Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 82 Malam yang panjang


(Harap bijak dalam memilih bacaan)


Embun tengah berdiri di balkon kamar sembari menatap hamparan laut luas yang membentang layaknya permadani.


Ia tengah menunggu Mike yang sedang membersihkan dirinya sekaligus bersembunyi dari Bu Elis yang akan membersihkan sisa makanan yang mereka makan tadi


Ia terlalu malu kalau sampai wanita paruh baya itu harus melihatnya dengan pakaian seperti itu


"Kau akan sakit kalau berada di luar terlalu lama dengan pakaian setipis ini" wangi sabun langsung menempel di penciuman Embun saat Mike memeluknya


"Ada kamu yang akan merawat ku" canda Embun sambil ikut mendekap lengan Mike yang melingkar di pinggangnya


"Jangan sakit! aku tidak sanggup melihatmu tidak berdaya seperti waktu itu" lirih Mike


Embun terdiam. Ada kesedihan dari ucapan Mike yang ia dengar. Candaannya tadi ternyata sedikit membuka luka lama yang sudah Mike tutup rapat darinya


Merasa bersalah, Embun membalik badannya kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Mike yang sedikit terbuka karena suaminya itu masih mengenakan jubah mandinya


"Aku tidak akan membuatmu bersedih lagi" memeluk Mike membuat tubuhnya terasa hangat, terlebih lengan kekar itu seperti menyelimutinya


Mike mengangkat wajah Embun, kemudian menyatukan kedua bibir mereka di saksikan deburan ombak dan rembulan yang malam itu nampak bersinar dengan terangnya


Tanpa melepaskan tautannya, Mike menggendong Embun dan membaringkannya di ranjang


Ia tidak mau terburu-buru karena tau kalau ini adalah yang pertama bagi istrinya. Ia ingin memberikan kenangan indah yang tidak akan pernah Embun lupakan sepanjang hidupnya


Ciumannya perlahan turun menyusuri leher putih Embun dan meninggalkan banyak jejak kepemilikannya disana.


Tidak berhenti sampai disitu, Mike juga memberikan tanda pada benda kenyal yang kini nampak menantang di matanya akibat sentuhan yang terus ia berikan


Ia memandang kagum pada tubuh yang kini nampak polos karena penutupnya sudah ia buang entah kemana. Bagai lelaki mesum ia memandangi tiap sudut tubuh istrinya dan memujanya


Mike pun mulai melepas penutup tubuhnya hingga keseluruhan tubuhnya kini sama polosnya dengan istrinya.


Dengan tersenyum puas, ia tunjukkan sesuatu yang menjadi kebanggaannya selama ini yang sedang dalam posisi siapnya pada sang istri


Mike kembali menjelajahi tubuh istrinya dan terhenti pada gundukan segitiga yang sudah basah di bawah sana yang menandakan bahwa istrinya itu sudah siap menerima dirinya


Ia pun mulai menyentuh dan bermain disana, membuat Embun merasakan pelepasannya yang pertama.


"Kau siap untuk sensasi yang kedua, sayang?"


Embun yang bingung hanya bisa mengangguk, merasakan pelepasan pertama kali membuat tubuhnya lemas seketika sehingga ia tidak terlalu memperdulikan apa yang suaminya ucapkan


Mike kembali menikmati bibir ranum istrinya yang masih membengkak karena ulahnya. Ia sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, namun ada ketakutan dalam dirinya karena ini kali pertamanya ia akan memasuki seorang gadis yang masih suci


"Maafkan aku, sayang. Akan terasa sedikit sakit tapi setelahnya kau pasti akan bisa menikmatinya"


Tidak semudah bayangannya, karena setelah tiga kali mencoba baru lah miliknya bisa masuk dengan sempurna.


Erang*an pelan mulai keluar dari mulut Mike saat menikmati sensasi rasa yang berbeda dari semua wanita yang pernah tidur dengannya


Kamar yang luas itu kini dipenuhi suara lenguh*an dari kedua manusia yang sedang mencapai puncak kenikmatannya


Suara yang menjadi pertanda menyatunya mereka sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya