengantarkan makanan untuk mereka, namun ia sangat malu untuk keluar. Rasanya ia tidak sanggup menatap wajah mesum suaminya saat melihatnya nanti


"Santai Embun! Mike itu suamimu jadi sudah wajar kalau dia melihat tubuhmu." Embun menyemangati dirinya sendiri untuk menghilangkan kegugupan yang melandanya


Setelah menarik nafas dan menghembuskan berkali kali, ia pun keluar dari kamar mandi dengan setenang mungkin meskipun degup jantungnya seakan bisa terdengar saking kencangnya


"Mendekat kesini sayang! makanan ini hampir dingin karena menunggumu keluar dari sana" Mike menepuk sofa di sisinya mengisyaratkan Embun untuk duduk disana


"Maaf, aku terlalu asik berendam sampai lupa kalau kau sudah memesan makanan"


cup


"Tidak apa, sayang. Habiskan makananmu" Mike kembali memakan makanannya. Ia sebenarnya tidak mempermasalahkan tentang makanan karena saat ini ia hanya ingin memakan istrinya.


Tetapi melewatkan malam yang panjang tentu saja membutuhkan tenaga, dan Embun tentu saja harus mengisi tenaganya supaya malam nanti ia tidak pingsan karena melayaninya