Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 92 Jalan-jalan


Sesuai harapannya, setengah hari itu Embun habiskan dengan mengitari pusat perbelanjaan terbesar yang berada di pusat kota Jakarta


Mencoba berbagai jenis pakaian yang bahkan tidak ia beli sama sekali. Mengabadikan setiap momen dengan jepretan kamera di ponsel miliknya


Mengajak kedua wanita yang terlihat sudah lelah mengikutinya mencicipi makanan yang terlihat menggiurkan di matanya. Serta melakukan berbagai hal remeh yang membuat banyak pasang mata melihat ke arah mereka


"Kita sudah terlalu lama berada di luar nona, sebaiknya kita kembali ke rumah sekarang." ajak Siska karena mengkhawatirkan nasibnya yang baru beberapa hari bekerja


Sebelum kepergian Mike, ia sudah berpesan pada Siska untuk selalu menjaga istrinya dan melarangnya melakukan hal-hal yang aneh. Awalnya Siska merasa pesan itu hanya sebagai bentuk kekhawatiran berlebihan tuannya saja, namun di luar dugaannya nona manis yang penurut itu berubah hanya dalam hitungan jam setelah tuannya pergi


Ia sudah melarang bahkan mengatakan akan mengadukan nonanya yang keluyuran seperti ini pada suaminya tapi yang terjadi justru ia yang mendapat ancaman, sehingga ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya menuruti keinginan nonanya itu


"Apa Lio menghubungimu dan menanyakan keberadaan kita?" tanya Embun sembari melirik ke sisi kanan dan kirinya untuk melihat apa ada seseorang yang mencurigakan mengikutinya


"Tidak nona. Tapi saya malah takut kalau sampe tuan Lio benar-benar menghubungi saya" jawab Siska setengah berbisik


"Tidak bisakah kita berkeliling sebentar lagi? rasanya kita belum lama tiba disini" lirih Embun sambil mengaduk minuman.


"Benar kata Siska, hari ini cukup sampai disini lagipula masih ada hari esok kalau kau mau berkunjung kesini lagi" ucap Nabila di sela kunyahannya


Mata Siska membulat sempurna. Ia merasa bersyukur mendapat bantuan, namun ia juga merasa bantuan itu seakan menjerumuskan dirinya.


Nonanya itu sudah pasti mengikuti saran dari Nabila dan esok mereka pasti akan kembali mengitari kota Jakarta seperti hari ini lagi sementara kemarahan tuannya untuk hari ini saja belum ia dapatkan tetapi Embun sudah merencanakan untuk mengakumulasi kesalahannya


Siska menghela nafasnya, ia bahkan sudah membayangkan sangsi apa yang akan ia terima saat kepulangan tuannya itu tapi ia juga tidak kuasa menolak keinginan nonanya sehingga posisinya memang tidak di untungkan sejak awal


"Tentu saja, asal kau meminta izin terlebih dahulu pada suamimu"


"Kakak tidak percaya kalau Mike sudah memberikan izin padaku?" tanya Embun dengan sedih


"Bukan tidak percaya padamu, hanya saja aku ingin menyelamatkan nasib kami berdua. Pekerjaan itu masih kami butuhkan jadi kami tidak mau sampai kehilangan hanya karena kebohongan mu"


Embun merasa tersadarkan dengan perkataan Nabila. Cukup lama ia terdiam sembari memandang Nabila dan Siska bergantian


Di dalam hati, ia memaki keegoisannya karena sudah menjerumuskan orang yang sudah berbuat baik padanya.


Namun, Embun berjanji untuk menjadi pelindung bagi Siska bila mendapat teguran dari suaminya karena bagaimanapun semua ini adalah tanggung jawabnya


"Kita pulang sekarang kak, aku lelah! Untuk besok sebaiknya kita di rumah saja, sudah lama juga kita tidak bercerita seperti dulu" Embun tersenyum kecut, sembari melangkah mendahului kedua wanita itu


"Kalau begitu kau harus bersiap untuk tidak tidur semalaman karena mendengar ceritaku," Nabila menggandeng tangan Embun dan mulai menjahili adiknya itu hingga membuat keduanya tertawa


Siska hanya tersenyum melihat keduanya, setidaknya hari ini ia merasa berterima kasih pada nonanya karena entah sudah berapa lama ia tidak menikmati hidup seperti ini


Sekiranya nantinya ia mendapat teguran ataupun pemutusan kerja, ia tidak akan mengeluh karena yang di berikan nona dan tuanya sudah lebih dari apa yang ia inginkan