Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 57 Pulang


Kondisi James lebih buruk dari yang terlihat. Pisau yang menancap di pangkal pahanya ternyata mengenai tulang dan membuatnya sulit berjalan


Tapi karena terapi yang di jalaninya dengan rutin, membuat kondisi kakinya lebih baik meskipun setiap ia berjalan akan nampak seperti ia menyeret kakinya


Kondisi kelompoknya pun sama buruknya, perkelahian dengan Mike hari itu membuat banyak anggotanya menderita luka parah sekalipun tidak kehilangan nyawanya tapi membuat mereka harus beristirahat dalam waktu yang lama


Sebagian yang lain hingga saat ini masih mendekam di penjara dengan tuduhan penculikan sedangkan James masih dalam daftar pencarian orang


"Saya mendengar kabar kalau Mike akan menikah dengan kekasihnya itu, bos" Erik memberikan informasi yang ia dapatkan dari salah satu anak buahnya


James tertegun, ia meletakkan barbel yang sedang dipegangnya dan berjalan ke arah Erik berada


"Kapan mereka menikah?" James meminum air mineral yang berada di atas meja sembari menunggu jawaban Erik atas pertanyaannya


"Sepertinya dalam waktu dekat bos. Anak buah kita belum memastikan hal itu"


"Siapkan penerbangan. Kita kembali ke Jakarta"


Erik menatap bosnya tak percaya, ia cuma melaporkan apa yang diketahuinya tapi tidak disangka bosnya itu justru mengajaknya untuk kembali ke negara asal mereka hari itu juga


"Kaki anda belum sembuh benar, bos" ucap Erik ragu


"Bukankah kau mengharapkan aku menggagalkan pernikahan mereka, karena itu kau memberitahukan kepadaku tentang rencana mereka itu"


James menatap tajam Erik yang terlihat serba salah dengan posisinya.


"Saya tidak ada maksud apa-apa bos, hanya sekedar menyampaikan kabar yang saya terima"


"Laksanakan yang saya perintahkan! jangan membuat saya mengulang perkataan yang sama untuk kedua kalinya"


Erik mengangguk patuh, dan segera mengurus kepulangan mereka berdua


*


*


Permintaan yang terdengar aneh di telinga anak buahnya, namun mereka tidak akan pernah bisa menolak perintah yang di berikan oleh bosnya itu sehingga mereka hanya bisa menurut dan tidak mempertanyakan lebih lanjut


Seperti perkataan Erik, penjagaan di rumah itu sangat ketat. Jangankan manusia, seekor serangga saja sepertinya akan sulit untuk bisa masuk ke dalam rumah tersebut


James juga tidak melihat tanda-tanda Embun akan terlihat padahal sudah satu jam ia menunggu di kejauhan


"Apa kita segera kembali ke rumah, bos?" Erik merasa sudah terlalu banyak waktu yang mereka buang hanya untuk duduk menunggu di dalam mobil seperti ini


"Saya ingin melihat keadaan gadis itu" ujar James sembari memantik rokok di tangannya


"Nona itu tidak akan pernah keluar dari sana, bos. Semenjak penyerangan hari itu, nona itu sama sekali tidak pernah lagi terlihat berkeliaran di luaran"


"Saya penasaran, kenapa sampai Mike mengurung gadis itu di rumahnya?" James menghembuskan asap rokoknya sembari menerka alasan yang tepat dari pertanyaannya


"Alasan pastinya saya juga tidak tau bos, tapi tiga bulan yang lalu Mike pernah mendatangi orang tua gadis itu untuk meminta izin menikahi putri mereka tetapi orang tua gadis itu menolak mentah-mentah keinginannya"


"Menarik! apa yang membuat mereka menolaknya?"


"Katanya Mike terlalu angkuh dan sombong sehingga mereka tidak mau kalau putrinya nantinya menikah dengan pria seperti itu"


James menarik sudut bibirnya, ia telah terpikir sebuah rencana untuk bisa membuat Embun mendatanginya


"Tapi ada satu hal yang saya ketahui dari warga sekitar rumah Embun, kalau hubungan Embun dan orang tuanya sedang buruk karena Embun menolak untuk di jodohkan dan lari dari rumah. Alasan itu juga yang membuat kedua orangtuanya tidak lagi menganggap Embun sebagai anaknya"


"Kerja bagus! rupanya kau sudah lebih dulu mencari informasi untukku" James menepuk pundak Erik sebagai bentuk pujian terhadap kecepatan tanggapnya


"Itu memang sudah tugas saya, bos"


"Kalau begitu antar saya ke rumah orang tua gadis itu"


Erik membelalakkan matanya, belum beristirahat dari perjalanan panjangnya. Kini bosnya itu meminta untuk di antar ke daerah yang memakan waktu perjalanan selama tiga jam lamanya


Entah apa yang ada di dalam pikiran bosnya itu saat ini, tapi ia berharap setibanya disana ia bisa meluruskan badannya sejenak untuk mengurangi kelelahan akibat perjalanan jauh yang di laluinya