Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 12 Merasa tertantang


Setibanya Mike di ruangannya, Ia hanya duduk terdiam bahkan berkas yang berserakan di mejanya tidak ada satu pun yang ia sentuh


Pikirannya melayang pada kejadian semalam, dimana Liora yang di kenalnya selama ini berubah menjadi seseorang yang tidak terkendali


Mike sadar perhatiannya yang terlalu berlebih kadang membawa dampak buruk padanya. Tidak satu dua kali ia mengalami hal seperti ini, dimana seorang wanita akan salah paham dengan kebaikannya


Sekalipun menyayangkan kepergiaan Liora yang di anggapnya sangat membantunya selama ini, namun ia juga bersyukur bisa mengakhiri semua itu tanpa menyakiti wanita itu lebih lama lagi


Sekiranya Mike kini bisa lebih berhati-hati untuk tidak lagi mengulangi kisah Liora pada perempuan lain kalau tidak mau hal merepotkan seperti itu terjadi lagi nanti


Mike meletakkan pena yang sedari tadi di pegangnya namun tidak ia pergunakan sama sekali. Setelah menyandarkan tubuhnya pikirannya kini berpindah pada sosok gadis ceroboh yang ia temui tanpa sengaja di sebuah toko buku


Gadis yang terasa tidak asing di matanya tapi ketika mengingat dimana mereka pernah berjumpa, ingatan Mike tidak pernah bisa menjelaskannya


Mengingat dua gadis yang bertolak belakang itu membawanya pada dua suasana yang berbeda, Liora dengan kesedihannya sedangkan Embun dengan keceriaannya


Embun yang di nilainya sangat manis dengan ukuran tubuh yang mungil itu ternyata menyimpan keberanian yang cukup besar.


Meskipun mengakui ketampanan wajah Mike, namun Embun tidak seperti kebanyakan perempuan yang langsung akan bersikap manis ketika berada di dekatnya


Gadis itu justru di luar dugaan malah menolak ajakan Mike untuk menjadi kekasihnya. Padahal selama ini,tidak ada yang pernah menolak pesona yang Mike tebarkan.


Jangankan menolak untuk menjadi kekasih, kebanyakan perempuan itu malah rela melepaskan pakaiannya hanya untuk menghabiskan satu malam bersama Mike tanpa sebuah ikatan


Baru sekali dalam hidupnya mendapatkan penolakan, tentu saja membuat adrenalin Mike terpacu untuk bisa menjadikan gadis itu sebagai miliknya


"Permisi tuan, saya membawa berkas yang sebelumnya tuan inginkan" Lio meletakkan setumpuk kertas di hadapan Mike


"Kau mengejutkanku Lio, kenapa tidak mengetuk pintu sebelum kau masuk kesini?" tanya Mike masih dengan ekspresi terkejutnya


"Sepertinya anda sedang melamun tuan, sampai suara ketukan pintu tidak anda hiraukan" jawab Lio


"Apa kau sudah mengurus wanita itu?" tanya Mike sembari mengecek berkas yang tadi di bawa Lio


"Sudah tuan, sesuai keinginan anda nona Liora hari ini berangkat ke LA"


"Semudah itu Liora menerima penawaran ku?" Mike merasa sedikit heran karena wanita itu tidak menolak untuk tinggal di luar negeri


"Nona Liora mengatakan ingin melupakan anda dan memulai hidupnya yang baru disana"


"Bagus lah kalau dia memilih untuk melupakanku. Tapi pastikan Liora hidup dengan baik dan tidak lagi mengusik kehidupanku"


"Baik tuan, akan saya pastikan hal itu"


Selepas kepergiannya dari apartemen Liora, Mike menyuruh Lio untuk mendatangi wanita itu dan menawarkan untuk tinggal di luar negeri dan memulai hidupnya yang baru


Selain karena Mike tidak mau lagi berurusan dengan Liora, ia juga merasa bertanggung jawab dengan yang terjadi terhadap wanita itu sehingga hal itu ia lakukan untuk menebus kesalahannya


"Oh ya tuan, saya juga membawa laporan bulanan dari Josh serta laporan yang berhubungan dengan kelompok mafia kita"


"Ternyata kau dan tua bangka itu sama saja, menginginkan kematian ku lebih cepat" Mike menatap nanar pada meja kerjanya yang kini sudah tertutupi oleh tumpukan kertas


"Anda hanya perlu membacanya saja tuan, lagipula selama ini saya belum pernah mendengar ada orang yang mati mendadak hanya karena membaca" ucap Lio dengan wajah datarnya


Mike memijat pelipisnya, ternyata Lio berbeda dengan ayahnya yang meskipun tegas tapi masih memiliki sedikit selera humor


"Baiklah Lio, paling tidak kalau sampai aku kelelahan karena membaca sebanyak ini kau lah yang patut di salahkan atas hal itu"


"Terserah anda saja tuan"