
Luka jahitan di perut Embun terbuka sehingga dokter harus menjahit ulang luka tersebut untuk menghentikan darah yang masih mengalir keluar dari luka itu
Tapi ketika dokter hendak menyentuhnya, Embun berteriak histeris membuat dokter yang menanganinya harus memberikan suntikan penenang baru setelah itu mereka bisa mengobatinya
Sementara Mike sudah selesai menjalani operasi untuk mengambil peluru yang bersarang di punggungnya. Beruntung peluru yang menancap tidak terlalu dalam sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk proses pengambilannya
Keduanya kini di tempatkan di satu kamar yang sama atas permintaan Lio karena ia tidak bisa kalau harus mengawasi dua orang di dua kamar berbeda
Setelah memastikan Mike dalam keadaan baik-baik saja, Rey pun pulang karena tidak ingin Serena mengkhawatirkan dirinya selain itu ia juga masih harus membereskan kekacauan yang terjadi
"Anda sudah sadar, tuan?" tanya Lio saat melihat Mike membuka matanya
"Bagaimana keadaan Embun?" Mike mencoba menegakkan tubuhnya sambil menahan sakit di punggungnya
"Anda harus berbaring tuan! nona Embun ada di samping anda" Lio membantu Mike untuk kembali berbaring
Mike menoleh ke arah yang Lio tunjukkan, Embun masih memejamkan matanya dan keadaannya terlihat sudah lebih baik
"Apa yang dokter katakan?"
"Nona Embun kehilangan banyak darah sehingga dokter menambahkan dua kantong darah lagi padanya. Dokter juga mengatakan kalau nona Embun mendapatkan luka yang sama dengan tuan, dan luka itu tadi terbuka sehingga dokter harus kembali menutupnya"
"Luka tembak?" Mike tidak menyangka darah yang di lihatnya ternyata keluar dari bekas luka tembak yang di alami gadis itu
"Ya, tuan. Tapi saya tidak tau bagaimana nona Embun bisa mendapatkan luka itu karena dokter mengatakan kalau bukan mereka yang mengoperasi nona Embun"
Mike mengepalkan tangannya, ia terlambat menyelamatkan kekasihnya sehingga harus mengalami hal yang buruk seperti ini
"Hmm…dokter tadi juga mengatakan, kalau kemungkinan nona Embun mengalami trauma dan menyarankan untuk segera membawa nona Embun menemui psikiater"
"Trauma? psikiater?" Mike menegakkan tubuhnya, ia masih bertanya-tanya tentang perlakuan buruk apa yang sudah James berikan pada Embun sehingga menimbulkan trauma padanya
"Apa yang terjadi pada ba-jingan itu?"
"James berhasil melarikan diri, tuan" Lio menunduk menghindari tatapan tajam Mike
"Jadi dia berhasil lolos dari kalian?" Lio mengangguk membenarkan pertanyaan Mike
Di satu sisi Mike merasa senang karena ia masih bisa membalas dendam terhadap perbuatan James pada Embun, namun di sisi lain keselamatan Embun masih terancam karena James tidak akan melepaskan mereka begitu saja terlebih pria itu juga sudah menaruh hati pada Embun
"Perketat penjagaan, jangan sampai ada orang asing yang berhasil masuk ke ruangan ini"
*
*
Embun tidak tau sudah berapa lama ia tertidur, namun begitu bangun ia merasa seakan tidak memiliki tenaga sama sekali. Di hadapannya kini ada Mike yang sedang menggenggam tangannya
Ia juga masih mendengar perkataan Mike tetapi ia tidak sanggup untuk menjawab ataupun memberikan respon apa-apa. Rasa sakit di tubuhnya sudah tidak ada lagi tapi entah apa yang terjadi sehingga ia merasa tenaganya sudah terkuras habis
Terakhir yang bisa di ingatnya hanyalah suara letusan senjata serta darah yang membuat tubuhnya bergetar dan setelahnya ia tidak tau lagi apa yang terjadi padanya
"Lio! panggil dokter…Embun sudah sadar!" teriak Mike pada Lio yang tengah duduk menghadap laptopnya
Dengan sigap, Lio setengah berlari menuju ke tempat para perawat berada padahal ia bisa saja memanggil mereka melalui bel pemanggil perawat yang berada di ruangan itu hanya saja mereka terlupa dengan alat itu
Seorang dokter jaga serta seorang perawat perempuan berjalan cepat kearah ruangan Embun berada, diikuti oleh Lio yang juga berjalan sama cepatnya seperti mereka
Embun menatap tajam kearah pintu yang terbuka. Ia bisa melihat ketiga orang itu masuk dan mendekat padanya. Tubuhnya bereaksi di luar perintahnya, matanya terpejam sementara tangannya yang masih berada dalam genggaman Mike mulai bergetar
Ia terus meyakinkan dirinya kalau mereka hanya lah orang-orang yang akan menolongnya, tetapi tubuhnya malah makin bergetar dan mulutnya pun mulai mengeluarkan kata pengusiran yang nyaris tidak terdengar
Mike menahan langkah ketiganya untuk tidak mendekat saat merasakan cengkraman tangan Embun yang di iringi dengan tubuh gadis itu yang bergetar.
Ia memeluk Embun mencoba menenangkan, namun gadis itu malah berteriak histeris sambil mendorongnya menjauh.
Ia makin mengeratkan pelukannya untuk menahan gerakan berlebihan Embun yang dapat melukai dirinya mengingat bekas luka gadis itu yang masih bisa terbuka sewaktu-waktu
Dokter tidak memiliki pilihan lain selain menyuntikkan obat penenang, sehingga perlahan suara teriakan serta isak tangis Embun mulai menghilang
"Luka nona Embun sudah membaik, seminggu lagi perbannya sudah bisa di lepas" ucap dokter setelah selesai memeriksa kondisi Embun
"Sampai kapan kondisinya akan seperti tadi dok?" tanya Mike memandang sedih pada Embun
"Mengatasi trauma akan memakan waktu yang lama, semua tergantung dari pasiennya sendiri bagaimana bisa memotivasi dirinya untuk bisa segera sembuh"
"Apa yang harus saya lakukan sekarang dok?"
"Anda bisa meminta bantuan pada psikiater untuk mengatasi masalah yang sedang di alami nona Embun"
"Kapan saya bisa membawa Embun pulang?"
"Nona Embun sudah bisa pulang besok, saya rasa semakin cepat berada di rumah akan membuat keadaannya semakin baik"
"Terima kasih dok"
"Sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi"
Mike menghempaskan tubuhnya di sofa, Ia tidak menyangka sebesar itu rasa trauma yang di alami Embun bahkan sampai menolak sentuhan yang diberikannya
Besok ia akan membawa gadis itu pulang ke rumahnya dan mencari dokter terbaik untuk mengobatinya.