
Mike tengah duduk memandangi istrinya dari kejauhan. Meski berada dalam ruangan yang sama, rasanya mereka berada dalam dunia yang berbeda
Embun terjebak dengan masa lalunya yang menyakitkan sementara Mike masih terjebak dengan rasa bersalahnya
Sudah sebulan berlalu, namun kondisi Embun belum juga membaik malah kini wanita itu tidak sekalipun berbicara pada siapapun yang menemuinya
Suaranya hanya akan terdengar ketika menangis dan berteriak histeris. Disaat Mike berusaha mendekatinya maupun saat mimpi buruk itu kembali mengusiknya
Berbagai cara sudah Mike lakukan untuk membuat istrinya kembali seperti semula, termasuk membawa psikiater ke tempat istrinya dirawat. Hanya saja, hingga kini belum juga membawa hasil.
Sebenarnya ia pun bingung harus menyalahkan siapa. Dirinya sendiri, takdir Tuhan ataukah b*jingan yang sudah kabur entah kemana itu
Karena dalam kenyataannya, mereka semua termasuk dalam penyebab semua ini terjadi. Tapi, menyalahkan siapapun tidak akan merubah yang sudah terjadi. Ibarat nasi yang sudah menjadi bubur, tidak bisa lagi di kembalikan seperti semula
Setidaknya, Mike sudah menemukan seseorang yang bisa disalahkan untuk mengurangi beban yang sedang di pikulnya
Siapa lagi kalau bukan perawat yang sudah berani bermain-main dengannya itu. Perawat yang berhasil menghancurkan masa depannya sendiri karena sudah berurusan dengan orang yang salah
Tidak cukup hanya membuat perawat itu kehilangan pekerjaannya, Mike juga membuat perawat itu tidak bisa lagi bekerja di rumah sakit manapun. Tentu saja Mike menggunakan uang dan kekuasaannya dalam hal ini
Begitu pula dengan pengawal yang sudah lalai dengan tugasnya. Mike sudah memberikan pelajaran yang seimbang dengan kesalahannya, sudah saatnya ia memberikan sanksi tegas pada anak buahnya yang lalai sehingga kejadian serupa tidak lagi terjadi
Ia rindu dengan pelukan dan kegiatan malam mereka. Ia pun rindu mengelus perut buncit istrinya yang terlihat semakin membesar
Beberapa kali orang-orang terdekatnya selalu mengatakan untuk bersabar dan berdoa, nyatanya ia pun bingung bagaimana caranya untuk berdoa karena sudah sangat lama ia tidak mempercayai Tuhan lagi
Sejak kematian ibunya, Mike seringkali marah dan mengutuk Tuhan. Merasa ketidakadilan selalu saja mengikutinya seakan Tuhan memang tidak menyukainya sejak awal
Bahkan perkataan "kenapa dirinya dilahirkan kedunia" seringkali berada di benaknya, namun ia pun terlalu bingung akan mempertanyakan kepada siapa karena ia sudah merasa tidak memiliki siapapun disisinya
Papanya sudah sibuk dengan keluarga barunya dan melupakan kehadirannya. Mendapat perlakuan seperti itu, Mike pun berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi papa yang baik bagi anaknya nanti
Namun ia pun ragu, bisakah ia memenuhi janjinya itu sedangkan kini istrinya pun tidak mau lagi bertemu dengannya
Mengingat kemarahan dalam mata istrinya membuat air mata Mike menetes tiba-tiba. Ia ingin mengatakan kalau semua yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahannya, tapi jangankan untuk menjelaskan mendekat saja tidak bisa ia lakukan
Kalaupun memang Tuhan benar-benar mendengar doanya kali ini, ia berharap istrinya bisa sembuh dari rasa sakit dan trauma yang ia alami sekalipun mereka tidak lagi bersama
Meskipun kehilangan Embun sama saja dengan kehilangan nyawanya, namun melihat kesakitan istrinya membuatnya seakan terbunuh secara perlahan
Hingga tanpa Mike sadari, Tuhan justru mengabulkan doa yang tanpa sengaja ia ucapkan itu