Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 118 Terlambat


Mike tiba di bandara setelah mendapat kabar dari salah seorang anak buahnya yang mengatakan bahwa James akan berangkat ke kampung halamannya bersama sang ayah


Sayangnya, ia terlambat karena pesawat yang membawa James sudah meninggalkan Indonesia sejak sejam yang lalu


Mike berteriak kesal karena lagi-lagi ia kalah telak oleh musuhnya itu. Meski berhasil menjadikan Embun sebagai istrinya namun nyatanya ia belum bisa menjadi seorang suami yang menjaga istrinya dengan baik


Walaupun bersamanya Embun selalu berhasil melewati setiap ujian hidup, tapi hal itu tidak merubah kenyataan kalau dirinya tidak bisa mencegah hal-hal buruk itu terjadi pada istrinya


Dengan kemarahan dan kekecewaan yang menjadi satu, Mike pun kembali ke rumah sakit untuk menemui istrinya yang kini sangat membutuhkan kehadiran dirinya


*


*


Berbanding terbalik dengan keadaan yang di alami sahabatnya, Rey kini tengah berbahagia menyambut kelahiran anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan


Namun, meskipun tengah berbahagia Rey juga tetap prihatin terhadap masalah yang menimpa sahabatnya itu.


Bagaimanapun seluruh cerita perjalanan hidup Mike, ia yang mengetahui sehingga dalam hal ini ia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Mike karena ia pun akan membuat pilihan yang sahabatnya itu pilih ketika berada di situasi yang sama


"Apa kau tidak bahagia dengan kelahiran putri kita, sayang?" tanya Serena dengan alis yang saling bertaut


"Tidak mungkin, bee. Aku yang paling berbahagia atas kelahiran putri kita yang cantik ini. Kau juga tau kalau sudah lama aku menginginkan mendapatkan seorang putri yang cantik seperti dirimu" ucap Rey seraya mencium kening istrinya


"Lalu apa yang membuat wajahmu berkerut? seperti ada masalah besar yang sedang kau hadapi"


Rey selalu takjub akan kepekaan istrinya terhadap sekitarnya, tapi itu pula yang membuat Rey susah untuk menutupi apapun dari istrinya tersebut


"Aku hanya sedang memikirkan Mike. Sejak dia menikah, rasanya ia tidak pernah terlepas dari masalah"


"Bukannya saat ini Mike juga sedang berbahagia karena akhirnya istrinya hamil? lalu ada masalah apa lagi?" Rey memang belum bercerita apa-apa pada istrinya. Ia sengaja karena tidak mau fokus istrinya akan terbagi


Serena masih mengingat kecelakaan itu, bahkan kejadiannya pun masih terekam di otaknya karena begitu banyaknya pihak pertelevisian yang menayangkan kejadian saat itu


Ia pun mulai menghubungkan perkataan suaminya dengan kembalinya ingatan Embun. Dan entah mengapa pikirannya selalu saja tertuju pada pria yang sama yang juga pernah menculiknya saat itu


Ia merasa kembalinya ingatan Embun pasti berhubungan dengan pria itu


"Pria itu kembali?" meski terkejut karena Serena langsung menebak dengan benar, tapi Rey tetap menjawab pertanyaan istrinya dengan anggukan


"B*Jing*n itu menemui Embun di rumah sakit dan setelah tujuannya terpenuhi pengecut itu langsung pergi meninggalkan negara ini" Rey mengepalkan tangannya saat mengatakan hal itu


"Bagaimana keadaan Embun sekarang? kita harus menengoknya" rasa iba di hatinya muncul karena Serena sudah menganggap Embun seperti adiknya sendiri


Hidup sebatang kara karena sama-sama kehilangan orang tua dengan cara yang tragis, membuat Serena bisa merasakan kesepian dan kesakitan yang Embun alami. Bedanya, ia sudah mengikhlaskan semua yang terjadi sedangkan Embun hingga saat ini masih terjebak dalam kemarahannya sendiri


"Tidak sekarang, bee. Kau baru saja melahirkan putri kita, tenagamu belum sepenuhnya pulih. Aku janji akan mengajakmu bertemu dengan Embun tapi setelah kondisimu dan putri kita sudah stabil"


"Baiklah. Aku juga sadar kondisiku pun belum pulih benar, tapi jangan lupa dengan janjimu karena aku yakin saat ini Embun sedang menunggu kita untuk menolongnya keluar dari permasalahan ini"


"Aku berjanji, bee. Ya sudah jangan bahas itu lagi, lihat putri cantikku ini sepertinya dia sudah lapar sedari tadi aku lihat bibirnya tidak berhenti bergerak" Rey menyentuh pipi putrinya yang kini sedang menggeliat dalam gendongan ibunya


Serena pun membuka kancing bajunya dan mengeluarkan miliknya yang selalu menjadi area favorit dari suaminya. Putri kecil itu pun langsung melahap sumber makanannya dalam tatapan ayahnya


Yah, Rey tidak lepas memandang area kesukaannya yang kini harus ia bagi dengan putri kecilnya itu


Hal itu membuat Serena hanya menggelengkan kepalanya, karena ia bisa menebak apa yang kini tengah berada dalam benak suaminya


Hingga bisikan lembut di telinga sang putri membuatnya tertawa


"Kita harus berbagi dengan adil, sayang. Kau di sebelah kiri dan biarkan Daddy di sebelah kanan"