Jeratan Cinta Tuan Mafia

Jeratan Cinta Tuan Mafia
Eps 122 Perdebatan


Serena meninggalkan Embun setelah memastikan wanita itu sudah memakan makanannya dan beristirahat. Ia pun akan lebih sering mengunjungi adik angkatnya itu demi kelancaran usaha mereka meninggalkan tempat tersebut


Bukan cuma dirinya yang merasa senang, Rey dan Mike pun sama takjubnya menyaksikan bagaimana Embun yang sudah kembali seperti biasa


Hanya saja kebahagiaan itu tidak sepenuhnya Mike rasakan, karena Embun masih saja menjaga jarak darinya. Meski sudah membaik wanita itu tetap saja menaruh kemarahan pada suaminya dan enggan untuk bertemu dengannya


Sementara itu dalam perjalanan pulang, Serena lebih banyak terdiam. Ia sedang memikirkan cara untuk bisa membawa Embun tanpa di ketahui oleh Mike


Meski merasa mustahil karena kini penjagaan dalam kamar perawatan Embun terlalu ketat, bahkan mereka yang notabene adalah orang terdekat saja harus lebih dulu menunjukkan tanda pengenal mereka pada pengawal yang berjaga


Rey yang melihat gelagat aneh dari istrinya mulai mempertanyakan hal tersebut. Ia pun masih penasaran bagaimana cara istrinya itu membuat Embun kembali seperti semula


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu bee?"


"Ah, tidak. Aku hanya merasa takjub pada keajaiban yang terjadi pada Embun" jawab Serena sembari tersenyum


"Aku pun masih merasa ini mimpi, tapi semua ini berkat dirimu bee. Kamu lah keajaiban yang Tuhan kirim untuk Embun" Rey mengelus kepala istrinya


"Bukan aku tapi putri kita. Tangisannya yang membuat Embun kembali pada dunianya lagi. Aku bersyukur sudah membawanya bertemu dengan Embun, seandainya tau akan seperti ini mungkin sejak awal aku akan membawanya kesana" Serena tersenyum memandangi wajah kecil yang sedang tertidur di pangkuannya itu


"Sudah takdirnya seperti ini. Tidak ada yang perlu di sesali. Bagaimana pun aku berterima kasih karena sudah peduli pada Embun"


"Dia sudah aku anggap sebagai adik sendiri. Sudah sewajarnya seorang kakak peduli pada adiknya" Rey menanggapi dengan tersenyum. Ia tidak menyangka keakraban mereka sudah sejauh itu, tapi ia pun bersyukur karena kini keduanya saling memiliki setelah sama-sama pernah mengalami kehilangan


"Embun? memangnya ada apa?" tanya Rey


"Embun, ingin kita membawanya pergi dari sana."


"Maksudmu, Embun ingin pergi menjauh dari Mike?" ucap Rey memastikan maksud ucapan istrinya. Serena pun mengangguk sebagai jawabannya


"Apa karena Embun masih belum memaafkan Mike, makanya Embun berniat meninggalkan rumah?"


"Mungkin alasannya seperti itu, aku juga belum sempat berbicara banyak padanya. Tapi menurutku, alasan utamanya demi calon anak mereka"


"Kalau memang tebakanmu benar, bukan kah justru tetap bersama adalah alasan yang tepat demi calon anak mereka nantinya?" Rey merasa ucapan Istrinya sedikit membingungkan. Ia selalu berfikir, seorang anak akan memiliki kehidupan yang lebih baik ketika bersama dengan orang tua yang lengkap. Namun, Embun justru memilih sebaliknya dengan alasan yang sama


"Janin itu tidak akan bisa lahir dengan normal selama ibunya masih merasa tertekan hati dan pikirannya. Kesedihan seorang ibu akan berdampak pada janin yang di kandungnya"


"Lantas apa yang akan kamu lakukan bee? membawa Embun pergi bukan perkara mudah. Belum lagi kita tidak punya tempat yang aman untuk menyembunyikan Embun dari Mike"


Hati nurani Rey seakan berperang. Di satu sisi ia tidak ingin menyakiti hati sahabatnya, namun di sisi lain ia harus menyelamatkan hidup seorang wanita baik seperti Embun


"Embun akan tinggal bersama kita"