
"Sial!" James menatap geram kearah pesta pernikahan Embun dan Mike yang sedari pagi tadi tidak bisa ia sentuh
Selain penjagaan yang ketat dari anak buah Mike, tanpa sepengetahuan James ternyata tuan Max juga menurunkan pengamanan yang tidak kalah banyaknya dengan yang di persiapkan oleh Mike
Sehingga jangankan untuk mengacau, mendekat saja tidak bisa ia lakukan. Padahal rencana ini sudah ia siapkan sejak lama, tapi berakhir dengan kegagalan telak
"Apa yang akan kita lakukan sekarang,bos?" tanya Erik sambil menatap orang-orang yang beriringan memasuki hotel mewah itu
"Buat keributan!"
"Keributan? disini?" Erik menatap tidak percaya pada apa yang di katakan bosnya itu. Bila mereka membuat keributan saat ini, sama saja dengan menyerahkan diri mereka pada musuh karena kemungkinan yang terjadi hanya lah tertangkap atau mati
"Hanya itu satu-satunya cara untuk membuat Embun keluar dari sana" James bukan tidak sadar akan konsekuensi yang akan di terimanya tapi ia tidak peduli dengan hal itu.
Mengacaukan pernikahan dan membawa Embun bersamanya merupakan tujuan utamanya saat ini, ia tidak peduli sekalipun ia harus mengorbankan segalanya untuk mencapai hal tersebut
"Apa yang akan bos lakukan setelah pasangan pengantin itu keluar?"
"Cukup kerjakan yang aku perintahkan. Urusan itu kau tidak perlu tau."
Erik mengepalkan tangannya kesal. Sudah cukup rasanya kebodohannya selama ini menjadi pengikut setia dari pria tidak berperasaan di hadapannya itu
"Jadi, bos lebih peduli pada perempuan itu dari pada kami yang sudah bertaruh nyawa selama ini?"
"Jangan mulai bertingkah, bedeb*h! lakukan perintah ku atau kau akan kehilangan keluarga yang sangat kau sayangi itu!" ancam James sembari menarik kerah kemeja yang di kenakan Erik
Cih!
Erik muak dengan semua ancaman yang di ucapkan oleh James. Seandainya tidak memikirkan keselamatan anak istrinya, sudah lama ia tinggalkan pria breng sek itu
"Pantas saja perempuan itu tidak memilih anda, alasannya karena anda tidak ubahnya seperti pecundang di matanya"
Erik menepis tangan James kemudian keluar dari mobil dan meninggalkan James dengan kemarahan yang menyala di matanya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tuxedo putih yang melekat sempurna di tubuh kekar pengantin pria, disempurnakan dengan gaun model Empire waist berwarna putih yang membuat tubuh mungil Embun akan terlihat lebih tinggi saat mengenakannya
Para tamu undangan yang datang pun, masih sama ramainya dengan saat pertama mereka tiba disana. Meski begitu, kebahagiaan terpancar dari wajah mereka semua seakan kelelahan itu terbayar lunas dengan kelancaran acara hari ini
Namun, semua berubah tepat ketika waktu hampir menunjukkan pukul sepuluh malam saat samar-samar terdengar suara kegaduhan dari arah halaman hotel
Tidak ada yang tau apa yang terjadi, sampai Lio datang dan membisikkan sesuatu di telinga Mike
Seketika itu juga, suara tembakan terdengar bersahutan. Para tamu yang jumlahnya sudah mulai berkurang, tampak panik mendengar hal itu
Malah sebagian dari mereka langsung meninggalkan lokasi pesta secepatnya untuk menyelamatkan diri
Tidak hanya tamu undangan, hampir semua yang berada disana sama paniknya apalagi setelah hampir setengah jam deru senjata api itu tidak juga padam
"Bawa istrimu pergi!" Mike mengangguk mengikuti apa yang papanya perintahkan. Ia berbalik dan menatap istrinya yang terlihat diam dengan pandangan yang kosong dan tubuh yang menegang
"Ayo kita pergi dari sini" Seperti tersadarkan, Embun mengikuti langkah Mike yang menuntunnya dengan tergesa-gesa.
Sebuah mobil sedan keluaran terbaru telah menunggu mereka di balik pintu darurat yang di miliki hotel tersebut.
Ketika mobil yang membawa mereka keluar dari pelataran hotel, terlihat mobil yang di kendarai James pun berada di belakangnya.
Menyadari laju mobil yang kian kencang, Embun makin mengeratkan pelukannya di tubuh Mike yang sesekali terdengar mengumpat
Kondisi jalanan yang masih ramai menyulitkan mereka untuk bisa menjaga jarak dengan James, terlebih ia yang tidak bisa berbuat apa-apa karena harus membagi perhatiannya kepada Embun yang kini tengah memeluknya sembari menangis
"Cari jalan lain" supir yang mengendarai mobil itu mengangguk. Ia memutar balik kendaraannya dan melaju sekencang mungkin untuk menghindari kejaran James
James yang telah membaca gelagat adanya perubahan rencana dari mobil yang dikejarnya, menginjak pedal gas makin dalam membuat kendaraannya melaju dalam kecepatan yang tinggi hingga menabrak mobil yang membawa Mike dari belakang
Mobil Mike berakhir dengan menabrak pembatas jalan sementara mobil James berguling di jalanan hingga akhirnya percikan api membuat mobil mewah itu hangus terbakar