Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 88 Keinginan


Mike selalu berada di sisi Embun hingga demamnya turun. Ia merasa bersalah setelah mendengar perkataan Mey tentang kelelahan yang di alami istrinya meskipun ia tau kalau temannya itu tidak bersungguh-sungguh menyalahkan dirinya


Semula Mike memang tidak pernah terpikirkan akan memiliki keturunan secepatnya karena bisa hidup bersama Embun saja sudah sangat ia syukuri


Tetapi saat melihat betapa sempurnanya kebahagiaan Rey saat memiliki keluarga yang lengkap, membuat keinginan sederhana itu terlintas di pikirannya


Meskipun sadar kalau tubuh Embun yang masih lemah tentu lebih mengkhawatirkan bila harus di paksa mengandung seorang anak, namun ketakutan akan ingatan Embun yang bisa kembali kapan saja membuat tekadnya untuk segera memiliki keturunan guna menahan Embun selamanya di sisinya semakin besar


Ternyata setelah menikah dan menjadi pewaris dari sebuah perusahaan besar tidak serta merta membuat Mike bisa hidup dengan tenang


Justru ke khawatiran seakan terus menghantui dirinya


"Hhh... Kapan kita bisa hidup bahagia tanpa mengkhawatirkan banyak hal" batin Mike sembari mengusap lembut pipi Embun


Embun yang terusik dengan sentuhan Mike membuka matanya dan pemandangan yang di lihatnya membuatnya mengernyit karena wajah tampan yang setiap hari di lihatnya kini tampak muram


"Ada apa?" tanya Embun


"Maaf karena aku, kamu sampai begini" lirih Mike


"Aku juga bersalah karena tidak mengenali tubuhku sendiri. Seharusnya aku mengatakan kalau tubuhku lelah tapi tetap saja aku tidak bisa menolak tiap sentuhan mu" Embun tersenyum, menggenggam tangan lelakinya


"Aku sudah yakin kalau sedari dulu tidak ada satu wanita pun yang akan menolak pesonaku" kekeh Mike namun Embun yang mendengar hanya mencibir


Melihat wajah tampan itu kini sudah di penuhi dengan senyuman, Embun mendekat dan memeluk tubuh suaminya yang selalu terasa hangat baginya


"Tadi Mey yang datang memeriksa keadaan mu. Dia sempat protes karena aku memaksanya datang sedangkan dia sedang memeriksa pasiennya" Mike tersenyum membayangkan wajah seram Mey saat mengomelinya


"Aku hanya demam, tidak perlu sampai memanggil dokter Mey datang kesini"


"Aku hanya tidak mau kalau ada pria lain yang melihat tubuhmu"


Alasan yang tidak masuk akal menurut Embun, karena selama ini dokter yang mengobatinya saat sakit hampir kebanyakan dokter laki laki dan selama ini sepertinya Mike pun tidak bermasalah akan itu


"Hhh… aku bisa membayangkan betapa terkejutnya dokter Mey melihat tubuhku" Embun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Mike. Ia pasti akan merasa malu bila bertemu dengan dokter Mey nanti


Mike tergelak. Ternyata Embun mengetahui dengan pasti apa yang jadi pertimbangannya saat membawa Mey kesana.


"Mey pasti memaklumi pengantin baru seperti kita. Aku bahkan yakin kalau dia pun seperti itu dulu sewaktu awal menikah"


Embun hanya memukul pelan Mike yang masih tertawa dengan khayalan konyolnya. Seandainya tubuhnya sehat, sudah pasti ia akan mencubit Mike gemas karena masih sempat memikirkan hal yang tidak-tidak di saat seperti ini


Meski begitu, dalam tawanya Mike tengah berpikir untuk mengatakan pada Embun tentang ajakan untuk menemui Mey bila kesehatan Embun membaik nanti


Ia juga tengah menimbang alasan apa yang bisa digunakannya untuk meyakinkan Embun bahwa ia ingin segera memperoleh anak dari pernikahan mereka


Karena bagaimanapun, keputusan itu harus di setujui oleh mereka berdua dan dalam hal ini Mike tidak bisa memaksakan kehendaknya seperti yang sudah-sudah


"Aku ingin mengajakmu ke tempat Mey, apa kau keberatan sayang?"


"Hmm…kapan?" tanya Embun masih mencari kenyamanan dalam pelukan suaminya


"Kalau kau sudah sembuh"


"Baiklah"


"Aku ingin segera memiliki anak darimu, dan aku mengatakan semua itu pada Mey makanya ia mengundang kita untuk berkunjung kesana untuk memeriksa keadaanmu. Maaf sayang, harusnya aku mengatakan hal itu terlebih dahulu padamu" Mike mengeratkan pelukannya, ia sudah berhasil mengatakannya namun ia juga masih takut akan reaksi yang Embun berikan


Embun memegangi dadanya, seharusnya ia bahagia karena tujuan pernikahan tentu saja untuk memperoleh keturunan tapi ia merasa sesuatu tidak nyaman berdenyut di dasar hatinya seakan melarangnya untuk menikmati kebahagiaan itu


Ia ingin mengatakan pada Mike tapi ia juga tidak mau merusak keadaan dengan alasan yang ia sendiri tidak bisa ungkapkan


"Aku lelah, aku ingin istirahat"


"Tidurlah, aku akan disini menemanimu"